Corporate Journalism: Jurnalisme Perusahaan

Corporate Journalism: Jurnalisme Perusahaan

jurnalistik_terapanCorporate Journalism (jurnalisme perusahaan) –disebut juga Brand Journalism— dapat diartikan sebagai aktivitas atau aplikasi jurnalistik di sebuah perusahaan untuk komunikasi pemasaran –promosi dan penjualan produk– serta publikasi aktivitas perusahaan kepada publik.

Corporate journalism merupakan strategi baru dalam bidang pemasaran sekaligus kehumasan (public relation). Dengan corporate journalism, sebuah perusahaan tidak hanya memasang iklan atau spanduk untuk berkomunikasi dengan klien atau konsumennya, tapi juga memproduksi sekaligus menyebarkan sendiri berita, artikel, atau feature tentang produk dan aktivitasnya kepada publik melalui media yang mereka miliki.

Situs newsstrategies.com menyebut corporate journalism ini sebagai “matriks dan mode baru dunia usaha”. Organisasi besar dan kecil kini tidak lagi mesti bergantung pada media utama untuk mengkomunikasikan (menyebarkan) berita, dengan cara mereka sendiri, secara langsung dan efektif, kepada untuk publik.

“Organizations large and small are finding they can simply bypass mainstream media to communicate their news, in their way, directly and effectively, to their publics.” (newsstrategies.com).

Masalahnya adalah sebuah perusahaan mampu “mengundang” pembaca sehingga berita yang mereka publikasikan itu dibaca sebanyak mungkin orang, sebagaimana pembaca media pada umumnya. Untuk itu, dibutuhkan kreativitas dalam jurnalisme perusahaan dalam hal manajemen medianya.

Selain itu, jurnalis perusahaan pun harus memiliki keterampilan (skill) dan wawasan jurnalistik sebagaimana wartawan profesional agar tulisan yang mereka buat semenarik dan sekredibel karya-karya jurnalistik wartawan profesional.

Sebuah perusahaan dapat menerbitkan buletin, majalah, atau tabloid untuk menyebarkan beritanya, juga media-media online seperti website/blog, media sosial atau situs jejaring sosial populer (facebook, twitter), dan video (Youtube).

Harus ada unit atau divisi khusus untuk mengelolanya, termasuk semacam “News Room”. Interaksi dengan publik (klien) akan intensif, seperti menanggapi keluhan, pertanyaan, atau pesanan (order).

News Strategies menyebutkan, corporate journalism dapat divisualisasikan sebagai semacam segitiga interaksi (triangle of interaction) –paduan antara jurnalisme, komunikasi strategis, dan teknologi digital interaktif dan kekuatan untuk berhubungan dengan publik.

Pilar-pilar jurnalisme –fakta, keterbukaan, keseimbangan, dan transparansi– bersama unsur-unsur inti komunikasi strategis –perencanaan visioner, riset, pesan, dan penentuan tujuan—menggunakan alat komunikasi online dapat diakses hanya dengan sekali klik. Media sosial seperti facebook dan twitter berguna sebagai “tactical tool to assist” (alat taktis untuk membantu).

Jurnalisme perusahaan adalah tentang membangun kepercayaan, keterbukaan, dan transparansi. Forum untuk berbagi komentar terbuka (kolom komentar) menjadi keniscayaan.

Manfaat jurnalisme perusahaan antara lain pengembangkan wawasan baru tentang perusahaan, produk, pelanggan, dan industri, juga pengembangan sikap terbuka dan jujur ​​dalam komunikasi yang akan membangun prospek dan kepercayaan di antara pelanggan. Wasalam. (www.romeltea.com. Source: churbuck.com, davidhenderson.com, newsstrategies.com, etc.).*

Related Post

Stand-Alone Journalism – Alternatif Wartawan... Stand-Alone Journalism - Alternatif Wartawan Publikasikan Liputannya WARTAWAN sering kecewa karena hasil liputannya atau naskah beritanya tidak bis...
Apa Sih Jurnalistik Immersion? Assalamu’alaikum Kang, mau nanya, apa sih arti jurnalistik immersion. Wassalamu’alaikum. Jawab: Wa’alaikum salamu'alaikum wr. wb. Jurnalistik (jurn...
Cara Menulis Berita SEBELUM ke teknis Cara Menulis Berita, kita pahami dulu pengertian berita (news) di dunia jurnalistik. Secara harfiyah, menurut Kamus Bahasa Indone...
Jurnalistik Terapan: Panduan bagi Wartawan dan Pen... Penerbit buku Jurnalistik Terapan: Baticpress, 2002. Hotline: (022) 7206964. Buku Jurnalistik Terapan mengupas tuntas persoalan jurnalistik, mulai hal...

COMMENTS (8)

  • comment-avatar

    Pak, mau req doong, buat tambahan referensi d tugas kapita selekta nya tentang jurnalistik sebagai perusahaan. mohon bantuannya bapak da bageur 😀

  • comment-avatar

    izin kutip artikel bapak

  • comment-avatar

    Assalamualaikum bapa saya izin copas artikel ini buat tugas .
    mohon balas cepet ya pak, lg butuh bgt ne…
    he
    nuhun

    • comment-avatar

      Halal, diizinkan, dibolehkan copy paste & kutip tulisan di atas dengan mencantumkan sumber http://www.romeltea.com. Copy Paste/kutip tulisan tanpa menyebutkan sumber = Plagiarism/Plagiat dan Penalty Google! Dapat terlacak dengan “Copyscape Tools” dan “Plagiarism Checker”.

  • comment-avatar

    Mas saya mau tanya, bagaimana pendapat anda tentang website milik perusahaan, yang isi beritanya hanya mereviw atau memposting dari media lainnya (online). tidak membuat berita sendiri saja. karena terkesan seperti kliping koran online….jawabannya akan saya pergunakan untuk masukan kepada pengelola web tsb/Humas.terimakasih.

    • comment-avatar

      Silakan liat-liat kategori Humas di web ini.
      1. Review/posting dari media lain tidak masalah, selama mencantumkan sumber (link)
      2. Memang sebaiknya dan seharusnya website pemerintah dikelola dengan profesional, toh mereka punya anggarannya, dibiaya negara! Staf humas mesti, wajib bisa menulis, minimal menulis berita dan rilis, untuk updating website instansinya. Humas yang tidak bisa menulis sehingga tidak mengupdate website instansinya, maka ia tidak profesional, harus dilatih dulu tuh, saya siap melatihnya! ^_^