SAYA sering mencoba untuk menulis artikel. Tapi selalu saja kandas di tengah jalan. Setelah menulis dua-tiga alinea, mandeg. Mohon saran. Jazakallah…. (Isna, Bandung).
Menulis adalah proses. Ada tahapan yang harus dilalui sebelum prung menulis. Setelah menemukan ide atau tema, kembangkan tema tersebut dengan mencari referensi atau data tentang tema tersebut, baca, cerna, pahami, untuk memperkaya data dan memperluas wawasan tentang tema tersebut, sekaligus sebagai bahan perbandingan.
Setelah itu buatlah outline/garis besar atau kerangka tulisan. Misal, temanya “Da’wah Marak (Tapi) Korupsi Menggila”. Outlinenya: 1. Semarak dakwah –menggambarkan betapa dakwah dalam berebagai bentuk marak di Indonesia; 2. Korupsi menggila –kasus-kasua korupsi di Indonesia di berbagai level; 3. Pengaruh dakwah terhadap perilaku korup –kaitan dakwah dengan korupsi, mengapa tidak terpengaruh, dll. (analisis penulis).
Insya Allah dijamin, jika ukhti banyak membaca reefrensi sebelum menulis, proses penulisan tidak akan mandeg. Lazimnya, mandeg di tengah jalan saat menulis karena kekurangan bahan/data/referensi. Good Luck! (www.romeltea.co.nr).*
Tulisan Lainnya:
Print This Post
Asep Syamsul M. Romli a.k.a Romel tea --akrab disapa Kang Romel-- adalah komunikator profesional -wartawan, penulis buku-buku komunikasi praktis, editor, penyiar radio, konsultan media, public speaker, dan trainer-motivator yang siap berbagi dalam pelatihan jurnalistik, menulis, siaran radio, public speaking, MC, public relation (humas), media sosial, dll. Dosen luar biasa mata kuliah ilmu komunikasi. Sering menjadi pemateri di berbagai diklat internal instansi pemerintah/swasta. Kontak saja: romeltea@yahoo.com
Tetap update berita/artikel di mana pun dari Romeltea Magazine dengan mengetikkan www.romeltea.com di browser ponsel Anda!
Wah.. lama gak ketemau nih…
Gmn kabarnya Jenderal?
hehe… Oya jalan-jalan ke blog baru saya yah
di agusajah.blogdetik.com
Diantos…nuhun