8 Rahasia Sukses Pidato

8 Rahasia Sukses Pidato

89
0
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

rahasia sukses pidatoPidato atau berbicara di depan umum (public speaking) memerlukan keterampilan (skill) sekaligus seni (art), yakni keterampilan dan seni komunikasi lisan.

Bagaimana agar pidato, sambutan, ceramah, atau pembicaraan kita di depan publik mengesankan, menarik, dan efektif (berdampak)?

Berikut ini Rahasia Sukses Pidato. Panduan dari The Guardian yang saya “terjemahkan bebas” plus modifikasi.

1. Singkirkan Naskah Pidato (Ditch the Script).
Jangan tulis naskah pidato Anda. Cukup bawa kertas kecil (cue card/note card) berisi poin penting pembicaraan atau ponter yang akan Anda sampaikan.

Jika “terpaksa” harus menggunakan naskah penuh (script reading), gunakan bahasa tutur, bahasa percakapan (conversational language).

Jangan menghafal naskah itu kata demi kata, karena pidato Anda nanti akan terdengar kaku dan tidak wajar (unnatural).

2. Kendurkan (Loosen up).
Gunakan kalimat pendek dan kata-kata sederhana. Usahakan pidato Anda terdengar seperti percakapan sehingga setiap orang akan berpikir bahwa Anda berbicara kepada mereka secara pribadi. Be yourself! Jadilah diri sendiri.

3. Pikirkan tiga poin saja (Think in threes).

Siapkan tiga poin utama, jangan lebih! Buat outline pidato dengan tiga poin saja. Pendengar akan mudah mengingatnya, demikian juga Anda akan “sistematis” dan fokus dalam berbicara.

Jika perlu, kemukakan urutan yang mengesankan hadirin. Mereka berpikir Anda akan berbicara A, B, lalu C. Padahal, Anda “mengacak” urutan itu jadi A, B, dan D!

4. Gali lebih dalam (Dig deep).
Kuasai topik pembicaraan, pahami sedalam-dalamnya. Apa pun topiknya, lakukan riset secara rinci, lebih dari yang Anda butuhkan.

Anda akan berbicara dengan lebih percaya diri, jelas, dan penuh  keyakinan jika Anda benar-benar menguasai topik pembicaraan.

5. Lakukan kontak mata dengan hadirin. (Look them in the eye).
Kontak mata itu penting bagi pembicara dan hadirin. Kontak mata akan memberi tekanan pada hadirin untuk memperhatikan. Kontak mata sering membuat hadirin mengangguk atau tersenyum

Jika Anda tidak memandang penonton, Anda tidak akan pernah tahu seberapa baik atau buruk mereka mememperhatikan pidato Anda.

6. Sisipkan Humor (See the funny side).
Humor adalah senjata ampuh (powerful weapon) untuk menarik perhatian dan ketertarikan audiens. Mereka akan lebih fokus mendengarkan dan berharap ada humor lain yang menyegarkan suasana.

Banyak orang menyamakannya dengan menceritakan lelucon (cerita lucu), tapi humor yang paling baik dalam pidato berasal dari contoh dan anekdot, asalkan relevan dengan topik pembicaraan.

7. Hati-Hati dengan PowerPoint (Beware PowerPoint).
Kebanyakan orang berbicara “sama dengan” tampilan slide. Harusnya, slide hanyalah “alat bantu visual” bagi hadirin untuk memahami inti pembicaraan. Slide hanya berisi poin utama. Penjelasan ada dalam pembicaraan.

Slide PowerPoint janga mencakup terlalu banyak informasi dan mengalihkan perhatian hadirin, dengan mengajak mereka untuk membaca dan mendengarkan pada saat yang sama.

8. Akhiri dengan Dampak (End with impact).
Setiap pidato membutuhkan tujuan dan kalimat terakhir harus mengesankan. Gunakan penutup yang baik. Yang “standar”, misalnya, menyimpulan pembicaraan. Yang lebih menarik, akhiri dengan ungkapan, pepatah, atau bahkan pantun.

Misalnya: “Saya akhiri pidato ini dengan sebuah ungkapan, siapa yang tidak membuat perencanaan, berarti ia merencanakan kegagalan. Who doesn’t prepare, he prepares to fail. Wasalam. (www.romeltea.com).*

>>> Dapatkan buku Lincah Menulis Pandai Bicara (Tips Menulis & Pidato) hanya di www.nuansa.co

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

LEAVE A REPLY