Cara Menjadi Moderator

By

Persiapan merupakan kunci sukses menjadi moderator. Tanpa persiapan, dijamin ‘gak bakalan bener jadi moderatornya! ‘Kan ada pepatan, siapa yang tidak melakukan persiapan, maka ia sedang siap gagal. Who doesn’t prepare he prepares to fail.

KAWAN saya mengeluh. Dia baru hadiri sebuah diskusi buku. Yang dia keluhkan soal “kinerja” moderator yang –katanya– “gak seru, membosankan, kaku”, jeleklah pokoknya.

Parahnya lagi, kawan saya tidak tahu siapa nama moderator itu!

Lho? “MC tidak menyebutkan. Moderator tidak mengenalkan diri,” begitu kira-kira, ketusnya.

UUK –ujung-ujungnya dia konsultasi deh. Cara menjadi moderator yang baik dan benar bagaimana?

“Baca buku saya deh, itu yang Kiat Memandu Acara: Panduan Praktis Menjadi MC dan Moderator“.

“Nanti pasti saya baca… tapi sebelum baca bukunya, saya mau tanya-tanya deh sekarang…”
“Boleh, tapi saya sambil makan bakso ya…”

Maka, meluncurkan sejumlah tanya, soal kiat atau cara menjadi moderator. Nih, saya bagi deh dengan Anda, siapa tahu berguna, syukur-syukur ada feedback, biar “ilmu” saya soal moderator juga nambah.

Kunci sukses moderator: Tahap Persiapan

Persiapan merupakan kunci sukses menjadi moderator. Tanpa persiapan, dijamin ‘gak bakalan bener jadi moderatornya! ‘Kan ada pepatan, siapa yang tidak melakukan persiapan, maka ia sedang siap gagal. Who doesn’t prepare he prepares to fail.

1. Pahami materi diskusi. Mintalah makalah pembicara kepada panitia, minimal sehari sebelumnya, untuk kita pelajari, pahami. Memahami materi merupakan kunci sukses public speaker, termasuk moderator. Dengan begitu, kita sudah dapat gambaran masalah yang akan dibicarakan, bahkan mungkin “kesimpulan sementara”.

2. Kenali narasumber atau pembicara. Minatalah biodata/CV narasumber kepada panitia, pelajari, kenali, biar berasa familiar. Saat jumpa di lokasi acara, tidak merasa asing lagi, udah punya bahan obrolan, sekadar basa-basi buat cairkan suasana dengan narasumber.

3. Kenali audiens, siapa peserta diskusi. Berguna untuk menentukan gaya bicara, pilihan kata, busana, de el el. To be continued… (www.romeltea.com).*

Next:
1. Membuka diskusi.
2. Delivery –saat diskusi.
3. Handling audience, Q-A Session, sesi tanya jawab.
4. Mengtasi pembiara “melenceng”.




Halalan Thoyiba alias boleh kutip atau Copy Paste tulisan di atas dengan syarat mencantumkan sumbernya: www.romeltea.com

About romeltea

Asep Syamsul M. Romli aka Romeltea --akrab disapa Kang Romel-- adalah praktisi, trainer, dan konsultan media. Profil lengkap di menu "My Profile". Karya tulis (buku) di menu "My Books". Kontak email: romeltea@yahoo.com. Follow @romeltea

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>