Bacalah, Lalu Tulislah!

Bacalah, Lalu Tulislah!

Ilmu itu harus diikat dengan tulisan. Maka, bacalah, lalu tulislah! Tuliskan hasil bacaan itu dengan kata-kata sendiri, sebagai bukti pemahaman, sekaligus berbagi dengan orang lain. Jika harus mengutip, sebutkan sumbernya.

“Ikatlah ilmu dengan tulisan” “Qoyyidul ‘ilma bilkitabi”. (HR. Thabrani dan Hakim).

“Ikatlah ilmu dengan menuliskannya” (Ali bin Abi Thalib)

“Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis”. (Imam Al-Ghazali)

“Pengetahuan ibarat binatang buruan. Yang harus diikat dengan dicatat. Lekas ikat erat-erat. Satu kebodohan, berburu rusa di hutan. Setelah dapat dilepaskan” (Imam Syafi’i)

“Membaca tanpa menulis, ibarat memiliki harta dibiarkan menumpuk tanpa dimanfaatkan. Menulis tanpa membaca, ibarat mengeduk air dari sumur kering. Tidak membaca dan juga tidak menulis, ibarat orang tak berharta jatuh ke dalam sumur penuh air.” (Gordon Smith)

Let’s Start! Go Blogging!

Just Write! “Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri”. (J.K. Rowling). (www.romeltea.com).*

Related Post

Jurnalistik Cetak Lebih Kredibel Mata kuliah yang aneh… Itu kesan pertama saya tentang Mata Kuliah Jurnalistik Cetak. Disikapi dengan “bijak”, terbukalah tabir mata kuliah ini untuk m...
Top 5 Internet Job: Lowongan Kerja Online Top 5 Internet Job: Lowongan Kerja Online Bekerja tidak mesti selalu pergi pagi pulang sore, berangkat jam 8 pulang jam 5, atau bekerja dari jam 9 ...
Pengertian Tajukrencana (Editorial), Fungsi, Jenis... Tajukrencana (biasa disingkat “Tajuk” saja) adalah induk karangan berupa artkel opini yang berisi pendapat, pandangan, atau analisis redaksi sebuah me...
Jenis-Jenis Foto Jurnalistik Photo Journalism is a particular form of journalism (the collecting, editing, and presenting of news material for publication or broadcast) that c...

COMMENTS