Dasar-Dasar Jurnalistik

Dasar-Dasar Jurnalistik

545
31
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

jurnalistik_terapan

ULASAN ringkas tentang dasar-dasar jurnalistik (basics of journalism) ini akan kita mulai dengan pengertian atau definisi jurnalistik, lalu pengertian wartawan, kode etik, dan seterusnya.

Dasar-Dasar Jurnalistik di bawah ini bisa menjadi bahan atau materi Pengantar Ilmu Jurnalistik.

Secara umum, jurnalistik itu menyangkut peliputan atau pelaporan peristiwa (reporting), penulisan berita (writing), dan penyuntinan naskah berita (editing).

Jurnalistik terkait dengan banyak hal, namun dalam lingkup komunikasi media (mass media communication).

Jurnalistik bagian dari komunikasi, yakni komunikasi media atau proses penyampaian pesan –dalam hal ini informasi peristiwa aktual– melalui media massa.

Komunikasi atau pemberitaan melalui media cetak disebut jurnalistik cetak (printed journalism).

Komunikasi melalui media radio, televisi, dan film disebut jurnalistik elektronik (electronic journalism).

Komunikasi atau penyebarluasan informasi melalui situs web berita atau portal berita (media internet, media online, media siber) disebut jurnalistik dalam jaringan (daring) atau jurnalistik online (online journalism).

dasar dasar jurnalistik

Pengertian Jurnalistik

Etimologi: Asal-Usul Kata

  • Kata dasar: “Jurnal”, = laporan, catatan,
  • Akar kata: “Du Jour” (Yunani) = hari, kejadian hari ini

Pengertian jurnalistik secara etimologis: Jurnalistik adalah laporan atau catatan tentang kejadian aktual.

Bahasa: Harfiyah

  • Yang menyangkut kewartawanan dan persuratkabaran (KBBI).
  • The collection and editing of news for presentation through the media;  writing designed for publication in a newspaper or magazine (Merriam Webster).

Secara bahasa (harfiyah), jurnalistik adalah hal-hal yang menyangkut kewartawanan dan media massa, terutama penulisan, penyuntingan, dan penyajian atau publikasi berita melalui media massa seperti koran atau majalah.

Terminologi: Istilah

  • Proses – “aktivitas” peliputan, penulisan, penyebarluasan info aktual
  • Teknik  – “keahlian” , reporting and writing.
  • Ilmu – “bidang kajian”, ilmu komunikasi massa.

Secara istilah, jurnalistik adalah proses, teknik, dan ilmu peliputan, penulisan, dan penyebarluasan informasi aktual (berita) dalam lingkup komunikasi massa, yakni proses penyampaian pesan melalui media massa.

jurnalistik-jurnalisme

Pengertian Jurnalis/Wartawan

  • Jurnalis/Wartawan adalah orang yang melakukan aktivitas jurnalistik secara rutin (UU No. 40/1999 tentang Pers)
  • Inggris: Journalist, Reporter, Editor, Paper Man, News Man

Kualifikasi Wartawan:

  • Menaati Kode Etik (Codes of Conduct)
  • Menguasai Bidang Liputan (Beat)
  • Menguasai Teknik Jurnalistik (J-Skills)

Wartawan adalah orang yang bekerja di sebuah media massa dengan melakukan aktivitas jurnalistik (peliputan dan penulisan berita) secara rutin, menaati kode etik, menguasai tema liputannya, dan menguasai teknik jurnalistik terutama menulis berita dan wawancara.

Kode Etik Jurnalistik

  1. Independen, akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.
  2. Profesional  (tunjukkan identitas; hormati hak privasi; tidak menyuap; berita  faktual dan jelas sumbernya; tidak plagiat; penggunaan cara-cara tertentu dapat dipertimbangkan untuk peliputan berita investigasi bagi kepentingan publik).
  3. Berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.
  4. Tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.
  5. Tidak menyalah-gunakan profesi dan tidak menerima suap.
  6. Memiliki Hak Tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan “off the record”.
  7. Tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi  SARA.
  8. Hormati kehidupan pribadi, kecuali untuk kepentingan publik.
  9. Segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru/tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa.
  10. Layani Hak Jawab dan Hak Koreksi secara proporsional.

Kode etik jurnalistik adalah etika profesi wartawan. Ciri utama wartawan profesional yaitu menaati kode etik, sebagaimana halnya dokter, pengacara, dan kaum profesional lain yang memiliki dan menaati kode etik.

Teknik Jurnalistik (J-Skill)

  • Teknik Reportase: Observasi, Wawancara, Studi Literatur
  • News Writing
  • News Reporting (for Radio/TV): News Reading, Spoken Reading, News Script Writing)
  • Editing
  • Bahasa  Jurnalistik

Teknik Jurnalistik (Journalism Skills) adalah keahlian atau keterampilan khusus dalam hal reportase, penulisan dan penyuntingan berita, serta wawasan dan penggunaan bahasa jurnalistik atau bahasa media.

Produk Jurnalistik: Karya Jurnalistik/Jenis-Jenis Tulisan)

  • News –Hard News, Opinion News, Interpretative News, Etc.
  • Views — Artikel, Editorial/Tajuk, Kolom, Karikatur, Pojok, Esai, Ilmiah Populer)
  • Feature — Tips, Laporan Perjalanan, Biografi, Profil, Resensi, etc.

Secara garis besar, produk atau karya jurnalistik itu adalah berita, artikel opini, dan feature.

Berita adalah laporan peristiwa. Opini adalah tulisan berisi pendapat, penilaian, pemikiran, atau analisis tentang suatu masalah atau peristiwa.

Feature adalah tulisan yang menggabungkan fakta dan opini atau tulisan khas bergaya penulisan karya sastra seperti cerpen atau novel.

Foto dan Video masuk dalam produk jurnalistik jika berupa foto jurnalistik dan video jurnalistik.

News Processing: Proses Pemberitaan

  • News Planning
  • News Hunting/News Gathering
  • News Writing
  • News Editing
  • Publishing

Proses jurnalistik dalam praktiknya yaitu perencanaan pemberitaan (mis. rapat redaksi), peliputan peristiwa (termasuk wawancara), penulisan naskah berita, penyuntingan, dan publikasi melalui media massa.

definisi jurnalistik

Manajemen Redaksi

  • Pemimpin Redaksi/Chief Editor/Editor in Chief (+ wakil jika diperlukan)
  • Redaktur Pelaksana/Managing Editor (+ wakil jika diperlukan)
  • Redaktur/Editor/Jabrik (Penanggung Jawab Rubrik)
  • Reporter & Fotografer
  • Koresponden
  • Kontributor (incl. penulis & kolomnis).

Proses pemberitaan masuk dalam manajemen redaksi. SDM dalam manajemen redaksi terdiri dari pemimpin redaksi hingga kontributor. Semuanya disebut wartawan.

Wartawan ada yang menjabat –secara hierarkis– pemimpin redaksi, wakil pemred, redaktur, koordinator liputan, reporter, fotografer (wartawan foto), koresponden (wartawan daerah), dan kontributor, yaitu wartawan lepas yang dibayar per tulisan alias tidak digaji bulanan seperti koresponden s.d. pemred.

Media Jurnalistik

  1. Media Cetak (Printed Media)
  2. Media Elektronik (Electronik Media)
  3. Media Siber (Cyber Media)

Hasil proses jurnalistik atau karya jurnalistik dipublikasikan melalui media massa yang terbagi dalam tiga jenis.

Media cetak terdiri dari suratkabar (koran, terbit harian), majalah, dan tabloid.

Media Elektronik terdiri dari radio siaran, televisi, dan film.

Media Siber yaitu media massa di internet –dikenal dengan sebutan media online, situs berita, portal berita, website berita, atau media dalam jaringan (media daring).

Demikian sekilas Dasar-Dasar Jurnalistik. Secara praktis, dasar jurnalistik yang wajib dimiki wartawan adalah keahlian meliput perisiwa, menulis beritanya, melakukan wawancara, dan menaati kode etik. Wasalam. (www.romeltea.com).*

Buku Referensi tentang Dasar-Dasar Jurnalistik: Jurnalistik Terapan (BATIC Press), Kamus Jurnalistik (Simbiosa), Jurnalistik Praktis (Rosdakarya). Penulis: Asep Syamsul M. Romli

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

31 COMMENTS

  1. siang pak..mo tnya ni,,emg seorang jurnal mesti bs nulis pak,,al nya q mo kul ambil jurusan jurnal,,,smentra q bs nulis,,cm q pngen jd seorang jurnal,,,lu2san sma 2006

  2. pak saya kan punya blog di wordpress tapi kok tidak bisa dimasukin iklan seperti blog punya bapak ya, gimana to caranya. trim’s atas penjelasannya , saya tunggu

  3. Saya kehilangan HardCopy skripsi saya dan ini menjengkelkan. Sayangnya softcopy-nya juga hancur kemakan virus. Paraaaahhh!!! Padahal saya sudah banyak menulis tentang jurnlistik dasar di radio dan peranan Gate Keeper. Skripsi saya mengambil lokasi penelitian di Radio MAS FM Malang. And thx God karena sekarang saya bias refresh lagi pemahaman saya tentang Jurnalistik via blog ini. Thx!

  4. Horas..bung!Terima kasih informasinya mohon juga dong bocoran sedikit tentang gaya penulisan yang layak untuk dikonsumsi publik

  5. kang….punten kalo kelebihan tulisan feature dibandingkan berita apa aja?mungkin ga ya kalo feature lebih banyak peminatnya?

    (*) Kelebihan feature dibanding berita a.l. kata-kata atau kalimat dalam feature lebih berona, colourful word, kadang puitis, indah. Maklum, secara sederhana, feature kan berita atau opini yang ditulis dengan gaya sastra. Selain itu, dari segi isi, feature lebih dalam, “menyentuh rasa manusia”, human touch. Lebih penting lagi, feature tahan basi, beda dengan berita yang cepet basi!

  6. Assalamualaikum’
    Mas klo kuliah untuk diploma 1 jurusan teknik Jurnalistik ada gak..?? trus klo Program study Diploma 1 tentang jurussan jurnalistik di medan- Sumatera ada yang tau gak namanya/dan tempatnya, krna klo ngambil yang S1 takut kelamaan…., thanks. btw., klo kuliah di Bandung tersebut…, untuk D1
    atau prodi S1..? tolong e-mail kan jawabannya ke: wisata66@yahoo.com

    (*) Untuk menjadi wartawan Anda “tidak wajib” kuliah jurusan jurnalistik. Jurusan apa saja ok, karena keahlian jurnalistik dapat diperoleh melalui diklat-diklat jurnalistik. D1 Jurnalistik kalo di Bandung, juga di kota lain kayaknya gak ada, karena umumnya syarat menjadi wartawan tu S1.

LEAVE A REPLY