Menjadikan Facebook sebagai Sumber Berita

facebookDI Facebook memang banyak “sampah” –keluh kesah, sumpah serapah, dan ratapan-ratapan layaknya di Dinding Ratapan Yahudi di Jerusalem. Namun, jika kita pandai memilih teman, grup, dan page, maka informasi yang tersesar di beranda Facebook kita akan banyak yang bermanfaat, termasuk untuk dijadikan bahan berita.

Contoh, saya mencari bahan berita tentang Idul Fitri di Hong Kong di beranda Facebook. Saya “intip” teman-teman BMI Hong Kong yang upload foto dan informasi tentang Shalat Id di Hong Kong, Jumat 9 Agustus 2013, lalu “copy” dan diracik menjadi berita, minimal berita foto, dengan tetap mencantumkan sumber (pengunggah foto). Jadilah ia berita Suasana Idul Fitri di Hong Kong.

Setelah mempraktikkan hal itu, baru saya cari “teori jurnalistik” tentang “menjadikan Facebook sebagai Sumber Berita”. Nemu link ini nih… #Tip of the day for journalists: Using Facebook to find stories yang mengarahkan saya ke Story Tips and Tools: Facebook.

Storyful, a service that partners with media companies to aggregate and verify news from social networks, has a guide to Facebook for journalists.

The blog post by Storyful.com editor Fiona McCann explains how journalists can use Facebook’s own search facility, and recommends a tool for anyone who is not logged into a Facebook account.

The post explains how to search public posts by ‘group’, ‘people’ and ‘pages’ within Facebook, and shows how to click on ‘see more results’ to bring up “a host of search filters”.

McCann also recommends Open Status Search [formerly known as Open Facebook Search] and has another great tip: Open Status Search also offers a ‘get embed code’ button which offers the easily-copied html code for embedding a particular search on your own site, with options to customise width, height and number of search items displayed.

Kita bisa “berselancar” ke Public posts,  Open Facebook Search, Crowdsourcing, dan Facebook+Journalists. Jika teman-teman Facebook Anda mayoritas orang yang suka berbagi informasi dan menulis status informatif –bukan status “alay”, narsistis, sumpah serapah, dan keluh-kesah– maka Anda beruntung. Banyak informasi yang bisa dijadikan bahan berita, dikembangkan, dikemas, dan ditulis jadi berita menarik.

Jika Anda ingin mengembangkan berita (follow up system) tentang polemik Ustadz Solmed dan TKI Hong Kong tentang honor ceramah atau tudingan “ustadz matre”, maka… silakan meluncur ke akun Facebook TKI/BMI Hong Kong. Di sana Anda akan mendapatkan informasi “lebih” soal polemik tersebut, juga klarifikasi dari pihak organisasi TKI Hong Kong yang undang Ustadz Solmed.

Tentu, Twitter juga bisa menjadi sumber berita. Kita sering lihat, berita online, cetak, dan TV sering memberitakan tweet seorang tokoh atau trending topic, Hashtag, dan sebagainya. Salam kreatif aja da ah! Wasalam. (www.romeltea.com).*

 

Related Post

Top 9 Skill Jurnalis Online Oleh ASM. Romli Apa saja keahlian atau keterampilan (skill) yang harus dimiliki dan paling sering digunakan oleh para jurnalis online? Daftar top 9...
Cara Menulis Artikel Kunci menulis itu niat, motivasi, lalu latihan. Niat itulah yang memunculkan mood menulis. Wadah latihan menulis antara lain blog. Buat blog, lalu tul...
10 Alasan Blog Lebih Baik dari Facebook Blogging (ngeblog, punya blog) lebih baik daripada Facebook. Anda boleh saja "Facebook-mania", aktif banget di Facebook, tapi... "but if you’re not bl...
Feature, Karya Jurnalistik yang Tetap Aktual By ASM. Romli Feature (baca: ficer) merupakan salah satu jenis tulisan jurnalistik, selain berita (news) dan artikel opini (views). Cara menulis fe...

COMMENTS