Jurnalistik Bukan Monopoli Wartawan

Jurnalistik Bukan Monopoli Wartawan

wartawan jurnalistikAktivitas jurnalitik saat ini bukan lagi monopoli wartawan atau reporter media massa. Siapa pun bisa membuat berita dan menyebarluaskannya melalui blog, facebook, twitter, atau email (milis).

Bahkan, tanpa harus kuliah atau kursus jurnalistik, asalkan terus menulis atau menuliskan pengalaman, perasaan, pemikiran, ataupun yang dibaca, dilihat, dirasa, dan didengarnya, seseorang akan piawai menulis. Perkiraan saya, mayoritas wartawan bukan berlatar belakang jurnalistik deh (?)

Bahkan, ada yang pandangan “ekstrem”:  mau jadi wartawan, jangan masuk Fikom! Walah…. Nggak begitu juga kali! Bagaimanapun, dunia jurnalistik membutuhkan “para ahli teori jurnalistik/komunikasi” untuk pengembangan dunia jurnalistik sendiri.

Para ahli itulah yang terus mengawal para jurnalis, khususnya yang tidak berlatar belakang ilmu jurnalistik,  agar tetap “on the track” sehingga tidak menjadi penganut “jurnalisme ngawur” alias “kumaha aing”.

Halah, malah ngawur juga ni tulisan. Ok, kembali ke soal “everyone can be a journalist!” Modalnya, Anda punya email sebagai “password” dan “passport” untuk membuat blog atau website, akun facebook dan twitter, sebagai “media massa” dalam pengertian “sarana komunikasi dengan orang banyak atau banyak orang”.

Modal berikutnya, ada kemauan, niat, willingness, untuk berbagi (share) informasi dan wawasan.

Nah, itu soal medianya. Kini soal teknis. Soal “writing skill”, misalnya, itu “soal kebiasaan”. Bisa karena biasa. Lagi pula, soal “teori menulis”, wuih….. bejibun! Banyak tuh panduan praktis menulis, termasuk di www.romeltea.com ini.  Anda tinggal “mau”-nya aja, tinggal punya niat, ada motivasi.

Dengan menjadi jurnalis di blog, facebook, atau twitter, Anda pun bisa membangun opini publik, bahkan “menggerakkan massa”. Tantangannya: mendatangkan pengunjung, teman, follower, sebanyak-banyaknya! Tah, kumaha…? Ah, nulis sajalah dulu! Ayo, nulis! Wasalam. (www.romeltea.com).*

Related Post

Kode Etik Jurnalistik: Etika Profesi Wartawan Kode Etik Jurnalistik adalah etika profesi wartawan. Jurnalis yang melanggarnya disebut wartawan tidak profesional. Wartawan yang tidak menaati kod...
Enakan Mana, Wartawan atau Penyiar? "Kang, enakan mana, jadi wartawan atau penyiar?" Tanya seseorang. Jawab saya, dua-duanya enak, sama-sama enak, derajat kenikmatannya sama. Tapi... ena...
Beda Tulisan Fiksi dan Nonfiksi Apa perbedaan tulisan fiksi dan nonfiksi? Kita buka dulu deh Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Katanya, fiksi dan nonfiksi itu istilah dunia sastra...
Teknik Reportase Teknik Reportase - Mencari Bahan Berita. Reportase adalah proses mencari bahan berita atau pengumpulan informasi, fakta, dan data sebagai bahan penuli...

COMMENTS