Pengertian Teror, Terorisme, dan Tujuannya

Pengertian Teror, Terorisme, dan Tujuannya

Pengertian Teror, Terorisme, dan Tujuannya.

teror-bom-surabayaTeror adalah suatu kondisi takut yang nyata, perasaan luar biasa akan bahaya yang mungkin terjadi. Keadaan ini sering ditandai dengan kebingungan atas tindakan yang harus dilakukan selanjutnya.

Teror atau Terorisme selalu identik dengan kekerasan. Terorisme adalah puncak aksi kekerasan (terrorism is the apex of violence). Bisa saja kekerasan terjadi tanpa teror, tetapi tidak ada teror tanpa kekerasan.

Korban tindakan Terorisme seringkali adalah orang yang tidak bersalah. Kaum teroris bermaksud ingin menciptakan sensasi agar masyarakat luas memperhatikan apa yang mereka perjuangkan.

Demikian pengertian teror, terorisme, dan tujuannya yang disebutkan di laman Wikipedia.

Pengertian Teror/Terorisme secara Bahasa

Secara bahasa, teror artinya dalah usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan (KBBI).

Guru Besar Universitas Paramadina, Prof DR Abdul Hadi WM, sebagaimana dikutip Republika, menyebutkan, kata terror berasal dari bahasa Perancis Lama (abad ke-14 M) “terreur” yang artinya “sesuatu yang mengintimidasi, obyek rasa takut” .

Kata teror berasal dari kata terrorem (bahasa Latin) yang pada abad ke-15 M diberi arti “great fear, dread, alarm, panic; object of fear, cause of alarm; terrible news,” from terrere “fill with fear, frighten.”

Kata teror juga berakar kata ‘tres‘ berkaitan dengan kata Inggris “to tremble” dan terrible.

Kendati terorisme sudah ada sejak lama, tetapi kata terror baru benar-benar populer sejak akhir aba dke-18 M pada saat meletusnya Revolusi Perancis.

Pada saat itu, kaum Jacobin yang memegang pemerintahan revolusioner menggunakan kekerasan dalam memlihara situasi revolusioner. Misalnya melakukan hukuman massal kepada muh revolusi yaitu dengan membunuh menggunakan pisau guillotine. Akibatnya, sekitar 100 ribu orang dihukum mati oleh kaum Jacobin pada periode tahun 1793 sampai 1794.

Teknik teror juga digunakan oleh Hitler di Jerman dan Stalin di Rusia, serta Mussolini di Italia dan Jendral Franco di Spanyol pada abad ke-20 M. Jutaan manusia tewas pada masa keempat dikator ini berkuasa.

Pengertian Terorisme (Teori)

Saya masih menyimpan catatan tentang pengertian teror/terorisme sewaktu kuliah di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional FISIP Unpad.

Yang saya pahami, terorisme adalah bagian dari komunikasi. Dalam sebuah aksi teror selalu ada pesan (message) dari teroris.

Dengan kata lain, aksi teroris dimaksudkan untuk menyampaikan sebuah pesan.

Jika dalam sebuah aksi terorisme tidak ada pesan yang disampaikan oleh pelaku teror (teroris), maka aksi itu bisa dikatakan terorisme yang “Gaje” (GJ) alias “Gak Jelas”, selain hanya bertujuan menimbulkan ketakutan dan bikin gaduh suasana.

Secara teori, terorisme adalah komunikasi dengan menggunakan kekerasan, umumnya untuk mencapai tujuan politik.

Encyclopedia Americana (1993) menyebutkan, terorisme adalah penggunaan atau ancaman kekerasan yang terbatas pada kerusakan fisik, namun berdampak psikologis tinggi karena ia menciptakan ketakutan dan kejutan. Keefektifan terorisme lebih bersifat politik ketimbang militer. Aksi teroris dimaksudkan untuk mengomunikasikan sebuah pesan.

Terorisme: Istilah Kabur

Terorisme sendiri merupakan istilah yang kabur dan bermakna ganda (ambiguous).

Di kalangan akademisi atau ilmuan sosial-politik pun tidak ada kesepakatan tentang definisi terorisme. Tidak ada satu pun definisi “terorisme” yang diterima secara universal.

Yang jelas, terorisme merupakan sebuah aksi atau tindak kekerasan (violence) yang merusak (destructive).

Menurut Oxford Paperback Dictionary, terror artinya

  • extreme fear (rasa takut yang luar biasa)
  • a terrifying person or thing (seseorang atau sesuatu yang mengerikan).

Terrorism juga diartikan sebagai use of violence and intimidation, especially for political purposes (penggunaan kekerasan dan intimidasi, utamanya bagi tujuan-tujuan politik).

Terorisme memiliki cara yang khas, yaitu penggunaan kekerasan secara sistematis untuk mencapai tujuan politik. Metodanya adalah pengeboman, pembajakan, pembunuhan, penyanderaan, atau singkatnya: “aksi kekerasan bersenjata”.

Dr. Knet Lyne Oot, dikutip M. Riza Sihbudi dalam buku Bara Timur Tengah, mendefinisikan terorisme sebagai berikut:

  1. sebuah aksi militer atau psikologis yang dirancang untuk menciptakan ketakutan, atau membuat kehancuran ekonomi atau material;
  2. sebuah pemaksaan tingkah laku lain;
  3. sebuah tindakan kriminal yang bertendensi mencari publisitas;
  4. tindakan kriminal bertujuan politis;
  5. kekerasan bermotifkan politis; dan
  6. sebuah aksi kriminal guna memperoleh tujuan politis atau ekonomis.

Demikian ulasan ringkas tentang arti, makna, definisi, atau pengertian teror, terorisme, dan tujuannya. Wasalam. (www.romeltea.com).*

 

COMMENTS