Partikel “Pun”, Tulis Terpisah!

Partikel “Pun”, Tulis Terpisah!

bahasa_mediaMENULIS kata/kalimat dengan tata bahasa yang baik itu membutuhkan “kebiasaan” selain pemahaman dan kecermatan. Demikian halnya soal penulisan partikel “pun” yang berarti “juga/saja” (denotatif) dan “penegasan” (konotatif). Jika tidak tahu dan terbiasa, kita akan menuliskannya disambungkan dengan kata yang mendahuluinya.

Kaidah tata bahasa menegaskan, kata “pun” dalam pengertian “juga/saja” dan sebagai penegasan harus dipisahkan penulisannya dari kata yang mendahuluinya.

Contoh

  • Saya pun menyaksikannya = Saya juga menyaksikannya
  • Aku pun mengerti = Saya juga mengerti
  • Setelah dijelaskan, dia pun memahami
  • Hujan turun, aku pun kehujanan.

Tidak semua penulisan partikel “Pun” dipisah, tapi banyak juga yang harus disambungkan dengan kata yang mendahuluinya, yaitu beberapa kata tertentu yang lazim dipakai.

Berikut ini daftar beberapa partikel “pun” yang penulisannya digabung:

  • Adapun
  • Andaipun
  • Ataupun
  • Bagaimanapun
  • Biarpun
  • Kalaupun
  • Kendatipun
  • Maupun
  • Meskipun
  • Sekalipun
  • Sungguhpun
  • Walaupun

Demikianlah yang saya pahami. Semoga benar dan bermanfaat.  (www.romeltea.com).*

 

Related Post

10 Kata Baku yang Sering Salah Tulis Posting 10 Kata Baku yang Sering Salah Tulis ini merupakan daftar kesalahan penulisan kata dalam 17 naskah berita, feature, dan artikel yang saya edit...
Daftar Kata Baku-Tidak Baku Bahasa Indonesia Daftar Kata Baku-Tidak Baku Bahasa Indonesia. Daftar Kata Baku-Tidak Baku ini saya susun berdasarkan referensi Kamus Besar-Bahasa Indonesia (KBBI). ...
Kata Baku: Praktik, Bukan Praktek! Kata Baku: Praktik, Bukan Praktek! Hingga saat ini, saya perhatikan, masih banyak orang menulis kata praktik secara salah, yaitu praktek. Penulisan...
Kontroversi Penulisan Singkatan SWT dan SAW Penulisan singkatan "SWT/Swt" (singkatan Subhanahu wata’ala) bagi Allah dan "SAW/Saw" (Shallallahu ‘alaihi wasallam) bagi Nabi Muhammad menjadi kontro...

COMMENTS (5)

  • comment-avatar

    Sudah lama sekali. Saya rindu dan kini saya kembali lagi kemari.

    Terima kasih atas inspirasi bapak yang hebat. Saya banyak mengambil faedah dari apa yang bapak tulis. Terima kasih…

  • comment-avatar

    Terima kasih atas apresiasi Anda: Bung Ade, Bung Akbar, dan Pak Gede…

  • comment-avatar

    Assalamu”alaikum Pak Romli,

    Saya ingin mengutarakan kekaguman saya kepada Bapak. Sungguh sejak 7 Januari saya pertama membaca artikel Bapak di website ini, saya langsung merasa bahagia. Sangat jarang ada blogger yang memerhatikan bahasa Indonesia sebagus dan sebaik Bapak. Saya selama ini mencari dan terus mencari orang-orang yang mau berbahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai Ejaan Yang Disempurnakan. Sebetulnya saya sangat ingin berkomentar sejak saat itu, namun karena waktu, dana, dan blog saya yang mati, saya jadi hilang semangat. Kini ada sedikit kesempatan dan saya akan memanfaatkannya.

    Saya memmpergunakan beberapa artikel bapak sebagai bahan rujukan. Dan jujur saja, saya sangat senang membaca tiap kata yang Bapak tulis. Saya ingin meneladani Bapak dalam hal perhatian terhadap tata bahasa. Baiklah, sampai di sini komentar saya. Semoga Bapak berkenan menerimanya. Oiya, mohon pembetulan jika ada salah ya, pak?

    Wasalam,
    Ade Malsasa Akbar

    *) yang paling membuat saya bangga, Anda memeluk Islam.

  • comment-avatar
    Akbar tIrto wiyoto March 2, 2010

    Ya pak saya juga ikut setuju

  • comment-avatar

    Ya pak, saya pun setuju. Pun demikian, saya kira, yang baca EYD.

    Salam.
    Gede H. Cahyana