Arti & Penulisan Kata Optimis – Optimistis yang Benar

Arti & Penulisan Kata Optimis – Optimistis yang Benar

optimis optimistis“Sebagai bangsa yang besar, kita harus optimis menatap masa depan”.

Demikian kalimat yang barusan saya baca di Twitter.

Penulisan kata optimis dalam kalimat di atas menggerakkan saya menulis postingan ini.

Saya ingin koreksi, kata yang benar dalam konteks kalimat di atas adalah optimistis, bukan optimis,  atau diubah kalimatnya menjadi “Kita harus menjadi bangsa yang optimis”.

Kata optimistis –dan lawannya, pesimistis– termasuk kata baku yang sering salah tulis dan salah ucap.

Maksudnya optimistis, ditulis atau dicupakan optimis. Maksudnya pesimistis, dikatakan pesimis.

Padahal, kata optimis-optimistis –juga pesimis-pesimistis– punya arti yang berbeda.

Optimis/Pesimis adalah orangnya, pelaku, subjek. Pesimistis/optimistis adalah sikap atau sifat.

Jika yang kita maksud adalah bersikap penuh harapan, maka kata bakunya adalah optimistis.

Jika yang dimaksud putus asa atau tidak ada harapan, kata bakunya adalah pesimistis.

Optimistis (Inggris: optimistic) artinya penuh harapan dan percaya tentang masa depan.

Berikut ini pengertian optimis, optimistis, pesimis, dan pesimistis menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Silakan cek sendiri.

  • optimis = orang yang selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam menghadapi segala hal
  • optimistis = bersifat optimis; penuh harapan (tentang sikap)
  • pesimis = orang yang bersikap atau berpandangan tidak mempunyai harapan baik (khawatir kalah, rugi, celaka, dan sebagainya); orang yang mudah putus (tipis) harapan
  • pésimistis = bersikap atau berpandangan tidak mempunyai harapan baik atau mudah putus harapan; bersikap tidak mengandung harapan baik; (sikap) ragu akan kemampuan atau keberhasilan suatu usaha

Kata optimis/optimistis dan pesimis/pesimistis termasuk kata yang sering diucapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kesalahan penggunaan kata-kata tersebut memang tidak mengakibatkan stabilitas nasional ataupun keutuhan NKRI terancam, namun alangkah eloknya jika kita mengerti arti dan penggunaan kata baku bahasa Indonesia.

Demikian ulasan ringkas tenyang arti & penggunaan kata optimis, optimistis, pesimis, dan pesimistis ini.  Wasalam. (www.romeltea.com).*

 

Related Post

Kata Mubazir dan Kata Jenuh – Bahasa Jurnali... Kata Mubazir dan Kata Jenuh harus dihindari saat menulis berita atau artikel untuk media massa.  Hal itu agar tulisan menjadi ringkas, efektif, dan me...
Jangan Anggap Sepele Tata Bahasa! DIKISAHKAN, Umar bin Khathab pernah menganjurkan Abu Musa Al-Asy’ari agar mencambuk juru tulisnya karena melakukan kesalahan dalam menulis kata “min A...
Tips Menulis Status Facebook: Gunakan Bahasa Manus... Think like a wise man but communicate in the language of the people. Demikian nasihat William Butler Yeats (1865-1939), Irish poet, dramatist, and pro...
Penulisan Kata ‘Wali Kota’ yang Benar,... Penulisan kata wali kota yang benar itu dipisah, "wali kota", tidak disatukan jadi "walikota". Jadi, yang benar atau baku itu Wali Kota Bandung, bukan...

COMMENTS