Internet Manifesto: Panduan Memahami Internet

Internet Manifesto: Panduan Memahami Internet

Internet ManifestoInternet Manifesto: Panduan Memahami Internet

Internet Manifesto (Manifesto Internet) merupakan panduan ringkas dan praktis untuk memahami dunia internet.

Internet Manifesto atau “pernyataan terbuka tentang internet” ini disusun dan dideklarasikan oleh sejumlah blogger Jerman tahun 2009.

Internet Manifesto sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa, namun belum ada yang menerjemahkannya ke dalam Bahsa Indonesia. Buktinya, di situs resmi Internet Manifesto, belum ada menu “Bahasa Indonesia” atau “Indonesian”.

Internet Manifesto ini semacam “panduan bagi jurnalis (journalist guide) untuk memahami internet lebih dulu sebelum terjun ke dunia media online sebagai jurnalis online.

Ada 17 poin deklarasi, diawali dengan penegasan bahwa internet itu berbeda dengan media-media konvensional. Ruang publik, istilah, dan keterampilan yang dibutuhkan  juga berbeda.

Jurnalis internet pun menempuh proses atau metode yang berbeda dalam memproduksi dan menyebarkan berita.

Internet diibaratkan “kerajaan media ukuran saku” (a pocket-sized media empire).

Masyarakat saat ini adalah masyarakat internet. Wikipedia atau YouTube sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Soal kebebasan, disebutkan, kebebasan Internet tidak dapat diganggu-gugat. Memblokir akses ke Internet dinilai “membahayakan aliran bebas informasi” dan merusak “hak dasar tentang menentukan informasi sendiri”.

Internet adalah kemenangan informasi. Saat ini setiap orang, melalui internet, dapat menginformasikan diri mereka lebih baik dari sebelumnya.

Internet meningkatkan jurnalisme. Melalui internet, jurnalisme dapat memenuhi peran sosial-pendidikan dalam cara baru.

Konten internet itu “abadi”. Internet membangun. Online, teks, suara, dan gambar tidak lagi harus bersifat sementara. Mereka tetap ada sehingga membangun sebuah “arsip sejarah kontemporer”.

Internet Manifesto juga mengingatkan dan menegaskan, “kualitas tetap kualitas yang paling penting”. Prinsip jurnalisme harus tetap ditegakkan.

Internet Manifesto ini diakhiri dengan pernyataan All for all. Semua untuk semua. Pengguna saling bertukar informasi, saling koreksi, dan berinteraksi. “Not the journalists who know it all are in demand, but those who communicate and investigate.”

Internet Manifesto versi bahasa Inggis dan bahasa lainnya dapat dibaca di laman resmi Internet Manifesto. Wasalam. (www.romeltea.com).*

Related Post

Disorientasi Wartawan Media Online Wartawan Media Online alami disorientasi gara-gara trafik, pageviews, klik, dan... Adsense!   WARTAWAN itu menulis berita untuk menyampaikan in...
Pelatihan Manajemen Website dan Media Sosial Pelatihan Web Content Management and Social Media Strategy Website atau blog instansi/perusahaan tentunya harus dikelola dengan baik agar benar-ben...
Stand-Alone Journalism – Alternatif Wartawan... Stand-Alone Journalism - Alternatif Wartawan Publikasikan Liputannya WARTAWAN sering kecewa karena hasil liputannya atau naskah beritanya tidak bis...
Karakteristik Naskah Media Online By ASM. Romli Media Online  (Online Media) disebut juga Media Siber (Cyber Media) atau Media Internet (Internet Media) memiliki karakter atau ciri ...

COMMENTS