Komunikasi Verbal: Cara Bicara Anda Itu Lho…!

komunikasi verbalKeterampilan komunikasi verbal atau lisan merupakan hal terpenting dalam membangun citra pribadi (personal brand). Demikian menurut penelitian.

The Kelly Global Workforce Index yang mensurvei sekitar 134.000 orang di 29 negara, termasuk hampir 5.800 orang di Inggris, menemukan, kemampuan komunikasi verbal (71%), pengetahuan teknis (67%), komunikasi tertulis (63%), Riwayat Hidup (61%), cara berbusana (55%), dan penggunaan media sosial (37%) sebagai yang paling penting dalam membangun identitas “brand” mereka.

Piawai berkomunikasi secara verbal berarti mahir pula dalam komunikasi efektif, berdampak, dan berhasil membangun citra diri sebagai pribadi yang mengesankan.

Aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam komunikasi verbal antar lain kejelasan, nada bicara, volume, speed, pace, dan sebagainya.

Saat berkomunikasi, Anda bisa menggunakan bahasa tubuh (body language), seperti ekspresi wajah. Jawaban sederhana, seperti “Aku baik-baik, terima kasih”, akan membawa pesan yang sangat berbeda jika disertai mata sendu dan tanpa senyum!

Coba perhatikan diri Anda atau orang lain saat berbicara. Hampir selalu ada bahasa tubuh. Ada makna dalam gerakan-gerakan ini:

Bersedekap, kedua tangan di samping, lurus ke bawah, Alis terangkat, Jari telunjuk menyentuh ibu jari, gerakan tangan seolah-olah memukul-mukul dengan bagian sisi telapak tangan, menganggukkan atau menggelengkan kepala, mengusap-usap wajah, menggaruk-garuk kepala, mengusap-usap dagu, bola mata bergerak ke atas, dan banyak lagi. Praktikkan saja….!

Dalam berbicara, kita juga harus melihat “situasi dan kondisi”. Tentu ada cara berbeda ketika kita berbicara di ruang rapat, kafe, toko, lift, tangga, dan sebagainya.

Apakah Anda tipe orang yang sukan ngobrol atau pendiam, jangan lupa ini: kata-kata Anda yang sebenarnya mungkin hanya memainkan peran kecil dalam dampak yang Anda buat. Ada banyak faktor lain yang terlibat.

Jadi, komunikasi verbal bukan semata soal “apa” (what) yang kita katakan, tapi lebih dari itu juga soal “bagaimana” (how) kita mengatakannya. Wasalam. (www.romeltea.com).*

Sumber: Impact Factory & Recruiter

Dapatkan Posting Terbaru via Email Anda! It’s Free!
Asep Syamsul M. Romli aka Romeltea --akrab disapa Kang Romel-- adalah praktisi, trainer, dan konsultan media. Profil lengkap di menu "My Profile". Karya tulis (buku) di menu "My Books". Kontak email: romeltea@yahoo.com. Follow @romeltea

2 Comments

  1. me

    September 29, 2012 at 5:57 pm

    kalo kedua tangan disamping, lurus ke bawah itu artinya apa yah?

  2. nama cantik

    January 11, 2011 at 3:21 pm

    Wah ternyata susah juga ya … rumit bin njelimet..:-)

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>