Bahasa Jurnalistik: Pengertian dan Karakteristik

476 views

bahasa_media_jurnalistikPengertian Bahasa Jurnalistik

Bahasa Jurnalistik adalah gaya bahasa yang digunakan oleh wartawan dalam menulis berita di suratkabar atau menyampaikan informasi di radio dan televisi.

Bahasa Jurnalistik disebut juga Bahasa Media, Bahasa Pers, Bahasa Koran (Newspaper Language), atau Bahasa Wartawan.

Bahasa Jiurnalistik sebenarnya tidak berbeda dengan bahasa pada umumnya. Namun, menurut JS Badudu (1988), bahasa jurnalistik memiliki sifat-sifat khas yaitu singkat, padat, sederhana, lugas, menarik, lancar, dan jelas.

Bahasa Jurnalistik disebut juga Bahasa Komunikasi Massa (Language of Mass Communication), yaitu gaya bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi melalui media massa –melalui tulisan di media cetak dan online dan melalui sajian berita di radio/televisi.

Berkat penggunaan bahasa jurnalistik ini sebuah berita atau sajian informasi di media menjadi menarik, mudah dipahami, mudah dimengerti, enak dibaca, enak didengar, dan efektif-efisien.

Tulisan atau naskah berita yang tidak menggunakan bahasa jurnalistik akan tidak enak dibaca dan tidak mudah dipahami. Wartawan yang tidak menguasai bahasa jurnalistik bukan wartawan profesional alias masih amatir yang perlu banyak belajar lagi soal teknik jurnalistik.

Karakteristik Bahasa Jurnalistik: Hemat Kata

Hemat Kata atau Ringkas merupakan ciri utama bahas jurnalistik. Agar menghasilkan tulisna ringkas, bahasa jurnalistik memilih kata dan kalimat yang pendek, singkat, atau menghindari kata dan kalimat yang panjang.

Misalnya, gaya bahasa jurnalistik lebih memilih kata “kini” daripada “sekarang”, “bila” (apabila), “sekitar” (kurang lebih), dan sebagainya.

Contoh lain, lebih baik gunakan “meneliti” daripada “melakukan penelitian”, “merugi” (mengalami kerugian), “memaksa” (melakukan paksaan), dan sebagainya.

Karena hemat kata alias ringkas, bahasa jurnalistik juga menghindari penggunan Kata Mubazir dan Kata Jenuh.

Karakteristik Bahasa Jurnalistik: Lugas

Bahasa jurnalistik itu to the point, langsung ke pokok masalah, dan menghindari basa-basi dan “kata-kata indah” atau kata-kata berona (colorful words).

Bahasa jurnalistik yang lugas berbeda dengan Bahasa Sastra yang lebih mengutamakan keindahan. Bahasa jurnalistik akan menggunakan kata “menangis” ketimbang “menitikkan air mata”, “bahagia” (matanya berbinar-binar), “untuk/demi/guna” (dalam rangka), dan sebagainya.

Masih banyak karakteristik bahasa jurnalistik lainnya, seperti sederhana, mudah dipahami orang awam, logis, tetap mengacu pada kaidah tata bahasa, dan  egaliter.

Namun, dua karakteristik tadi –hemat kata alias ringkas dan lugas– merupakan karakteristik utama yang memperkuat pengertian bahasa jurnalistik.

Jika ada wartawan yang tidak menggunakan gaya bahasa di atas dalam menulis berita, maka kemungkinannnya ada dua, yaitu ketidaktahuan atau kemalasan.

Namun, wartawan profesional pasti sudah paham bahasa yang biasa digunakan di kalangan profesinya dan tidak ada kamus malas dalam diri kaum profesional. Wasalam. (www.romeltea.com).*

Bahasa Bahasa Indonesia Bahasa Jurnalistik Bahasa Media

Related Post

Leave a reply