Kata “Menghaturkan” Terima Kasih (Kata Baku)

Kata “Menghaturkan” Terima Kasih (Kata Baku)

bahasa jurnalistikU69QZKCSF9YP. Kita sering mendengar dan menggunakan ungkapan seperti ini: “Kami menghaturkan terima kasih atas kehadiran…” atau “Kami haturkan selamat datang…”

Salah? Tidak juga! Tapi ungkapan “menghaturkan” (haturkan, hatur) itu tidak baku. Kata “hatur, haturkan, menghaturkan” tidak ditemukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Silakan cek di KBBI dan tuliskan kata “hatur”, maka akan keluar penjelasan begini: “Tidak menemukan kata yang sesuai dengan kriteria pencarian!!!”

Setahu saya, kata “hatur” itu berasal dari Bahasa Sunda: “hatur nuhun”, “haturan”, “dihaturanan”, “dihaturkeun”, “hatur lumayan”, “ngahaturkeun” yang berarti “menyampaikan” atau “memberikan”. Hatur nuhun = menyampaikan rasa terima kasih.

Dengan demikian, ungkapan “Kami menghaturkan terima kasih atas kehadirannya…”, jika hendak menggunakan kata baku, harus diganti menjadi  “Kami menyampaikan terima kasih atas kehadirannya…”.

Bagaimana kalau ada yang tetap menggunakan kata “menghaturkan”? Ya, tidak apa-apa…! Cuma tidak baku doang kok…! Tidak ada sanksi bagi mereka yang menggunakan kata “menghaturkan”. Tidak ada UU atau pasal di KUHP yang mengatakan bahwa menggunakan kata “menghaturkan” itu merupakan sebuah tindak pidana! ^_^

Saya pun menghaturkan terima kasih, eh… menyampaikan terima kasih kepada Anda yang sudah berkunjung ke blog ini. Wasalam. (www.romeltea.com).*

Related Post

Penulisan Kata “Amin” yang Benar Penulisan Kata "Amin" yang Benar: Amin, Amien, Amiin, Aamin, atau Aamiin? DI banyak forum, terutama Facebook, sering muncul “protes” atas penulisan...
Kata Baku: Praktik, Bukan Praktek! Kata Baku: Praktik, Bukan Praktek! Hingga saat ini, saya perhatikan, masih banyak orang menulis kata praktik secara salah, yaitu praktek. Penulisan...
Rujukan Kata Baku Bahasa Indonesia: KBBI Online da... Rujukan Kata Baku Bahasa Indonesia: KBBI Online dan Offline Tidak usah bingung soal penulisan kata yang benar menurut standar tata bahasa Indonesia...
Penulisan Kata ‘Wali Kota’ yang Benar,... Penulisan kata wali kota yang benar itu dipisah, "wali kota", tidak disatukan jadi "walikota". Jadi, yang benar atau baku itu Wali Kota Bandung, bukan...

COMMENTS (1)

  • comment-avatar

    Makasih atas penjelasannya. Awalnya saya mau memasukkan kata “hanturkan” dalam prakata skripsi saya. Tapi saya bingung ketika mencari di KBBI dan tidak menemukan kata “hatur” atau “haturkan”. Ternyata (setelah nyasar di sini) memang tidak baku. Tetapi karena saya sering mendengar kata itu di kehidupan sehari-hari jadi terkesan itu adalah kata baku.

    Sekali lagi terima kasih. 😀