Corporate Journalism: Jurnalisme Perusahaan

481 views

Corporate Journalism (jurnalisme perusahaan, jurnalisme korporat) –disebut juga Brand Journalism (jurnalisme merek)– dapat diartikan sebagai aktivitas atau aplikasi jurnalistik di sebuah perusahaan untuk komunikasi pemasaran –promosi dan penjualan produk– serta publikasi aktivitas perusahaan kepada publik.

Corporate Journalism

Dulu, jika sebuah perusahaan ingin publikasi produk atau layanan baru, maka staf pemasaran harus membuat press release dan dikirimkan ke media untuk dipublikasikan, atau mengundang media/wartawan untuk wawancara.

Kini, di era internet, hal itu masih bisa dilakukan, tapi bukan satu-satunya cara. Kini setiap perusahaan mempunyai website dan akun media sosial untuk publikasi informasi. Bisa juga membuat situs berita khusus yang berbeda dengan situs resmi perusahaan.

Corporate journalism merupakan strategi baru dalam bidang pemasaran sekaligus kehumasan (public relation).

Dengan corporate journalism, sebuah perusahaan tidak hanya memasang iklan atau spanduk untuk berkomunikasi dengan klien atau konsumennya, tapi juga memproduksi sekaligus menyebarkan sendiri berita, artikel, atau feature tentang produk dan aktivitasnya kepada publik melalui media yang mereka miliki.

Situs newsstrategies.com menyebut corporate journalism ini sebagai “matriks dan mode baru dunia usaha”. Organisasi besar dan kecil kini tidak lagi mesti bergantung pada media utama untuk mengkomunikasikan (menyebarkan) berita, dengan cara mereka sendiri, secara langsung dan efektif, kepada untuk publik.

“Organizations large and small are finding they can simply bypass mainstream media to communicate their news, in their way, directly and effectively, to their publics.” (newsstrategies.com).

Masalahnya adalah sebuah perusahaan mampu “mengundang” pembaca sehingga berita yang mereka publikasikan itu dibaca sebanyak mungkin orang, sebagaimana pembaca media pada umumnya. Untuk itu, dibutuhkan kreativitas dalam jurnalisme perusahaan dalam hal manajemen medianya.

Selain itu, jurnalis perusahaan pun harus memiliki keterampilan (skills) dan wawasan jurnalistik sebagaimana wartawan profesional agar tulisan yang mereka buat semenarik dan sekredibel karya-karya jurnalistik wartawan profesional.

Sebuah perusahaan dapat menerbitkan buletin, majalah, atau tabloid untuk menyebarkan beritanya, juga media-media online seperti website/blog, media sosial atau situs jejaring sosial populer (facebook, twitter), dan video (Youtube).

Harus ada unit atau divisi khusus untuk mengelolanya, termasuk semacam “News Room”. Interaksi dengan publik (klien) akan intensif, seperti menanggapi keluhan, pertanyaan, atau pesanan (order).

News Strategies menyebutkan, corporate journalism dapat divisualisasikan sebagai semacam segitiga interaksi (triangle of interaction) –paduan antara jurnalisme, komunikasi strategis, dan teknologi digital interaktif dan kekuatan untuk berhubungan dengan publik.

Pilar-pilar jurnalisme –fakta, keterbukaan, keseimbangan, dan transparansi– bersama unsur-unsur inti komunikasi strategis –perencanaan visioner, riset, pesan, dan penentuan tujuan—menggunakan alat komunikasi online dapat diakses hanya dengan sekali klik. Media sosial seperti facebook dan twitter berguna sebagai “tactical tool to assist” (alat taktis untuk membantu).

Jurnalisme perusahaan adalah tentang membangun kepercayaan, keterbukaan, dan transparansi. Forum untuk berbagi komentar terbuka (kolom komentar) menjadi keniscayaan.

Manfaat jurnalisme perusahaan antara lain pengembangkan wawasan baru tentang perusahaan, produk, pelanggan, dan industri, juga pengembangan sikap terbuka dan jujur ​​dalam komunikasi yang akan membangun prospek dan kepercayaan di antara pelanggan.

Corporate Journalism in Practice

Corporate Journalism in Practice. (Source)

Corporate journalism adalan penerapan keterampilan jurnalistik –menulis, editing, wawancara, reportase– untuk komunikasi pemasaran.

Corporate journalism adalah metode efektif untuk informasi atau hal-hal yang tidak tercover dalam perusahaan. Keuntungan jurnalisme perusahaan antara lain membangun persepsi dan “pencitraan merek” (branding) sedetail mungkin.

Demikian ulasan ringkas tentang corporate journalism atau jurnalisme perusahaan. Contohnya adalah berita-berita yang ada situs resmi perusahaan.

Corporate journalism juga bisa berupa pembuatan website khusus yang tidak promosi produk, tapi hanya branding dan mengikat loyalitas konsumen, seperti Black Experience milik Djarum Black yang berupa situs informasi otomotif.

black-experience

Dalam situs itu tidak ada promosi produk rokok, namun logo dan “desain interior” situsnya bernuansa Djarum Black, rokok yang saya konsumsi saat ini 🙂

Wasalam. (www.romeltea.com. Source: churbuck.com, davidhenderson.com, newsstrategies.com, lego. etc.).

 

Corporate Journalism jurnalisme korporat Jurnalisme Perusahaan Jurnalistik

Related Post

  1. author
    Sri Mulyani6 years agoReply

    Pak, mau req doong, buat tambahan referensi d tugas kapita selekta nya tentang jurnalistik sebagai perusahaan. mohon bantuannya bapak da bageur 😀

  2. author
    Amarulloh6 years agoReply

    izin kutip artikel bapak

  3. author

    Assalamualaikum bapa saya izin copas artikel ini buat tugas .
    mohon balas cepet ya pak, lg butuh bgt ne…
    he
    nuhun

    • author
      romeltea (Author)6 years agoReply

      Halal, diizinkan, dibolehkan copy paste & kutip tulisan di atas dengan mencantumkan sumber http://www.romeltea.com. Copy Paste/kutip tulisan tanpa menyebutkan sumber = Plagiarism/Plagiat dan Penalty Google! Dapat terlacak dengan “Copyscape Tools” dan “Plagiarism Checker”.

  4. author
    Subagyo7 years agoReply

    Mas saya mau tanya, bagaimana pendapat anda tentang website milik perusahaan, yang isi beritanya hanya mereviw atau memposting dari media lainnya (online). tidak membuat berita sendiri saja. karena terkesan seperti kliping koran online….jawabannya akan saya pergunakan untuk masukan kepada pengelola web tsb/Humas.terimakasih.

    • author
      romeltea7 years agoReply

      Silakan liat-liat kategori Humas di web ini.
      1. Review/posting dari media lain tidak masalah, selama mencantumkan sumber (link)
      2. Memang sebaiknya dan seharusnya website pemerintah dikelola dengan profesional, toh mereka punya anggarannya, dibiaya negara! Staf humas mesti, wajib bisa menulis, minimal menulis berita dan rilis, untuk updating website instansinya. Humas yang tidak bisa menulis sehingga tidak mengupdate website instansinya, maka ia tidak profesional, harus dilatih dulu tuh, saya siap melatihnya! ^_^

Leave a reply