“The easiest thing to do on earth is not write,” kata William Goldman. Hal termudah yang harus dilakukan di muka bumi ini adalah tidak menulis. Ungkapan itu hendak menggambarkan betapa menulis merupakan hal sulit bagi sebagian –atau kebanyakan—orang.
Benarkah? According to my opinion, menulis itu mudah. Semua orang bisa menulis. Syaratnya cuma satu: niat! Ya, niat, itu saja syarat utama menjadi penulis. Willingness to write! Keinginan untuk menulis.
Niat itu muncul karena motivasi. Motivation to write. Jadi, jika ingin memunculkan niat, ya… motivasilah diri Anda. Misalnya, betapa menulis itu “berisiko” populer, dapet honor, dan menyehatkan. Dengan menulis, orang akan tahu betapa hebat dan berwawasannya Anda.
Seorang dosen menulis, pada hari pertama mengajar di “Writing Class”, menugaskan mahasiswa menjawab pertanyaan sederhana: “Benarkah saya ingin menjadi penulis?” Mahasiswa yang tidak bisa menjawab pertanyaan itu, diminta tidak kembali ke kelasnya.
Jika Anda memiliki motif atau motivasi, saya yakin, Anda tidak akan punya hambatan dalam menulis (writer’s block). Orang yang termotivasi melakukan sesuatu, akan melakukan apa pun untuk mencapai tujuannya.
How to Start
Ok, supposed… Anda sudah termotivasi. Tahap kedua, how to start? Bagaimana memulainya?
“One of the most difficult things is the first paragraph. I have spent many months on a first paragraph, and once I get it, the rest just comes out very easily,” kata Gabriel Garcia Marquez.
Hal paling sulit dalam menulis adalah menyusun paragraf pertama. “Saya menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menulis paragraf pertama, dan sekali saya dapat menuliskannya, selanjutnya sangat mudah”.
Paragraf pertama sebuah tulisan bisa berisi kutipan –kutipan berita, ungkapan, ayat suci, atau pendapat orang lain; bisa juga berisi langsung rangkuman pendapat Anda tentang masalah atau peristiwa yang akan diulas dalam tulisan Anda.
Ah, sudahlah, jangan terlalu banyak “teori”. Lagi pula, tidak ada teori menulis sebagaimana tidak ada teori melukis dan teori naik sepeda. Jadi, jalani saja langsung. Just write! Tuliskan saja yang ada di pikiran Anda, sekarang juga!
Anda bisa mengwali kalimat Anda dengan kata kunci yang ada dalam tema. Misalnya, saya hendak menulis tentang Obama. Saya mulai: Presiden Obama datang ke Indonesia…. Dst.
Ayo, tulis saja! Publish di blog Anda atau di Note akun Facebook Anda –agar otak kiri kita berfungsi hingga terhindari dari pikun dan stroke!
Jangan takut jelek, jangan kejar kesempurnaan. Tulis saja, terpenting yang tertuang dalam tulisan pikiran Anda. “If I waited for perfection, I would never write a word,” kata Margaret Atwood. Jika menunggu sempurna, tidak akan pernah bisa menulis sepatah kata pun! Wasalam. (www.romeltea.com).*
Tulisan Lainnya:
Tags: alinea pertama, Kiat Menulis, mengawali tulisan, Menulis, menulis kalimat awal, Teknik Menulis, Tips Menulis
Print This Post
Asep Syamsul M. Romli a.k.a Romel tea --akrab disapa Kang Romel-- adalah komunikator profesional -wartawan, penulis buku-buku komunikasi praktis, editor, penyiar radio, konsultan media, public speaker, dan trainer-motivator yang siap berbagi dalam pelatihan jurnalistik, menulis, siaran radio, public speaking, MC, public relation (humas), media sosial, dll. Dosen luar biasa mata kuliah ilmu komunikasi. Sering menjadi pemateri di berbagai diklat internal instansi pemerintah/swasta. Kontak saja: romeltea@yahoo.com
Tetap update berita/artikel di mana pun dari Romeltea Magazine dengan mengetikkan www.romeltea.com di browser ponsel Anda!
Klo aku sih PD aja,namanya juga lagi belajar menulis,lama-lama juga akan menjadi mudah.Seperti kata bijak ”bisa itu karena biasa”,betul ngga’ bang..? salam kenal
sangat termotivasi untuk menulis di kompasiana tapi saya belum berani memposting tulisan. bagaimana solusinya, bang?
Solusinya, ya… beranikan diri….
menulis yg ikhlas tak kan habis idenya dan tidak berharap di baca oleh orang lain, namun repot juga ya kalo kita nulis ide, artikel atau analisa bisnis hanya bisa di baca oleh sendiri aja, makasih ya kang atas artikelnya, semoga suatu saat nanti saya bisa menjadi penulis yg bisa menulis semua ide ide saya amiin…
salam sahabat, artikelnya snagat bermanfaat bagi yang suka menulis seperti jurnalistik, ini sangat membantu bagi yang membutuhkan dasar-dasar menulis yang baik sebagi inspirasi untuk mereka, saya sendiri jadi menambah wawasan terabaru dari artikel anda, terimakasih ya.
salam kembali, afwan…. sama-sama….
menurut saya,menulis itu terlalu sulit. Sulit untuk merangkaikan kata ke kalimat dan seterusnya. udh dimulai tapi setelah 2 paragraf tiba2 sudah tersendat….ada masukanngk???
Baru satu nulis satu alinea sudah mandeg? Ini “penyakit” penulis pemula. Penyebabnya, mereka –dan Anda– melewatkan satu tahap penting dalam proses menulis, yaitu “mengembangkan ide” dengan cara membaca literatur, sumber, atau pengumpulan bahan/data. Coba, Anda baca dulu artikel2, buku2, atau search bahan di Mbah Google seputar tema tulisan Anda, baca, pahami, jika perlu kutip dengan menyebutkan sumbernya. Lanjutkan tulisan Anda! Good Luck! [intinya, jika mau nulis, begitu dapet ide, jangan langsung nulis, kembangkan dulu dengan membaca referensi.... makin banyak baca, kian banyak bahan buat dituliskan, yakin!]
Menulis sangat menyenangkan,meringankan beban dan seru sip bget,pingn hasilkan karya
Semoga
Setujuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu……..!
Nervous kang
(*) Hmh? Nervous bagaimana….? Tarif nafas dalam-dalam…