Hati-Hati Menuliskan Wallahu A’lam

58118 views

Cara Menulis Wallahu A’lam yang benar.

wallahu alamPENULIS artikel keagamaan (Islam) atau media Islam lazimnya mengakhiri tulisan dengan kalimat Wallahu a’lam ( والله أعلمُ) yang artinya “Dan Allah lebih tahu”  atau “Dan Allah Yang Maha Mengetahui”.

Sering ditambah dengan bish-shwabi. menjadi Wallahu a’lam bish-shawabi yang artinya “Dan Allah Mahatahu yang benar/yang sebenarnya”. Shawabi = benar/kebenaran.

Hal itu untuk menunjukkan, Allah Swt-lah yang mahatahu atau lebih tahu segala sesuatu dari kita. Hanya Allah yang Mahabenar dan Pemilik Kebenaran mutlak.

Kebenaran yang kita tuliskan itu relatif, nisbi, karena kita manusia tempat salah dan lupa.

Namun coba perhatikan, banyak yang keliru dalam penulisannya, yaitu dalam penempatan koma di atas ().

Catatan: sebutan “koma di atas” untuk tanda baca demikian sebenarnya tidak tepat, tapi disebut “tanda petik tunggal” juga tidak tepat karena petik tunggal itu begini ‘…’ dan bukan pula “apostrof” (tanda penyingkat untuk menjukkan penghilangan bagian kata) karena dalam kata itu tidak ada kata yang dihilangkan/disingkat. Kita sepakati aja deh ya, namanya “koma di atas”.

Penulisan yang benar, jika yang dimaksud “Dan Allah Mahatahu” adalah Wallahu a’lam (tanda koma di atas [‘] setelah huruf “a” (alif) atau sebelum huruf “l” (lam). Tapi sangat sering kita jumpai penulisannya begini: Wallahu ‘alam (koma di atas [‘] sebelum huruf “a”).

Jelas, Wallahu a’lam dan Wallahu ‘alam berbeda makna:

1. Wallahu a’lam artinya “Dan Allah Mahatahu/Maha Mengetahui atau Lebih Tahu”.

2. Wallahu ‘alam artinya “Dan Allah itu alam”, bahkan tidak jelas apa arti ‘alam di situ? Kalau ‘alamin atau ‘aalamin, jelas artinya alam, seperti dalam bacaan hamdalahalhamdulillahi robbil ‘alamin.

Jadi, kalau yang kita maksud itu “Dan Allah Mahatahu/Lebih Tahu”, maka penulisan yang benar adalah Wallahu a’lam, bukan Wallahu ‘alam.

Mari kita bedah. Eh, tunggu dulu… Saya bukan ahli bahasa Arab nih, cuma tahu dikit banget. Yang jago bahasa Arab, mohon koreksinya ya…

A’lam itu asal katanya ‘alima artinya tahu. Dari kata dasar ‘alima itu kemudian terbentuk kata ‘ilman (Isim Mashdar, artinya ilmu/pengetahuan), ‘alimun (fa’il/pelaku, yakni orang yang berilmu), ma’lumun (pemberitahuan, maklumat), dan sebagainya, termasuk a’lamu/a’lam (lebih tahu).

(Bandingkan, misalnya, dengan kata fadhola [utama] – afdholu [lebih utama]; karoma [mulia] – akroma [lebih mulia]; hasan [baik] – ahsan [lebih baik])

Tanda petik tunggal atau koma di atas (‘) dalam a’lam itu transliterasi bahasa Indonesia untuk huruf ‘ain dalam bahasa Arab (seperti Jum’ah, Ka’bah, Bid’ah, Ma’ruf, dan sebagainya).

Kata a’lam artinya “lebih tahu”. Jadi, kian jelas ‘kan, penulisan yang benar: Wallahu a’lam, bukan Wallahu ‘alam.

Tentu, kesalahan penulisan itu tidak disengaja, salah kaprah aja alias kesalahan yang sering dilakukan, secara sadar atau tidak sadar, merasa benar –padahal salah—karena tidak ada yang mengoreksi.

Saya yakin, maksudnya Wallahu a’lam, “Dan Allah Mahatahu”. Jadi, Hati-Hati Menuliskan Wallahu A’lam ya…!

Dalam kitab Shahih Bukhari kita menemukan sebuah hadits tentang ucapan Wallahu a’lam sebagai berikut:

Abdullah bin Mas’ud ra berkata:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، مَنْ عَلِمَ شَيْئًا فَلْيَقُلْ بِهِ، وَمَنْ لَمْ يَعْلَمْ فَلْيَقُلِ اللَّهُ أَعْلَمُ، فَإِنَّ مِنَ العِلْمِ أَنْ يَقُولَ لِمَا لاَ يَعْلَمُ اللَّهُ أَعْلَمُ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِنَبِيِّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ المُتَكَلِّفِينَ}

“Wahai sekalian manusia, siapa yang mengetahui tentang sesuatu, sampaikanlah. Dan jika tak tahu, ucapkanlah, ‘Allahu a’lam’ (Allah Mahatahu). Karena, sungguh, termasuk bagian dari ilmu, jika engkau mengucapkan terhadap sesuatu yang tidak kau ketahui dengan ucapan: ‘Allahu a’lam’. Allah berfirman kepada Nabi-Nya: ‘Katakanlah (hai Rasul): ‘Aku tidak meminta upah sedikit pun pada kalian atas dakwahku dan bukanlah Aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan. ” (QS. Shad: 86)  (HR. Bukhari)

Demikian ulasan tentang cara menulis Wallahu a’lam. Wallahu a’lam bish-shawabi. Wasalam. (www.romeltea.com).*

allah mahatahu allahu a'lam arti allahu 'alam arti wallahu a'lam bish-showab arti wallahu alam arti wallahualam makna wallahu a'lam menulis wallahu a'lam wallahu a'lam wallahualam

Related Post

  1. author
    Stefany5 years agoReply

    Terima kasih infonya pak.
    Salam kenal.

  2. author
    Saha5 years agoReply

    terima kasih atas perkongsian ilmu. wassalam

    • author
      romeltea (Author)5 years agoReply

      sama-sama, you are welcome……

  3. author

    makasih atas pengkajiannya …
    Ini sangat bermanfa’at untuk q … 😉

  4. author
    Mayliza6 years agoReply

    Memang letak tanda baca itu sangat berpengaruh terhadap cara membaca dan arti dari kata itu sendiri. selama ini saya ragu menuliskan antara Wallahu a’lam dan Wallahu’ alam… takut salah baca dan salah arti… terima kasih atas infonya..
    salam

  5. author
    Dom6 years agoReply

    setau ana yg bener ‘alam kok. karena dengan ‘ di depan a berarti urutannya ain,laf, mim. sedangkan a’lam urutan abjadnya alif, ‘ain(sukun), laf, mim. dan ana coba search ‘alam memang artinya adalah ‘tahu’ dan juga di asmaulhusna pun untuk Allah Maha Tahu adalah al-‘aliim denga urutan abjad alif, lam(sukun), ‘ain, laf, ya(sukun), mim.

    • author
      romeltea (Author)6 years agoReply

      yang kita bahasa adalah lafadz A’LAMU = Lebih Tahu, sebagaimana lafadz … antum a’lamu biumuri dunyaakum = kalian lebih tahu dalam urusan dunia kalian (hadist), jadi bukan kata dasar ‘ALIMA (tahu). Syukron komentarnya….

  6. author
    Adythia6 years agoReply

    Ga ngaruh, yang paling benar itu ya dengan bahasa dan tulisan Al-Quran, ini saya dapat di ponpes ketika ada santri yg debat masalah nulis sms salam, antara Asyallamuallaikum ato Assalamu allaikum? jawab ulama saya “yang benar ya pake tulisan dan bahasa Al-Quran” bukan latin, klo dialihfungsikan ke tulisan latin ini hanya jadi istilah fungsi arti saja tetapi hukum tajwidnya pun sufah hilang, jadi mo nulis disingkatpun ga masalah~

  7. author
    el-Basha6 years agoReply

    Izin sedot gan..

    • author
      romeltea (Author)6 years agoReply

      izin diberikan, laksanakan! ^_^

  8. author
    msrosyidi6 years agoReply

    ‘alam (‘a dibaca pendek) = bendera
    ‘ālam (‘a dibaca panjang) = alam (segala sesuatu selain Allah)

  9. author
    darma8 years agoReply

    syukron tulisannya…
    sekalian mawu nanya nich….
    klo cara ketik bahasa arab yg d alh bahasakan ke dalam bahasa indo gmn???
    misal “amanah”, biasanya dalam penulisannya ada garis nya tuh d atas a sesudah huruf “m”
    cara ketiknya di word gmn
    mohon bantuannya…., low ada panduannya yg lengkap..
    heheheh

1 2 3 4 5

Leave a reply