Golput Jadi ‘Pemenang’ Pilwalkot Bandung 2013

Pilwalkot Bandung 2013Golongan putih alias Golput, yaitu mereka yang tidak menggunakan hak pilihnya, menjadi “pemenang” dalam Pemilihan Wali Kota  (Pilwalkot) Bandung 23 Juni 2013. Menurut hasil rekapitulasi KPU Kota Bandung yang diumumkan Jumat (28/6/2013), yang Golput sebanyak 655.601 orang dari 1.658.808 jumlah pemilih dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap).

Yang memilih sebanyak 1.002.511. Yang tidak memilih : 656.297 (Versi KPU: 655.601). Jumlah suara sah : 959.647. Surat suara tidak sah: 42.864.

Jumlah golput 655.601 jelas lebih besar dari perolehan suara pemenang Pilwalkot Bandung 2013, yakni Ridwan Kamil-Oded M Danial yang meraih 434. 130 suara. Maka, bisa dikatakan, pemenang pilwalkot Bandung kali ini adalah Golput.

Siapa bertanggung jawab? Biasanya KPU sebagai panitia pemilu dianggap merupakan pihak yang paling bertanggung jawab. KPU-lah yang mengelola dana pilwalkot miliaran rupiah! Tampaknya, KPU Bandung kurang efektif dalam melakukan sosialisasi.

Dengan “kemenangan” Golput ini, rasa-rasasanya Wali Kota Bandung yang baru masih terasa kurang legitimated. Tapi the show must go on! Pemenang resmi telah ditetapkan KPU. Ridwan Kamil segera resmi menggantikan Dada Rosada yang belakangan ini bolak-balik Bandung-Jakarta untuk diperiksa KPK terkait kasus korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos).

Buat Kang Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil, kade ah pak, yang dikhawatirkan tampaknya bukan kinerja Kang Emil, tapi “kinerja” orang-orang dekat Kang Emil, terutama dari kalangan parpol pengusung. Harap cermat dan waspadai proposal-proposal bodong. Proposal asal masuk buat “mengeruk” dana APBD Kota Bandung.

Berikut ini hasil Pilwalkot Bandung 2013. Hasil Rekapitulasi KPU Kota Bandung berdasarkan nomor urut pasangan:

1. Edi Siswadi-Erwan Setiawan 169.526 (17,67 persen)
2. Wahyudin Karnadinata-Tonny Apriliani 79. 728 (8,31 persen)
3. Wawan Dewanta-HM Sayogo 17. 901 (1,87 persen)
4. Ridwan Kamil-Oded M Danial 434. 130 (45,24 persen)
5. Ayi Vivananda-Nani Suryani 145.513 (15,16 persen)
6. MQ Iswara-Asep Dedi 73. 617 (7,67 persen)
7. Budi Setiawan-Rizal Firdaus 26.064 (2,72 persen)
8. Bambang Setiadi-Alex Tahsin 13.168 (1,37 persen)

Urutan peraih suara terbanyak:

  1. Ridwan Kamil-Oded M Danial 434. 130 (45,24 persen)
  2. Edi Siswadi-Erwan Setiawan 169.526 (17,67 persen)
  3. Ayi Vivananda-Nani Suryani 145.513 (15,16 persen)
  4. Wahyudin Karnadinata-Tonny Apriliani 79. 728 (8,31 persen)
  5. MQ Iswara-Asep Dedi 73. 617 (7,67 persen)
  6. Budi Setiawan-Rizal Firdaus 26.064 (2,72 persen)
  7. Wawan Dewanta-HM Sayogo 17. 901 (1,87 persen)
  8. Bambang Setiadi-Alex Tahsin 13.168 (1,37 persen)

“Kemenangan” Golput merupakan “kejutan”. Semua diperkirakan hanya 20-30 persen, nyatanya lebih. Pemenang juga bisa dikatakan “kejutan”. Semula diperkirakan yang menang antara Ayi-Nani atau Edi-Erwan. Kedua pasangan ini selalu unggul dalam survei-survei. Ehhh nyatanya, Ridwan Kamil yang menang. Wilujeng ah, kade sing amanah! Kade oge jangan ada “mafia baru” di Balai Kota ah! (www.romeltea.com).*

Related Post

Manajemen Kampanye Manajemen kampanye (campaign management) adalah perencanaan, pelaksanaan, penjejakan, dan analisis kampanye. Manajemen kampanye --secara bahasa art...
Komunikasi Politik KOMUNIKASI Politik (political communication) adalah komunikasi yang melibatkan pesan-pesan politik dan aktor-aktor politik, atau berkaitan dengan keku...
Motivasi Masuk Partai Ketika seseorang masuk sebuah partai politik, lalu menjadi pengurus atau sekadar menjadi anggota biasa (memiliki KTA), apa motivasinya? Minimal ada du...
Orang Terbaik ke Jurnalistik, ‘Rubbish’... Posting singkat ini terinspirasi update status Facebook dua orang teman. Satu mengenai golput, satu lagi mengenai calon hakim agung. Status golput ...

COMMENTS (1)

  • comment-avatar
    aufa tea July 1, 2013

    cermat, cerdas,
    sepakat pak.