Jurnalistik Foto & Foto Jurnalistik

Posted on 02 December 2012 by romeltea

foto jurnalistik

JURNALISTIK foto (Photo Journalism) yaitu proses atau aktivitas jurnalistik berupa fotografi, pemotretan, atau pengambilan gambar. Jurnalistik foto menghasilkan  gambar yang bernilai berita –”foto jurnalistik”, “foto berita” (foto bernilai berita), atau “berita foto” (berita berbentuk foto).

Situs photography.com mendefinisikan jurnalistik foto sebagai “wilayah fotografi yang didedikasikan untuk mengambil gambar yang akurat dari sebuah peristiwa aktual” (an area of photography dedicated to taking accurate shots of current events).

Fungsi foto jurnalistik adalah untuk melengkapi teks berita, menambah daya tarik berita, memperkuat bukti kejadian, atau ilustrasi.

Foto Jurnalistik lazim pula menjadi berita tersendiri yang disebut “berita foto” atau “foto berita” dengan sebuah caption (keterangan foto) ringkas. Berita foto lazim muncul di halaman depan surat kabar berdampingan (atau “bersaing”) dengan headline.

Wikipedia mencatat, Jurnalistik Foto adalah bentuk khusus jurnalisme (mengumpulkan, mengedit, dan menyajikan bahan berita untuk publikasi atau siaran) yang menciptakan gambar untuk menceritakan kisah berita. (Photojournalism is a particular form of journalism [the collecting, editing, and presenting of news material for publication or broadcast] that creates images in order to tell a news story).

Foto Jurnalistik adalah produk wartawan foto (Photo Journalist). Seperti halnya wartawan tulis, Photo Journalist juga seorang reporter yang harus membuat keputusan secara instan dan membawa peralatan (kamera).

Karakteristik Foto Jurnalistik

Karakter Foto Jurnalistik identik dengan nilai berita (news values), yakni:

  1. Aktual, gambar peristiwa terbaru.
  2. Faktual, asli atau benar-benar terjadi, bukan rekayasa.
  3. Penting.
  4. Menarik.
  5. Berhubungan dengan berita.

Jenis-Jenis Foto Jurnalistik

  1. Spot news photo—foto yang diambil secara spontan, insidential, tanpa perencanaan, seperti foto bencana dan kecelakaan
  2. General news photo –foto kejadian terencana, seperti foto pertandingan olahraga, peresmian, konser, dll.
  3. Feature Photo –foto yang mendukung suatu berita atau artikel.
  4. Essay Photo –kumpulan foto yang dapat “bercerita”.
  5. Singe Picture –foto tunggal yang melengkapi sebuah artikel/berita.
  6. Photo Story/Photo Esay –lebih dari satu foto yang “bercerita”, misalnya tentang kehidupan anak jalanan.
  7. People in The News Photo –foto tentang orang/tokoh dalam suatu berita, misalnya foto presiden dalam sebuah acara.
  8. Daily Life Photo –foto tentang kehidupan sehari-hari yang mengandung ketertarikan manusiawai (human interest), misalnya foto tukang sol sepatu, foto pengemis renta, dll.
  9. Potrait –foto yang menampilkan wajah orang secara close up –mirip pasfoto KTP atau foto profile di Facebook.
  10. Sport Photo –foto peristiwa olahraga.
  11. Science and Technology Photo –foto peristiwa yang ada kaitannya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, misalnya foto-foto kedokteran, penemuan teknologi baru, dll.
  12. Art and Culture Photo –foto yang dibuat dari pertunjukan seni dan budaya.
  13. Social and Environment –foto tentang kehidupan masyarakat serta lingkungan hidupnya, misalnya foto penduduk sekitar TPA Sampah dan kegiatannya.

Jenis Fotografi (Umum)

  1. Landscape –objek pemandangan.
  2. Macro –objek utama benda-benda yang kecil, seperti semut, bunga, dll.
  3. Panning –objek utamanya benda bergerak, seperti pemain yang belari, laju kendaraan, dll.
  4. Night Shot –diambil pada malam hari.
  5. Human Interest –foto yang menggugah emosi atau menyentuh perasaan, misalnya foto pengemis, kuli bangunan yang renta, dll.
  6. Still Life –objek benda-benda di sekitar kita, misalnya buku di meja, gantungan kunci, mainan anak-anak, dll.

Kode Etik Jurnalistik Foto 

Fotografer juga memiliki kode etik, misalnya etika foto jurnalistik (Photojournalism ethics) versi jprof.com, antara lain tidak boleh ada rekayasa atau berbohong (Pictures don’t lie) dan jangan mengubah gambar.

Jurnalis foto juga harus peka terhadap situasi dan orang-orang yang sedang bersedih, situasi kematian, mempermalukan seseorang, mencemarkan nama kelompok, seksualitas, serta merugikan harkat, martabat, derajat, nama baik serta perasaan susila seseorang.

Secara umum, jurnalistik foto harus mematuhi kode etik jurnalistik, seperti menghormati hak masyarakat untuk memperolah informasi yang benar, menempuh tata cara yang etis, tidak menyiarkan informasi yang bersifat dusta, fitnah, sadis dan cabul serta tidak menyebutkan identitas korban kejahatan susila, tidak menerima suap, dan  tidak menyalahgunakan profesi, serta segera mencabut dan meralat kekeliruan dalam pemberitaan serta melayani hak jawab. Wasalam. (www.romeltea.com, dari berbagai sumber).*

Dapatkan Tips Komunikasi Praktis Lainnya via Email

romeltea – has written 621 posts on this site.
Asep Syamsul M. Romli aka Romeltea --akrab disapa Kang Romel-- adalah praktisi, trainer, dan konsultan media. Profil lengkap di menu "My Profile". Karya tulis (buku) di menu "My Books". Kontak email: romeltea@yahoo.com. Follow @romeltea

Kategori | Jurnalistik



Tulis Komentar