Pengertian Agenda Media (Agenda Setting Theory)

agenda mediaSetiap media massa mempunyai agenda dalam permberitaannya –dikenal dengan istilah “Agenda Media” atau “Agenda Setting”. Agenda itu disusun sejak sebuah media didirikan, yakni dengan penyusunan visi dan misi. Jika sebuah media tidak memiliki  visi dan misi, maka agenda pemberitaannya nanti akan “ngawur”, tidak jelas visi yang hendak dicapainya dan misi yang harus dijalankannya.

Sebagai contoh, agenda media oposisi adalah menjatuhkan citra pemerintah sehingga partai berkuasa tidak lagi dipilih dalam pemilu berikutnya. Sebaliknya, agenda media pro-pemerintah (corong pemerintah) adalah membangun citra yang baik agar partai berkuasa terpilih kembali karena dinilai berhasil menjalankan pemerintahan.

Dalam literatur komunikasi, teori Agenda Media atau Agenda Setting Theory dikemukakan Maxwell McCombs and Donald L. Shaw (McCombs, M., & Shaw, D.L. (1973). The agenda-setting function of the mass media. Public Opinion Quarterly, 37, 62-75):

“The Agenda-Setting Theory says the media (mainly the news media) aren’t always successful at telling us what to think, but they are quite successful at telling us what to think about.”

Teori Agenda Setting ini menggambarkan “kemampuan media berita (news media) untuk menentukan topik yang akan menjadi pemikiran dan pembicaraan publik”.

Cohen (1963) menjelaskan asumsi dasar Agenda Setting Theory ini sebagai berikut:

  • The press is significantly more than a surveyor of information and opinion. It may not be succesfull much of the time in telling the people what to tink, but it is succesfull in telling readers what to thing about.
  • To tell what to think about = membentuk persepsi khalayak tentang apa yang dianggap penting.
  • Dengan teknik pemilihan dan penonjolan, media memberika cues tentang mana issue yang lebih penting (Becker, 1982).
  • Apa yang dianggap penting oleh media, akan dianggap penting pula oleh masyarakat. Apa yang dilupakan media, akan luput pula dari perhatian masyaraat.

Dalam tataran praktis, pemberitaan medialah yang menentukan apa yang menjadi bahan pemikiran dan obrolan publik (public agenda). Teori Agenda media menegaskan betapa besar pengaruh media pada pemikiran dan perilaku publik. Itulah sebabnya media disebut sebagai “kekuatan keempat” (fourth estate) setelah pemerintah (eksekutif), parlemen (legislatif), dan peradilan (yudikatif). Wasalam. (www.romeltea.com).*

Related Post

Hindari Aplikasi Cara Mengetahui yang Lihat Profil... Awas! Jebakan 'Mengintip Profil Teman' di Facebook Anda yang memiliki akun facebook kadang terpikir siapa saja yang sering melihat profil di Facebo...
Disorientasi Wartawan Media Online Wartawan Media Online alami disorientasi gara-gara trafik, pageviews, klik, dan... Adsense!   WARTAWAN itu menulis berita untuk menyampaikan in...
Blokir Situs Islam vs Kembalikan Media Islam Blokir Situs Islam vs Kembalikan Media Islam ATAS rekomendasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kementerian Komunikasi dan Informasi ...
Agenda Setting dan Kebohongan Media Oleh ASM. ROMLI Makalah “Seminar Kebohongan Media Barat” ICMI Orwil Jabar. Sabtu, 7 Juni 2008 "Kelompok militan Hamas menyerang Israel..."; "Kaum mili...

COMMENTS