Saturday, May 19th, 2012

Judul Berita Yang Menarik, Bagaimana?

Published on April 9, 2012 by | 221 Views |   ·   1 Comment

Kang, saya sudah baca buku2 jurnalistik akang, terutama terbitan Batic Press, JURNALISTIK TERAPAN. Saya kutipkan ya satu bagian tentang penulisan judul berita:

“Pembaca itu diasumsikan selalu dalam keadaan bergegas atau punya sedikit waktu untuk membaca atau mendengar. Di kota-kota besar, pembaca koran sering dianggap sebagai “pembaca judul berita” (headline readers) atau “pembaca teras berita” (lead readers). Mereka tidak sempat membaca koran secara mendalam karena memiliki waktu terbatas untuk membaca. Yang mereka inginkan adalah segera mengetahui isi berita atau informasi terbaru”.

Begitu kata akang. Pertanyaannya, bagaimana sih judul berita yang baik dan menarik itu? Trims.

Dewi, Bandung
(maaf pake nama samaran Dewi, soalnya sering banget akang nyebutin nama Dewi kalo lagi siaran, pacar ya? He he…)

JAWAB:

Judul berita wajib menarik, wajib eyecatching (kalo wajib, tidak dilaksanakan dosa dong….! Ya, “dosa jurnalistik” he he..).

Fungsi utama judul:

  1. Pemadatan isi berita, sekaligus
  2. Mencerminkan isi berita.

Judul juga harus sesuai dengan ruangan (space) yang tersedia. Keterbatasan ruangan itu memaksa penggunaan bahasa yang lebih singkat dan padat.

Agar baik dan menarik, “teorinya” begini. Pembuatan judul berita harus memenuhi ketentuan :

  1. Diambil dari informasi di dekat bagian atas berita, bagian terpenting berita;
  2. Dipilih kata-kata yang memenuhi ruangan yang tersedia;
  3. Biasanya kata benda diikuti kata kerja, atau Subjek-Predikat, mubtada-khobar;
  4. Hampir harus selalu ditulis dalam kalimat “kejadian sekarang” (present tense), hindari kata “telah” atau “sudah”, juga “akan”,
  5. Nama seseorang hanya digunakan jika dia tokoh;
  6. Hanya menggunakan tanda kutip tunggal;
  7. Umumnya menghindari penggunaan singkatan;
  8. Jelas atau tidak samar,
  9. Menggunakan kalimat aktif, e.q. Acara Dihadiri Presiden, ubah jadi: Presiden Hadiri Acara;
  10. Hindari kalimat tanya. Masak, pembaca mau tahu informasi terbaru, malah ditanya! Kumaha….

Penulisan judul dibolehkan menghilangkan pre-fix atau awalan. Misal: “India-Pakistan Memperebutkan Air”, diubah menjadi “India-Pakistan Perebutkan Air” atau “India-Pakistan Rebutan Air”.

Fungsi judul berita antara lain untuk menarik perhatian pembaca, menyimpulkan isi berita, membantu menentukan nada suratkabar, melukiskan mood berita. Keterampilan yang diperlukan dalam menulis judul berita antara lain persepsi yang tepat mengenai berita, perbendaharaan kata yang luas dan dalam, dan pemahaman tajam tentang struktur kalimat.

Judul berita berperan penting untuk menggiring pembaca agar menelusuri isi berita. (www.romeltea.com).*

Tulisan Lainnya:

  1. Judul Berita ‘Centil’ ala Republika
  2. Bikin Tulisan, Judul atau Isi Dulu?
  3. Cara Nulis Berita di Koran
  4. Kriteria Berita Bagus

Tags: , , ,

Print This Post Print This Post

About Romeltea:

Asep Syamsul M. Romli a.k.a Romel tea --akrab disapa Kang Romel-- adalah komunikator profesional -wartawan, penulis buku-buku komunikasi praktis, editor, penyiar radio, konsultan media, public speaker, dan trainer-motivator yang siap berbagi dalam pelatihan jurnalistik, menulis, siaran radio, public speaking, MC, public relation (humas), media sosial, dll. Dosen luar biasa mata kuliah ilmu komunikasi. Sering menjadi pemateri di berbagai diklat internal instansi pemerintah/swasta. Kontak saja: romeltea@yahoo.com


Tetap update berita/artikel di mana pun dari Romeltea Magazine dengan mengetikkan www.romeltea.com di browser ponsel Anda!


Readers Comments (1)

  1. linda_jurnal b/III says:

    pa kunjungi http://www.fantasifor.blogspot.com nya resume tea atos,,, onya sekalian komentarin tulisanku ya!!
    thank’s B4,,,




Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.




POSTING TERBARU



KOMENTAR

My Links



Adsense Indonesia



WEB STATS

  • 946106Total reads:
  • 103Today:
  • 759Yesterday: