Balada Seorang Penyiar

Posted on 19 November 2012 by romeltea

dasar-dasar siaran radioLagu Balada Seorang Penyiar (Bimbo) ini satu-satunya lagu yang menggambarkan sosok serta peranpenyiar radio secara lengkap. Semua penyiar, juga pendengar radio, wajib mengetahui, bila perlu, menghafal lagu ini. Saya biasa membahas dan memperdengarkan –seringnya sih menyanyikan– lagi ini setiap kali membuka diklat penyiar atau berbicara tentang penyiar. Mari kita “tafsirkan” lirik lagu karya grup Bimbo ini, bait demi bait.

Tiada lembah tiada gunung
Tiada kota tiada dusun
Suaramu terdengar merayu
Mengantarkan lagu-lagu

Suara penyiar menembus bisa dikatakan borderless, menembus semua batas geografis. Suara penyiar hadir di semua tempat –lembah, gunung, perkoataan, perdesaan, pusat-pusat kota hingga daerah pelosok/terpencil. Suaranya mendayu, merdu, merayu, menemani pendengar. Penyiar mengantarkan lagu-lagu. Berbicara dengan dan kepada pendengar sebelum dan sesudah memutarkan lagu. Itulah sebabnya penyiar disebut juga Radio DJ, perangkai lagu. Ia antarkan, komentari, dan putar lagu-lagu yang direquest pendengarnya.

Tentu, mengantarkan lagu-lagu hanyalah tugas utama penyiar. Makanya, penyiar “wajib” suka musik, suka lagu, bila perlu suka nyanyi. Selain memutarkan lagu, penyiar juga umumnya menyampaikan informasi, tips, atau apa pun yang mesti disampaikan kepada pendengar.

Baik siang maupun malam
Baik suka maupun duka
Kau arungi gelombang suara
Kau hampiri pendengarmu

Penyiar bekerja tak kenal waktu, 24 jam, siang, malam, kapan pun! Ia juga “harus bekerja” dalam kondisi apa pun, lagi sedih atau gembira, lagi susah ataupun bahagia, bahkan tak peduli lagi sakit sekalipun (kalo gak parah…). Ia tetap mengarungi gelombang suara, mengudara, menyapa dan menemani pendengarnya. Penyiar adalah entertainer, penghibur. Ia bikin pendengarnya bahagia, ceria. Penyiar menjadi teman semua pendengar, utamanya pendengar yang sedang “kesepian” di rumah.

Dikau penyiar pujaan pendengarmu
Suaramu …
sungguh merdu
Dikau penyiar pujaan pendengarmu
Suaramu …
sungguh merdu

Penyiar adalah teman baik dan setia pendengarnya. Ia menyemai “jasa baik” dengan memutar lagu, menghibur, memberi infgormasi, menjadi tempat “curhat”, dan mediator penyampai salam silaturahmi antar-sesama pendengar. Golden voice yang disuarakannya –berkat teknik vokal atau bakatnya memang bersuara emas– sangat merdu di telinga pendengar.

Kita kenal ada fans penyiar, layaknya fans artis-selebritas. Setiap penyiar, “pasti” punya penggemar, fans, seburuk apa pun siarannya! Why? Karena suara penyiar hanyalah satu elemen siaran, selain lagu dan informasi. Jika siarannya (suaranya) buruk, ia tutupi dengan lagu dan informasi. Jika informasi tiada, ia tutupi dengan lagu. Begitu seterusnya. Tiga elemen ini –suara, informasi, dan lagu– menjadi alasan pendengar stay tuned!

Pendengarmu tak kenal wajahmu
Pendengarmu tak tau rumahmu
Suaramu pengenalmu
Menyentuh merayap kalbu

Inilah salah satu kekuatan radio: misteri penyiar! Pendengar (mayoritas tentunya) hanya mengenali suara penyiar radio. Pendengar hanya bisa membayangkan sosok penyiar dari suaranya. Suara penyiar membuat pendengar meraba, menebak, betapa tampan dan cantiknya sang penyiar! Meski, kadang-kadang, “suara mendayu wajah menipu!”

Penyiar hanya bisa dikenali lewat suaranya. Pendengar pun tak tahu identitas sebenarnya sang penyiar. Bahkan, karena umumnya penyiar memakai “nama udara” (on air name), pendengar pun tak tau nama asli sang penyiar. Maka, demi menjaga “misteri” ini, tidak selayaknya penyiar menyebutkan identitas dirinya di udara secara lengkap: selain penyiar ia kerja di mana, ia kuliah dan lulusan mana, rumahnya di mana, dan sebagainya. Pendengar hanya harus tahu nama udara kita dan bahwa kita adalah penyiar! Titik!

Di udara, hilang suaramu
Di udara, terasa kelam
Lagu merdu, terasa kelabu
Ke manakah gerangan tuan

Tanpa suara penyiar, lagu-lagu yang diputar akan terasa hampa, hambar, bak sayur tanpa garam. Apa bedanya dengan dengerin kaset atau CD? Dunia terasa sepi, tidak heboh! Lagu bagus pun terasa gak enak didengar, tanpa suara sanga DJ, penyiar. Maka, peran utama penyiar adalah mengantarkan lagu dan menemani pendengar. Wasalam. (www.romeltea.com).*

Nah, mau jadi penyiar? Yuk, gabung di Shinta Broadcasting School (SBS) !

Dapatkan Tips Komunikasi Praktis Lainnya via Email

romeltea – has written 621 posts on this site.
Asep Syamsul M. Romli aka Romeltea --akrab disapa Kang Romel-- adalah praktisi, trainer, dan konsultan media. Profil lengkap di menu "My Profile". Karya tulis (buku) di menu "My Books". Kontak email: romeltea@yahoo.com. Follow @romeltea

Kategori | Radio



Tulis Komentar