Contoh Unsur Berita 5W+1H

5w1h

Oleh ASM Romli

Formula 5W+1H identik dengan berita (news). Berita adalah laporan peristiwa. Ada peristiwa, lalu dilaporkan oleh wartawan di media, jadilah ia sebuah berita (diberitakan).

Standar sebuah berita terdiri dari enam unsur Who What Where When Why How (5W+1H).  Berita yang baik harus menjawab keenam pertanyaan  tersebut: Who (siapa), What (apa), Where (di mana), When (kapan), Why (kenapa), dan How (bagaimana).

Berikut ini contoh unsur berita 5W+1H. Semua atau sebagian besar unsur inilah yang disusun wartawan sehingga menjadi berita.

What (Apa)

  • Pertiwa apa?
  • Apa yang terjadi?
  • Kejadian apa?
  • Ada apa?
  • Korupsi?
  • Seminar?
  • Penangkapan?
  • Pencurian?
  • Kebakaran?
  • Kawin lagi?
  • Poligami?
  • Kampanye?
  • Kabur?
  • Dicekal KPK?
  • Jadi caleg?
  • Pemilihan wali kota?
  • Demonstrasi?
  • Bentrok?
  • Rusuh?
  • Perang?

Who (Siapa)

  • Siapa pelakunya?
  • Siapa yang terlibat?
  • Siapa korbannya?
  • Siapa saksinya?
  • Siapa yang bertanggung jawab?
  • Siapa yang hadir?
  • Siapa jadi pembicara?
  • Siapa dalangnya?
  • Siapa yang jadi MC?
  • Siapa yang mengacaukan?
  • Siapa yang meramaikan?
  • Siapa pemimpinnya?

Where (Di Mana)

  • Di mana kejadiannya? Unsur tempat. Nama tempat/lokasi kejadian. Bisa nama jalan, nama gedung, nama kota, nama kawasan, nama sungai. Umumnya nama kota dan provinsi.

When (Kapan)

  • Kapan kejadiannya? Unsur waktu. Biasanya hari dan tanggal, kadang-kadang dengan jam. Penulisan unsur waktu berupa jam dan menit berlaku untuk peristiwa “besar”, seperti gempa dan kematian.

Why (Kenapa)

  • Kenapa peristiwa itu terjadi?
  • Apa penyebabnya?
  • Apa latar belakangnya?
  • Mengapa ia melakukan itu?
  • Motifnya apa?
  • Tujuannya apa?
  • Untuk apa?

How (Bagaimana)

  • Bagaimana proses kejadiannya?
  • Dalam kondisi bagaimana?
  • Dalam cuaca bagaimana?
  • Bagaimana suasana acaranya?
  • Bagaimana cara  ia melakukannya?
  • Bagaimana urutan kejadiannya?
  • Bagaimana jalannya demo?
  • Bagaimana bentrokannya?
  • Bagaimana korupsinya?
  • Bagaimana tertipunya?

Sebuah berita umumnya diawali dengan unsur WHO dan WHAT.

Direktur Utama PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman (WHO) kembali diperiksa sebagai saksi (WHAT) di kantor KPK (WHERE), Senin (11/3/2013) (WHEN).  

Komisi Pemberantasan Korupsi (WHO) menyelidiki kasus dugaan korupsi pengadaan pembangunan Wisma Atlet SEA Games XXVI Palembang (WHAT). 

PT Sony Indonesia (WHO) mengumumkan 60 produk elektronik yang akan diluncurkan sepanjang 2013 (WHAT).

Unsur berita lainnya, khususnya WHY dan HOW, ada dalam tubuh atau isi berita. Unsur WHY sering juga dimuncul di awal kalimat, seperti “Untuk mengurangi pengangguran (WHY), pemerintah (WHO) menggulirkan program pelatihan wirausaha (WHAT). (www.romeltea.com).*

Related Post

Jurnalistik Media Sosial JURNALISTIK itu ilmu terapan (applied science). Begitu ada media baru, jurnalistik bisa menggunakannya sebagaia media (sarana/channel/saluran) publika...
Jurnalistik Bukan Monopoli Wartawan Aktivitas jurnalitik saat ini bukan lagi monopoli wartawan atau reporter media massa. Siapa pun bisa membuat berita dan menyebarluaskannya melalui blo...
Feature, Karya Jurnalistik yang Tetap Aktual By ASM. Romli Feature (baca: ficer) merupakan salah satu jenis tulisan jurnalistik, selain berita (news) dan artikel opini (views). Cara menulis fe...
Kamus Jurnalistik – Daftar Istilah Jurnalist... Kamus Jurnalistik - Daftar Istilah Jurnalistik Cetak, Radio, dan Televisi Kamus Jurnalistik - Daftar Istilah Jurnalistik Cetak, Radio, dan Televisi...

COMMENTS (2)

  • comment-avatar
    Daniel Noman (dano) October 16, 2014

    terima kasih utk pelajaran praktis, cepat, singkat dan padat ttg cara menulis berita yg tepat dan akurat.