Beda Wartawan dan Jurnalis

Wartawan dan jurnalis sebenarnya bermakna sama, yaitu orang yang melakukan kegiatan jurnalistik –meliput peristiwa dan menuliskan atau melaporkannya melalui media massa.

UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers mendefinisikan wartawan sebagai “orang yang melakukan aktivitas jurnalistik secara rutin”.

Wikipedia mendefinisikan wartawan/jurnalis sebagai orang yang melakukan jurnalisme, yaitu orang yang secara teratur menuliskan berita (berupa laporan) dan tulisannya dikirimkan/ dimuat di media massa secara teratur. Laporan itu lalu dapat dipublikasi dalam media massa, seperti koran, televisi, radio, majalah, film dokumentasi, dan internet.

Istilah jurnalis, masih dalam catatan Wikipedia, baru muncul di Indonesia setelah masuknya pengaruh ilmu komunikasi yang cenderung berkiblat ke Amerika Serikat. Istilah ini lalu berimbas pada penamaan seputar posisi-posisi kewartawanan, misalnya “redaktur” menjadi “editor.”

Saat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) berdiri, terjadi kesadaran tentang istilah jurnalis. Menurut AJI, jurnalis adalah profesi atau penamaan seseorang yang pekerjaannya berhubungan dengan isi media massa.

Jurnalis meliputi juga kolumnis, penulis lepas, fotografer, dan desain grafis editorial. Tapi pada kenyataan referensi penggunaannya, istilah jurnalis lebih mengacu pada definisi Wartawan.

Dalam pendefinisian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), wartawan berhubungan dengan kegiatan tulis-menulis, di antaranya mencari data (riset, liputan, verifikasi) untuk melengkapi laporannya. Wartawan dituntut objektif, berbeda dengan penulis atau kolomnis yang bisa mengemukakan subjektivitasnya.

Pada awal abad ke-19, jurnalis berarti seseorang yang menulis untuk jurnal. Dalam abad terakhir ini arti jurnalis telah menjadi seorang penulis untuk koran dan majalah.

Banyak orang mengira jurnalis sama dengan reporter, seseorang yang mengumpulkan informasi dan menciptakan laporan, atau cerita. Tetapi, hal ini tidak benar karena reporter tidak meliputi tipe jurnalis lainnya, seperti kolumnis, penulis utama, fotografer, dan desain editorial.

Kesimpulan saya, makna jurnalis lebih luas dari wartawan. Jurnalis meliputi wartawan/reporter, fotografer (wartawan foto), editor, penulis lepas, kontributor, koresponden, dan kolomnis. (www.romeltea.com).*

Related Post

Kumpulan Motivasi dan Inspirasi Menulis Motivasi dan inspirasi menulis (niat menjadi penulis) bisa datang kepada seseorang "hanya" melalui kata-kata mutiara. Berikut ini kumpulan kata-kat...
Era Baru Jurnalistik: Jurnalisme Media Sosial KEHADIRAN media sosial (social media), seperti Facebook, Twitter, dan Youtube, menghadirkan era baru jurnalistik: jurnalisme media sosial (social medi...
Stand-Alone Journalism – Alternatif Wartawan... Stand-Alone Journalism - Alternatif Wartawan Publikasikan Liputannya WARTAWAN sering kecewa karena hasil liputannya atau naskah beritanya tidak bis...
‘Tulisan Ini Tidak Ada Khobarnya’ SUATU hari, seorang cendekiawan menyerahkan sebuah naskah usulan program kepada Moh. Natsir. Benar, Moh. Natsir yang itu, pahlawan nasional yang tokoh...

COMMENTS (3)

  • comment-avatar

    informatif sekali…tks

  • comment-avatar

    Izin ngutip ya. Saya sudah sertakan sumbernya 🙂