Hati-Hati Menuliskan Wallahu A’lam

58114 views

Cara Menulis Wallahu A’lam yang benar.

wallahu alamPENULIS artikel keagamaan (Islam) atau media Islam lazimnya mengakhiri tulisan dengan kalimat Wallahu a’lam ( والله أعلمُ) yang artinya “Dan Allah lebih tahu”  atau “Dan Allah Yang Maha Mengetahui”.

Sering ditambah dengan bish-shwabi. menjadi Wallahu a’lam bish-shawabi yang artinya “Dan Allah Mahatahu yang benar/yang sebenarnya”. Shawabi = benar/kebenaran.

Hal itu untuk menunjukkan, Allah Swt-lah yang mahatahu atau lebih tahu segala sesuatu dari kita. Hanya Allah yang Mahabenar dan Pemilik Kebenaran mutlak.

Kebenaran yang kita tuliskan itu relatif, nisbi, karena kita manusia tempat salah dan lupa.

Namun coba perhatikan, banyak yang keliru dalam penulisannya, yaitu dalam penempatan koma di atas ().

Catatan: sebutan “koma di atas” untuk tanda baca demikian sebenarnya tidak tepat, tapi disebut “tanda petik tunggal” juga tidak tepat karena petik tunggal itu begini ‘…’ dan bukan pula “apostrof” (tanda penyingkat untuk menjukkan penghilangan bagian kata) karena dalam kata itu tidak ada kata yang dihilangkan/disingkat. Kita sepakati aja deh ya, namanya “koma di atas”.

Penulisan yang benar, jika yang dimaksud “Dan Allah Mahatahu” adalah Wallahu a’lam (tanda koma di atas [‘] setelah huruf “a” (alif) atau sebelum huruf “l” (lam). Tapi sangat sering kita jumpai penulisannya begini: Wallahu ‘alam (koma di atas [‘] sebelum huruf “a”).

Jelas, Wallahu a’lam dan Wallahu ‘alam berbeda makna:

1. Wallahu a’lam artinya “Dan Allah Mahatahu/Maha Mengetahui atau Lebih Tahu”.

2. Wallahu ‘alam artinya “Dan Allah itu alam”, bahkan tidak jelas apa arti ‘alam di situ? Kalau ‘alamin atau ‘aalamin, jelas artinya alam, seperti dalam bacaan hamdalahalhamdulillahi robbil ‘alamin.

Jadi, kalau yang kita maksud itu “Dan Allah Mahatahu/Lebih Tahu”, maka penulisan yang benar adalah Wallahu a’lam, bukan Wallahu ‘alam.

Mari kita bedah. Eh, tunggu dulu… Saya bukan ahli bahasa Arab nih, cuma tahu dikit banget. Yang jago bahasa Arab, mohon koreksinya ya…

A’lam itu asal katanya ‘alima artinya tahu. Dari kata dasar ‘alima itu kemudian terbentuk kata ‘ilman (Isim Mashdar, artinya ilmu/pengetahuan), ‘alimun (fa’il/pelaku, yakni orang yang berilmu), ma’lumun (pemberitahuan, maklumat), dan sebagainya, termasuk a’lamu/a’lam (lebih tahu).

(Bandingkan, misalnya, dengan kata fadhola [utama] – afdholu [lebih utama]; karoma [mulia] – akroma [lebih mulia]; hasan [baik] – ahsan [lebih baik])

Tanda petik tunggal atau koma di atas (‘) dalam a’lam itu transliterasi bahasa Indonesia untuk huruf ‘ain dalam bahasa Arab (seperti Jum’ah, Ka’bah, Bid’ah, Ma’ruf, dan sebagainya).

Kata a’lam artinya “lebih tahu”. Jadi, kian jelas ‘kan, penulisan yang benar: Wallahu a’lam, bukan Wallahu ‘alam.

Tentu, kesalahan penulisan itu tidak disengaja, salah kaprah aja alias kesalahan yang sering dilakukan, secara sadar atau tidak sadar, merasa benar –padahal salah—karena tidak ada yang mengoreksi.

Saya yakin, maksudnya Wallahu a’lam, “Dan Allah Mahatahu”. Jadi, Hati-Hati Menuliskan Wallahu A’lam ya…!

Dalam kitab Shahih Bukhari kita menemukan sebuah hadits tentang ucapan Wallahu a’lam sebagai berikut:

Abdullah bin Mas’ud ra berkata:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، مَنْ عَلِمَ شَيْئًا فَلْيَقُلْ بِهِ، وَمَنْ لَمْ يَعْلَمْ فَلْيَقُلِ اللَّهُ أَعْلَمُ، فَإِنَّ مِنَ العِلْمِ أَنْ يَقُولَ لِمَا لاَ يَعْلَمُ اللَّهُ أَعْلَمُ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِنَبِيِّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ المُتَكَلِّفِينَ}

“Wahai sekalian manusia, siapa yang mengetahui tentang sesuatu, sampaikanlah. Dan jika tak tahu, ucapkanlah, ‘Allahu a’lam’ (Allah Mahatahu). Karena, sungguh, termasuk bagian dari ilmu, jika engkau mengucapkan terhadap sesuatu yang tidak kau ketahui dengan ucapan: ‘Allahu a’lam’. Allah berfirman kepada Nabi-Nya: ‘Katakanlah (hai Rasul): ‘Aku tidak meminta upah sedikit pun pada kalian atas dakwahku dan bukanlah Aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan. ” (QS. Shad: 86)  (HR. Bukhari)

Demikian ulasan tentang cara menulis Wallahu a’lam. Wallahu a’lam bish-shawabi. Wasalam. (www.romeltea.com).*

allah mahatahu allahu a'lam arti allahu 'alam arti wallahu a'lam bish-showab arti wallahu alam arti wallahualam makna wallahu a'lam menulis wallahu a'lam wallahu a'lam wallahualam

Related Post

  1. author
    Hamba Allaah...4 years agoReply

    Jazakallaah atas ilmunya…

  2. author

    Tepat banget! Saya suka artikel ini.. Terima kasih.. 😀

    Jazaakallahu khoiron katsiiron..

  3. author

    terima kasih pengertiannya mas. jazakallah khayran kasiran…

    Mau berbagi informasi lowongan kerja terbaru mas…
    http://expocpnsbumn.blogspot.com

  4. author
    m hari s.4 years agoReply

    ijin share… jazakallah …

  5. author
    singandanu4 years agoReply

    lebih mudahnya orang jawa menyebut huruf (‘)’ain dengan ng(ngain)
    seperti a’udzu…(angudzu…)

    1 Daftar abjad Arab
    Huruf Indo dunia Jawa
    ا alif alif Alip
    ب ba bāʾ Ba
    ت ta tāʾ Ta
    ث tsa ṯāʾ Tsa
    ج jim ǧīm Jim
    ح ḥa ḥāʾ Kha
    خ kha ḫāʾ Kho
    د dal dāl Dal
    ذ dzal ḏāl Dzal
    ر ra rāʾ Ro
    ز zai zāy Jza
    س sin sīn Sin
    ش syin šīn Syin
    ص shad ṣād Shod
    ض dhad ḍād Dhod
    ط tha ṭāʾ Tho
    ظ zha ẓāʾ Dho
    ع ain ‘ayn Ngain
    غ ghain ġayn Hin
    ف fa fāʾ P(f)a
    ق qaf qāf K(q)op(f)
    ك kaf kāf K(q)ap(f)
    ل lam lām Lam
    م mim mīm Mim
    ن nun nūn Nun
    و wau wāw Wawu
    ه ha hāʾ Ha
    ء hamzah hamzah Hamj(z)ah
    ي ya yāʾ Ya

    Aksara Wyanjana (Konsonan)
    Transkripsi ha na ca ra ka da ta sa wa la pa dha ja ya nya ma ga ba tha nga
    Nglegéna ꦲ


















    Murda ꦟ






    ꦘ1

    Mahaprana ꦰ


  6. author
    saiful5 years agoReply

    Yang pasti, tiada tulisan rumi yang dapat me-translate kan tulisan jawi khusus nya bahasa arab dengan tepat. Kalau mahu di tulis perkataan di atas dalam bahasa cina bagaimana pula ya?
    se-eloknya guna lah tulisan arab terus. guna font alphabet jawi. wallahualam.

  7. author
    Pengertian5 years agoReply

    Menurut pendapat romeltea, artikel biasa perlu diakhiri Wallahu a’lam juga gk ya?
    Terkadang saya kurang yakin. 😀

    • author
      romeltea (Author)5 years agoReply

      bebas… Wallahu a’lam itu memang lazimnya di artikel keislaman saja.

  8. author
    rian5 years agoReply

    izin share

  9. author
    Aria5 years agoReply

    syukron ilmunya pak, sedikit banyak insyaAllah bermanfaat
    sy izin copy kaligrafinya yah ^^

1 2 3 4 5

Leave a reply