rahadio | rahadio@yahoo.co.id
kang, saya pengen belajar jadi wartawan radio, apa referensi buku jurnalistik yang mesti saya baca ? Matur nuwun.
(*) Referensi terbaik adalah buku saya atuh (’kan narsis, he he…) Judulnya: “Broadcast Journalism: Panduan Menjadi Reporter, Scriptwriter, dan Penyiar Radio” terbitan Nuansa Cendikia Bandung. Kontak aja ynuansa@telkom.net atau SMS ke layanan SMS Nuansa 0818 638 038, Good Luck!
Mar 24, 7:33 PM — butiran_senja@yahoo.co.id
gimana ya kalau kita mau mengirimkan naskah novel ke penerbit? kan kita takut juga kalau tidak dihiraukan terus tanpa sepengetahuan kita ada hal2 yang tidak kita inginkan???
(*) Kirimkan ringkasan cerita novelmu sebagai lampiran di surat pengantar, file naskah lengkap juga kirim dalam CD/disket, jika perlu print outnya juga. Jangan takut tidak dihiraukan karena editor/penerbit akan menghubungimu jika naskahmu layak terbit atau tidak. So… kirim aja! Jangan ragu jangan malu! Good Luck!
Mar 25, 2:04 PM — dian_agasa@yahoo.com
selamat pagi.saya seorang penyiar 19 th dikota malang.saat saya siaran,saya mempunyai kendala.yaitu kata semua temen2 satu profesi,setiap kali saya siaran,saya selalu membuat kesalahan yang sangat fatal.misalnya perbendaharaannya kurang dan lain sebagainya.sehingga pada suatu saat saya ditegur,gara2 wawasan saya kurang.sedangkan saya kurang begitu suka membaca.dan saya mohon solusinya. terima kasih.
(*) Solusinya cuma satu: baca! Penyiar harus banyak baca, utamanuya koran atau majalah, biar wawasan dan varietas katanya banyak nanti saat siaran. Jangan lupa, “intip” juga penyiar lain yang menurutmu bagus dan enakeun siarannya, belajar darinya. Ok? Baca saja mulai dari buku yang temanya kamu sukai, buku ringan dulu, bila perlu komik kek atau novel… Pokoknya, kalo kamu mau berwawasan, kudu banget baca….! Good Luck!
Mar 21, 2:39 AM — gajebo_ency@yahoo.co.id
HAHA.. Saya setuju banget dengan komen dari dho, bukan hanya menerima bahkan mereka tidak sungkan meminta amplop jika tidak dikasih wahwahwh… sepertinya kebiasaan buruk (sangat buruk malah!!) ini susah dihilangkan karena memang sebagian dari mereka mengganggap hal tersebut sebagai suatu kewajaran..
mudah2han masih banyak wartawan mengutamakan profesionalitas dibandingkan dengan sebuah amplop…
saya salah satunya.
(*) Kita yakin, masih lebih banyak wartawan yang mengutamakan profesionalitas ketimbang wartawan “ngawur” yang nginjek-nginjek kode etik. Mestinya aparat bergerak tuh nertibin wartawan bodrek yang kadang WTS (Wartawan Tanpa Suratkabar) tu… Thank bro! Good Luck!
Mar 24, 6:42 PM — Kode Etik Jurnalistik: Etika Profesional Wartawan
Lina | nonique_04@yahoo.co.id
Mau tanya tentang model komunikasi aliran banyak tahap. definisinya apa, gambarnya bagaimana dan contoh penerapannya bagaimana. tlg pak, saya butuh secepatnya. terima kasih
(*) Wuih…. Model Komunikasi Aliran Banyak Tahap (Multi Step Flow) ada di semua buku Komunikasi Massa, gambarnya juga ada, di sini ‘gak bisa nggambarnya, ya?! Yang jelas, menurut model komunikasi banyak tahap (multi steps flow), laju komunikasi dari komunikator kepada komunikan terdapat sejumlah saluran yang berganti-ganti. Artinya, beberapa komunikan menerima saluran langsung dari komunikator melalui saluran media massa lalu menyebarkannya kepada komunikan lainnya. Pesan terpindahkan beberapa kali dari sumbernya melalui beberapa tahap.
Mar 22, 5:00 AM — viking_frontline@yahoo.com
saya mau bertanya: apa pengertian karakteristik pers? apakah mempunyai ciri spesifik?, dan apa saja yang berhubungan dengan karakteristik pers?
(*) Pers adalah lembaga penerbitan atau lembaga media massa. Dalam arti sempit, pers adalah suratkabar (pers = persuratkabaran). Dalam arti luas, semua lembaga penerbitan dan penyiaran disebut pers. Lembaga Pers mengeluarkan Media Massa –cetak (suratkabar, tabloid, majalah) ataupun elektronik (radio, TV, film). Menurut para ahli, Karakteristik Pers atau ciri-ciri spesifik pers/media massa adalah 1. Periodisitas, 2. Publisitas, 3. Aktualitas, dan 4. Universalitas.*
Mar 21, 4:14 PM — Guest Room
Tulisan Lainnya:
Print This Post
Asep Syamsul M. Romli a.k.a Romel tea --akrab disapa Kang Romel-- adalah komunikator profesional -wartawan, penulis buku-buku komunikasi praktis, editor, penyiar radio, konsultan media, public speaker, dan trainer-motivator yang siap berbagi dalam pelatihan jurnalistik, menulis, siaran radio, public speaking, MC, public relation (humas), media sosial, dll. Dosen luar biasa mata kuliah ilmu komunikasi. Sering menjadi pemateri di berbagai diklat internal instansi pemerintah/swasta. Kontak saja: romeltea@yahoo.com
Tetap update berita/artikel di mana pun dari Romeltea Magazine dengan mengetikkan www.romeltea.com di browser ponsel Anda!