Contoh Berita yang Tidak Akurat (PKB Hong Kong)

Contoh Berita yang Tidak Akurat (PKB Hong Kong)

Foto: DDHK News

Foto: DDHK News

Berita tentang pendirian PKB cabang Hong Kong terkesan “bombastis”. Simak saja judulnya, misalnya, “PKB buka cabang di Hongkong, dihadiri ribuan TKI” atau “Peresmian PKB Cabang Hongkong Disambut Antusias”.

Apa bisa disebut berita bohong? Tidak juga, tapi “hampir bohong”. Bahasa halusnya, “kurang akurat” dan terkesan “manipulatif”. Pasalnya, menurut TKI Hong Kong yang saya tanya via inbox facebook mereka, acara di Victoria Park yang digelar Minggu (7/7) itu bukan deklarasi PKB, tapi pengajian menyambut Ramadhan.

Yang membuat acara itu  dihadiri ribuan TKI, karena pihak panitia sebelumnya mengumumkan acara tersebut akan dihadiri Rhoma Irama. Nyatanya Rhoma tidak hadir. Reporter DDHK News juga memberitakannya Rhoma Irama Batal Hadir, Pengajian KOMI Hong Kong Tetap Berlangsung. Ini berita yang akurat menurut saya. Backdropnya juga jelas itu acara pengajian plus foto Rhoma Irama.

Jadi, berita bahwa ribuan TKI hadiri deklarasi PKB Hong Kong, jelas tidak akurat dan cenderung menyesatkan, baik bagi PKB sendiri maupun bagi publik. Banyak lho TKI yang memrotes berita tersebut.

Coba simak ini:

  • …Panitia pengajian nipu. jamaah Hong kong dijanjikan Rhoma irama dg beli tiket..ribuan jamaah marah dibohongi panitia…”
  •  “wartawanya siapa sudah melakukan pembohongan yg sistematis kepada BMI HONG KONG.. Belum cukup MUHAIMIN DICERCA DI HONG KONG SEKARANG MENIPU BESAR2 di hongkong….
  • Beritanya tidak sesuai fakta di lapangan, sang penulis beritanya ikut turun ke lapangan gak sih?

Itu komentar beberapa TKI Hong Kong. Selengkapnya bisa disimak di kolom komentar berita merdeka.com.

Kalau kita simak komentar aktivis buruh migran di Hong Kong, lebih pedas lagi, karena mereka “memantau” dan terbiasa mengkeritisi kinerja Menakertrans Muhaimin Iskandar yang tak lain Ketua Umum PKB.

Ini dia beritanya:

PKB buka cabang di Hongkong, dihadiri ribuan TKI

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendeklarasikan berdirinya PKB Cabang Hong Kong di lapangan Victoria Park, Minggu. Deklarasi itu dihadiri ribuan tenaga kerja Indonesia yang tergabung dalam Buruh Migran Indonesia dan Komunitas Migran Indonesia di Hong Kong.

Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat PKB Imam Nahrawi mengatakan, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Perwakilan PKB Hong Kong diresmikan bersamaan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) partainya yang ke-15. Peresmian PKB cabang Hongkong juga sebagai langkah menambah jangkauan dan kiprah PKB di luar negeri. Sebelumnya, PKB sudah memiliki cabang di Malaysia, Syiria, Libya, Filipina, Arab Saudi, dan beberapa negara lain.

“Untuk perwakilan partai di luar negeri dapat dibentuk struktur organisasi partai setingkat Dewan Pengurus Cabang untuk tingkat kabupaten/kota, yaitu Dewan Pengurus Cabang Perwakilan (DPCP),” kata Imam seperti dikutip dari Antara, Senin (8/7).

Anggota Fraksi PKB DPR RI itu juga menegaskan bahwa konsistensi perjuangan PKB terhadap hak-hak buruh migran melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang dipimpin Muhaimin Iskandar.

“Harap dicatat, PKB merupakan partai yang selama ini peduli dan konsisten memperjuangkan hak-hak tenaga kerja,” katanya.

Melalui Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar maupun anggota Fraksi PKB di DPR Senayan, lanjut Imam, PKB membuat sekaligus turut mengawal berbagai kebijakan yang menyangkut kepentingan, kemaslahatan, serta kesejahteraan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.

“Para tenaga kerja di luar negeri adalah pahlawan bangsa yang sedikit pun tidak boleh dilupakan kontribusi dan eksistensinya,” tandas Imam.

Imam Nahrawi menambahkan, perjuangan PKB ke depannya akan semakin maksimal bila disertai dukungan dan doa dari seluruh tenaga kerja di Hongkong. Untuk itu, Imam berharap para tenaga kerja menggunakan hak pilihnya serta bersedia membantu secara ikhlas memenangkan PKB pada Pemilu 2014. (merdeka.com).

Peresmian PKB Cabang Hongkong Disambut Antusias

INILAH.COM, Hongkong – Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa Imam Nahrawi mendeklarasikan berdirinya PKB Hongkong, Minggu (7/7/2013).

Bertempat di lapangan Victoria Park, dihadiri ribuan TKI, Buruh Migran Indonesia dan Komunitas Migran Indonesia Hongkong.

Dalam orasi politiknya, Imam Nahrawi bersyukur dan bangga PKB memiliki cabang perwakilan di Hongkong.

“Alhamdulillah, hari ini DPCP PKB Hongkong diresmikan bersamaan dengan perayaan ulang tahun PKB ke-15. Ini menambah jangkauan dan kiprah PKB di luar negeri,” kata Imam Nahrawi, disambut riuh tepuk tangan dan teriakan “Hidup PKB”.

Dalam kesempatan ini, Imam Nahrawi juga mengenalkan tagline baru PKB, yakni Indonesia Lahir Batin. Tagline tersebut untuk menegaskan kembali PKB sebagai partai terbuka dan nasionalis religius yang siap menampung dan menyalurkan aspirasi semua golongan.

“Sejak berdiri, PKB sudah berkomitmen dan bertekad bersama komponen lain untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil, makmur, berakhlak mulia dan bermartabat,” katanya.

Imam yang juga anggota DPR RI itu menegaskan konsistensi perjuangan PKB terhadap hak-hak buruh migran melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang dipimpin Muhaimin Iskandar. Para tenaga kerja di luar negeri adalah pahlawan bangsa yang tidak boleh dilupakan kontribusi dan eksistensinya.

“Harap dicatat, PKB merupakan partai yang selama ini peduli dan konsisten memperjuangkan hak-hak tenaga kerja. Melalui Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar maupun anggota Fraksi PKB di DPR Senayan, PKB membuat sekaligus turut mengawal berbagai kebijakan yang menyangkut kepentingan, kemaslahatan serta kesejahteraan TKW, BMI dan KOMI,” katanya.

Perjuangan PKB ke depan akan semakin maksimal jika PKB mendapat dukungan dan doa dari seluruh tenaga kerja di Hongkong. Untuk itu, Imam berharap para tenaga kerja menggunakan hak pilihnya serta bersedia membantu secara ikhlas memenangkan PKB pada Pemilu 2014.

Sementara itu, Bunda Mia selaku Ketua KOMI Hongkong menyatakan komitmen dan totalitas mendukung PKB. Parpol yang diwarisi Gus Dur itu adalah milik bersama.

“Ribuan tenaga kerja di sini siap mencoblos dan memenangkan PKB pada pemilu nanti. PKB wajib menang di Hongkong!” kata Bunda Mia berapi-api, di atas panggung.

Deklarasi PKB Hongkong berlangsung meriah dan penuh kesan. Bendera dan spanduk PKB memenuhi Victoria Park. Tampak hadir pula artis sekaligus caleg PKB Khrisna Mukti dan grup musik Debu yang ikut turut menyemarakan acara.

PKB sebelumnya sudah lebih dulu dideklarasikan di Malaysia, Syiria, Libia , Filipina, Arab Saudi dan beberapa negara lain. Ke depan, perluasan Dewan Pengurus Cabang Perwakilan akan terus digalakkan. [rok]

Berita yang bersumber dari rilis DPP PKB itu dimuat antaranews.com, juga gatra.com, tribunnews.com, jpnn.com,  dan lainnya. Versi antara di antaranya berbunyi:

Siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin, menyebutkan acara deklarasi itu dihadiri ribuan tenaga kerja Indonesia yang tergabung dalam Buruh Migran Indonesia dan Komunitas Migran Indonesia di Hong Kong.

Mana yang benar? Ini berita tentang acara yang sebenarnya:

Rhoma Irama Batal Hadir, Pengajian KOMI Hong Kong Tetap Berlangsung

DDHK News, Hong Kong — Walau Raja Dangdut Rhoma Irama tak jadi datang, namun acara pengajian Komunitas Migrant Indonesia di Hong Kong (KOMI HK), Ahad (7/7), di Victoria Park, Causeway Bay, tetap berjalan lancar.

Acara bertajuk “Sholawat Senandung Religi dan Dzikir Akbar” itu sedianya menghadirkan Rhoma Irama dan Ustadz Muhammad Natta. Namun Raja Dangdut dan Ustadz Natta berhalangan hadir.

BMI Hong Kong sempat menyatakan kekecewaannya karena yang mereka nanti-nantikan tidak bisa hadir. Namun penampilan Debu, Bana Nasyid, Jundhy Saputra, Krishna Mukty, dan penampilan  kreasi BMI dapat meredam kekecewaan penonton yang hadir.

Ketua KOMI, Mia, menyatakan, masih banyak yang tidak kecewa karena banyak artis yang hadir dan punya fans masing-masing, seperti Jundhy, Bana, Debu, Krisha, serta ustadz lain. “Mereka memiliki penggemarnya masing-masing. Kami berusaha memberikan yang terbaik,” katanya.

“Saya pribadi juga kecewa, jadi bukan teman-teman karena pemberitahuannya pun mendadak bahwa H. Rhoma dan Ustadz Nata tidak bisa hadir, sedangkan visa semuanya sudah kami persiapkan,” jelas Mia.

“Apa pun yang terjadi, kami jadikan ini supaya lebih baik lagi ke depannya, karena selain siraman rohani kami juga berusaha memberikan hiburan di mana tempatnya di taman dan tidak terbatas.”

Ditambahkannya, siapa pun yang menyampaikan tausiyah kita jadikan bekal nantinya. “Itu yang penting. Bukan siapa yang menyampaikan, tapi apa yang disampaikan,” pungkasnya. (Rima Khumaira/ddhongkong.org).*

Nah, jadi kawan-kawan wartawan, cek dan ricek itu perlu. Jangan “makan” begitu saja informasi yang ada, apalagi rilis dari partai politik! TKI Hong Kong sangat mudah diminta konfirmasi via email atau facebook mereka lho…! Wasalam. (www.romeltea.com).*

Related Post

Kode Etik Jurnalistik: Etika Profesi Wartawan Kode Etik Jurnalistik adalah etika profesi wartawan. Jurnalis yang melanggarnya disebut wartawan tidak profesional. Wartawan yang tidak menaati kod...
Tips Menulis: Tema, Fokus, dan Ringkas! Jangan menulis jika tidak tahu harus menulis apa. Demikian tips menulis pertama yang wajib diperhatikan semua (calon) penulis. Setelah itu, pilih tema...
Narrowcasting Journalism: Jurnalisme Media Komunit... MEDIA Komunitas (Community Media) – singkatan dari Media Komunikasi Massa Komunitas—merupakan media komunikasi antaranggota komunitas tertentu. Ia dib...
Kumpulan Motivasi dan Inspirasi Menulis Motivasi dan inspirasi menulis (niat menjadi penulis) bisa datang kepada seseorang "hanya" melalui kata-kata mutiara. Berikut ini kumpulan kata-kat...

COMMENTS (1)