Hati-Hati Menuliskan Wallahu A’lam

58116 views

Cara Menulis Wallahu A’lam yang benar.

wallahu alamPENULIS artikel keagamaan (Islam) atau media Islam lazimnya mengakhiri tulisan dengan kalimat Wallahu a’lam ( والله أعلمُ) yang artinya “Dan Allah lebih tahu”  atau “Dan Allah Yang Maha Mengetahui”.

Sering ditambah dengan bish-shwabi. menjadi Wallahu a’lam bish-shawabi yang artinya “Dan Allah Mahatahu yang benar/yang sebenarnya”. Shawabi = benar/kebenaran.

Hal itu untuk menunjukkan, Allah Swt-lah yang mahatahu atau lebih tahu segala sesuatu dari kita. Hanya Allah yang Mahabenar dan Pemilik Kebenaran mutlak.

Kebenaran yang kita tuliskan itu relatif, nisbi, karena kita manusia tempat salah dan lupa.

Namun coba perhatikan, banyak yang keliru dalam penulisannya, yaitu dalam penempatan koma di atas ().

Catatan: sebutan “koma di atas” untuk tanda baca demikian sebenarnya tidak tepat, tapi disebut “tanda petik tunggal” juga tidak tepat karena petik tunggal itu begini ‘…’ dan bukan pula “apostrof” (tanda penyingkat untuk menjukkan penghilangan bagian kata) karena dalam kata itu tidak ada kata yang dihilangkan/disingkat. Kita sepakati aja deh ya, namanya “koma di atas”.

Penulisan yang benar, jika yang dimaksud “Dan Allah Mahatahu” adalah Wallahu a’lam (tanda koma di atas [‘] setelah huruf “a” (alif) atau sebelum huruf “l” (lam). Tapi sangat sering kita jumpai penulisannya begini: Wallahu ‘alam (koma di atas [‘] sebelum huruf “a”).

Jelas, Wallahu a’lam dan Wallahu ‘alam berbeda makna:

1. Wallahu a’lam artinya “Dan Allah Mahatahu/Maha Mengetahui atau Lebih Tahu”.

2. Wallahu ‘alam artinya “Dan Allah itu alam”, bahkan tidak jelas apa arti ‘alam di situ? Kalau ‘alamin atau ‘aalamin, jelas artinya alam, seperti dalam bacaan hamdalahalhamdulillahi robbil ‘alamin.

Jadi, kalau yang kita maksud itu “Dan Allah Mahatahu/Lebih Tahu”, maka penulisan yang benar adalah Wallahu a’lam, bukan Wallahu ‘alam.

Mari kita bedah. Eh, tunggu dulu… Saya bukan ahli bahasa Arab nih, cuma tahu dikit banget. Yang jago bahasa Arab, mohon koreksinya ya…

A’lam itu asal katanya ‘alima artinya tahu. Dari kata dasar ‘alima itu kemudian terbentuk kata ‘ilman (Isim Mashdar, artinya ilmu/pengetahuan), ‘alimun (fa’il/pelaku, yakni orang yang berilmu), ma’lumun (pemberitahuan, maklumat), dan sebagainya, termasuk a’lamu/a’lam (lebih tahu).

(Bandingkan, misalnya, dengan kata fadhola [utama] – afdholu [lebih utama]; karoma [mulia] – akroma [lebih mulia]; hasan [baik] – ahsan [lebih baik])

Tanda petik tunggal atau koma di atas (‘) dalam a’lam itu transliterasi bahasa Indonesia untuk huruf ‘ain dalam bahasa Arab (seperti Jum’ah, Ka’bah, Bid’ah, Ma’ruf, dan sebagainya).

Kata a’lam artinya “lebih tahu”. Jadi, kian jelas ‘kan, penulisan yang benar: Wallahu a’lam, bukan Wallahu ‘alam.

Tentu, kesalahan penulisan itu tidak disengaja, salah kaprah aja alias kesalahan yang sering dilakukan, secara sadar atau tidak sadar, merasa benar –padahal salah—karena tidak ada yang mengoreksi.

Saya yakin, maksudnya Wallahu a’lam, “Dan Allah Mahatahu”. Jadi, Hati-Hati Menuliskan Wallahu A’lam ya…!

Dalam kitab Shahih Bukhari kita menemukan sebuah hadits tentang ucapan Wallahu a’lam sebagai berikut:

Abdullah bin Mas’ud ra berkata:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، مَنْ عَلِمَ شَيْئًا فَلْيَقُلْ بِهِ، وَمَنْ لَمْ يَعْلَمْ فَلْيَقُلِ اللَّهُ أَعْلَمُ، فَإِنَّ مِنَ العِلْمِ أَنْ يَقُولَ لِمَا لاَ يَعْلَمُ اللَّهُ أَعْلَمُ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِنَبِيِّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ المُتَكَلِّفِينَ}

“Wahai sekalian manusia, siapa yang mengetahui tentang sesuatu, sampaikanlah. Dan jika tak tahu, ucapkanlah, ‘Allahu a’lam’ (Allah Mahatahu). Karena, sungguh, termasuk bagian dari ilmu, jika engkau mengucapkan terhadap sesuatu yang tidak kau ketahui dengan ucapan: ‘Allahu a’lam’. Allah berfirman kepada Nabi-Nya: ‘Katakanlah (hai Rasul): ‘Aku tidak meminta upah sedikit pun pada kalian atas dakwahku dan bukanlah Aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan. ” (QS. Shad: 86)  (HR. Bukhari)

Demikian ulasan tentang cara menulis Wallahu a’lam. Wallahu a’lam bish-shawabi. Wasalam. (www.romeltea.com).*

allah mahatahu allahu a'lam arti allahu 'alam arti wallahu a'lam bish-showab arti wallahu alam arti wallahualam makna wallahu a'lam menulis wallahu a'lam wallahu a'lam wallahualam

Related Post

  1. author
    Aboh Eka9 years agoReply

    Trima kasih, mas. Smoga amal ilmu yg baik ini mendpt balasan dri Allah SWT…..

  2. author
    Mohd Radzi9 years agoReply

    salam ta’ruf ustaz.. minta izin ingin mengambil penulisan ini utk dikongsi dgn kwn2 sy.. syukran jazilan..

  3. author
    Ndra169 years agoReply

    Makasih banyak mas ilmu dan koreksinya… semoga bisa memberikan manfaat sehingga penulisan dan arti yg kita maksudkan tidak salah lagi…

  4. author
    Hiro PF9 years agoReply

    wah, tambah satu ilmu.. makasih. saya juga lagi berusaha untuk menulis yang benar biar gak ada salah kaprah ato salah interpretasi dan persepsi

  5. author
    putri9 years agoReply

    wah.. mkasi y..
    sy baru tau nih.. ^^
    salam kenal..

  6. author
    abu faiz9 years agoReply

    barokallahu fiik
    artikelnya cukup bagus,,,, tapi ana gak percaya kalo antum gak pinter bahasa arab,,,,heheheh salam kenal akh
    semoga ilmunya semakin bertambah dan bermanfaat

  7. author
    Ronny9 years agoReply

    thanx’s a lot.. aku ngak jadi salah nulis nya..

  8. author
    zero9 years agoReply

    many thanks…. and what’s the meaning of bish-shawabi? thanks…

    (*) ash-shawâb = benar/sesuai. Jadi, wallahu a’lam bish shawab/shawabi artinya = Hanya Allah yang Mahatahu kebenarannya/kesesuaiannya…

  9. author
    Uqbah Ibn Nafi9 years agoReply

    Tanks bgt artikelnya. udah tambah 1 ilmu.

1 2 3 5

Leave a reply