Saturday, May 19th, 2012

Kini, Siapa Pun Bisa Jadi Wartawan

Published on July 4, 2011 by | 29 Views |   ·   No Comments

Aktivitas jurnalitik saat ini bukan lagi monopoli wartawan atau reporter media massa. Siapa pun bisa membuat berita dan menyebarluaskannya melalui blog, facebook, twitter, atau email (milis).

Bahkan, tanpa harus kuliah atau kursus jurnalistik, asalkan terus menulis atau menuliskan pengalaman, perasaan, pemikiran, ataupun yang dibaca, dilihat, dirasa, dan didengarnya, seseorang akan piawai menulis. Perkiraan saya, mayoritas wartawan bukan berlatar belakang jurnalistik deh (?)

Bahkan, ada yang pandangan “ekstrem”:  mau jadi wartawan, jangan masuk Fikom! Walah…. Nggak begitu juga kali! Bagaimanapun, dunia jurnalistik membutuhkan “para ahli teori jurnalistik/komunikasi” untuk pengembangan dunia jurnalistik sendiri.

Para ahli itulah yang terus mengawal para jurnalis, khususnya yang tidak berlatar belakang ilmu jurnalistik,  agar tetap “on the track” sehingga tidak menjadi penganut “jurnalisme ngawur” alias “kumaha aing”.

Halah, malah ngawur juga ni tulisan. Ok, kembali ke soal “everyone can be a journalist!” Modalnya, Anda punya email sebagai “password” dan “passport” untuk membuat blog atau website, akun facebook dan twitter, sebagai “media massa” dalam pengertian “sarana komunikasi dengan orang banyak atau banyak orang”.

Modal berikutnya, ada kemauan, niat, willingness, untuk berbagi (share) informasi dan wawasan.

Nah, itu soal medianya. Kini soal teknis. Soal “writing skill”, misalnya, itu “soal kebiasaan”. Bisa karena biasa. Lagi pula, soal “teori menulis”, wuih….. bejibun! Banyak tuh panduan praktis menulis, termasuk di www.romeltea.com ini.  Anda tinggal “mau”-nya aja, tinggal punya niat, ada motivasi.

Dengan menjadi jurnalis di blog, facebook, atau twitter, Anda pun bisa membangun opini publik, bahkan “menggerakkan massa”. Tantangannya: mendatangkan pengunjung, teman, follower, sebanyak-banyaknya! Tah, kumaha…? Ah, nulis sajalah dulu! Ayo, nulis! Wasalam.*

Tulisan Lainnya:

  1. Jadi Wartawan-Penyiar Tidak Mesti Kuliah
  2. Jadi Presenter TV Bisa Diawali dengan Jadi Penyiar Radio
  3. Mau Jadi Wartawan Radio, Apa Buku Referensinya?
  4. Wartawan Amplop Alias Wartawan Bodrex
  5. Beda Wartawan dan Jurnalis

Tags: , ,

Print This Post Print This Post

About Romeltea:

Asep Syamsul M. Romli a.k.a Romel tea --akrab disapa Kang Romel-- adalah komunikator profesional -wartawan, penulis buku-buku komunikasi praktis, editor, penyiar radio, konsultan media, public speaker, dan trainer-motivator yang siap berbagi dalam pelatihan jurnalistik, menulis, siaran radio, public speaking, MC, public relation (humas), media sosial, dll. Dosen luar biasa mata kuliah ilmu komunikasi. Sering menjadi pemateri di berbagai diklat internal instansi pemerintah/swasta. Kontak saja: romeltea@yahoo.com


Tetap update berita/artikel di mana pun dari Romeltea Magazine dengan mengetikkan www.romeltea.com di browser ponsel Anda!


Readers Comments (0)




Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.




POSTING TERBARU



KOMENTAR

My Links



Adsense Indonesia



WEB STATS

  • 946107Total reads:
  • 104Today:
  • 759Yesterday: