Partikel “Pun”, Tulis Terpisah!

Posted on 23 October 2012 by romeltea

bahasa_mediaMENULIS kata/kalimat dengan tata bahasa yang baik itu membutuhkan “kebiasaan” selain pemahaman dan kecermatan. Demikian halnya soal penulisan partikel “pun” yang berarti “juga/saja” (denotatif) dan “penegasan” (konotatif). Jika tidak tahu dan terbiasa, kita akan menuliskannya disambungkan dengan kata yang mendahuluinya.

Kaidah tata bahasa menegaskan, kata “pun” dalam pengertian “juga/saja” dan sebagai penegasan harus dipisahkan penulisannya dari kata yang mendahuluinya.

Contoh

  • Saya pun menyaksikannya = Saya juga menyaksikannya
  • Aku pun mengerti = Saya juga mengerti
  • Setelah dijelaskan, dia pun memahami
  • Hujan turun, aku pun kehujanan.

Tidak semua penulisan partikel “Pun” dipisah, tapi banyak juga yang harus disambungkan dengan kata yang mendahuluinya, yaitu beberapa kata tertentu yang lazim dipakai.

Berikut ini daftar beberapa partikel “pun” yang penulisannya digabung:

  • Adapun
  • Andaipun
  • Ataupun
  • Bagaimanapun
  • Biarpun
  • Kalaupun
  • Kendatipun
  • Maupun
  • Meskipun
  • Sekalipun
  • Sungguhpun
  • Walaupun

Demikianlah yang saya pahami. Semoga benar dan bermanfaat.  (www.romeltea.com).*

 

Dapatkan Tips Komunikasi Praktis Lainnya via Email

romeltea – has written 621 posts on this site.
Asep Syamsul M. Romli aka Romeltea --akrab disapa Kang Romel-- adalah praktisi, trainer, dan konsultan media. Profil lengkap di menu "My Profile". Karya tulis (buku) di menu "My Books". Kontak email: romeltea@yahoo.com. Follow @romeltea

Kategori | Bahasa Jurnalistik



5 Responses to “Partikel “Pun”, Tulis Terpisah!”

  1. Sudah lama sekali. Saya rindu dan kini saya kembali lagi kemari.

    Terima kasih atas inspirasi bapak yang hebat. Saya banyak mengambil faedah dari apa yang bapak tulis. Terima kasih…

  2. romel says:

    Terima kasih atas apresiasi Anda: Bung Ade, Bung Akbar, dan Pak Gede…

  3. ademalsasa says:

    Assalamu”alaikum Pak Romli,

    Saya ingin mengutarakan kekaguman saya kepada Bapak. Sungguh sejak 7 Januari saya pertama membaca artikel Bapak di website ini, saya langsung merasa bahagia. Sangat jarang ada blogger yang memerhatikan bahasa Indonesia sebagus dan sebaik Bapak. Saya selama ini mencari dan terus mencari orang-orang yang mau berbahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai Ejaan Yang Disempurnakan. Sebetulnya saya sangat ingin berkomentar sejak saat itu, namun karena waktu, dana, dan blog saya yang mati, saya jadi hilang semangat. Kini ada sedikit kesempatan dan saya akan memanfaatkannya.

    Saya memmpergunakan beberapa artikel bapak sebagai bahan rujukan. Dan jujur saja, saya sangat senang membaca tiap kata yang Bapak tulis. Saya ingin meneladani Bapak dalam hal perhatian terhadap tata bahasa. Baiklah, sampai di sini komentar saya. Semoga Bapak berkenan menerimanya. Oiya, mohon pembetulan jika ada salah ya, pak?

    Wasalam,
    Ade Malsasa Akbar

    *) yang paling membuat saya bangga, Anda memeluk Islam.

  4. Akbar tIrto wiyoto says:

    Ya pak saya juga ikut setuju

  5. Gede says:

    Ya pak, saya pun setuju. Pun demikian, saya kira, yang baca EYD.

    Salam.
    Gede H. Cahyana



Tulis Komentar