Cara Mengatasi Virus Deloton di Blog WordPress

Cara Mengatasi Virus Deloton di Blog WordPress

BLOG romeltea.com ini cukup lama  terinfeksi adware, malware, atau virus deloton.

Ketika klik salah satu postingan atau tulisan, maka link otomatis mengrah (redirect) ke link website, misalnya, http://deloton.com/xxxxxx yang berisi situs judi online, halaman jualan online, dan situs web lainnya.

Blog atau website yang terinfeksi adware deloton ini, ketika di klik di tempat mana pun, maka akan diarahkan (redirect) ke alamat deloton.com/xxxxx atau laman milik hacker atau website “klien” hacker lainnya.

Beruntung Cah Borneo yang juga pernah mengalami terinfeksi adware deloton berbagi tips cara mengatasi deloton di blog wordpress.

Cara Mengatasi Virus Deloton di Blog WordPress

Dari tips yang ada, intinya adalah login ke Cpanel, lalu temukan dan hapus file-file mencurigakan yang menyusup ke file wordpress di folder/directory wp-includes

Hapus (delete) file-file buatan hacker ini:

  1. class.wp.php
  2. wp-vcd.php
  3. wp-feed.php
  4. wp-temp.php

yang berada di direktori /wp-includes/

Saya lakukan itu. Saya biasa menggunakan WinSCP untuk masuk ke Cpanel. Virus lenyap, tapi blog jadi error. Cuma muncul halaman depan (homepage) doang.

Bahkan, mau login juga tidak bisa. Halaman login tak muncul.

Maka, saya lakukan langkah berikut ini untuk mengatasinya.

  1. Download WordPress versi terbaru
  2. Ekstrak file zip hasil download untuk menemukan folder wp-includes
  3. Masuk CPanel
  4. Buka wp-include dan menghapus isinya
  5. Copas isi folder wp-includes di file wordpress yang sudah diekstrak tadi ke folder wp-include yang dibuka di Cpanel.
  6. Beres!

Blog kembali normal. Alhamdulillah. Berikutnya adalah upaya pencegahan (ikhtiar) dan tawakkaltu ‘alallah agar blog ini aman-aman saja.

Pasang Plugin Pengaman Wordfence

Saya pun memasang plugin Wordfence. Cara pasangnya:

  1. Di dashboard blog wp Anda, klik menu Plugins > Add New.
  2. Search atau cari ‘wordfence’ tanpa tanda petik.
  3. Klik “Install Now” dan Wordfence akan terpasang.

wordfence

Setelah terpasang, begitu ada file baru atau “penyusup” ke blog wp Anda, Wordfence akan otomatis mengirimkan email notifikasi, seperti ini:

* File appears to be malicious: wp-includes/wp-tmp.php
Warnings:
* Unknown file in WordPress core: wp-includes/wp-feed.php
* Unknown file in WordPress core: wp-includes/wp-tmp.php

Ngeblog di WP selfhosted memang berisiko kena injeksi adware bahkan hacker. Makanya sebenarnya saya lebih nyaman ngeblog di Blogger/Blogspot (www.romelteamedia.com) daripada ngurusi www.romeltea.com yang saya buat di wordpress ini.

Error yang dulu sering saya alami, relatif tidak ada, setelah saya upgrade ke paket khusus WP di webhosting Qwords.

Tapi, ya itu tadi, kena injeksi adware deloton yang sangat mengganggu stabilitas pageviews dan trafik.

Demikian sedikit berbagi pengalaman mengatasi atau menghapus adware deloton di blog/website WordPress. Wasalam. (www.romeltea.com).*

 

Related Post

Cara Menguji SEO Website atau Blog Cara menguji SEO website atau blog sangat mudah. Banyak situs atau provider yang menyediakan secara gratis untuk menguji SEO website atau blog kita pl...
Jumlah Penghasilan Blogger Indonesia dari Google A... Berapa jumlah penghasilan Blogger Indonesia dari Google AdSense per bulan? Jawabannya: relatif. Namun, diperkirakan antara Rp1-5 juta per bulan, terga...
Sejarah Blog dan Dinamikanya (2) Blog is Online Diary Pada awalnya, blog merupakan situs pribadi atau website pribadi berisikan catatan harian secara online (onile diary). Pemil...
Cara Memasang Iklan Google Adsense di Postingan Wo... Cara Memasang Iklan Google Adsense di Awal Tengah Akhir Postingan WordPress. GANTI template, tiba-tiba bingung bagaimana cara memasang iklan Google...

COMMENTS (2)

  • comment-avatar
    Jika Anda May 16, 2018

    cara menghapus virus Deloton pengalihan di uc browser untuk pc? menggunakan panduan ini tetapi tidak membantu: https://www.2-spyware.com/remove-deloton-com-virus.html

  • comment-avatar

    Terima kasih banyak mas, ta pikir browser ku yang kena, rupanya dari wordpressnya. Untung ada penjelasan di artikel ini.