Penggunaan Kata ‘Ini’ dalam Judul Berita – Trend Jurnalistik Online

Penggunaan Kata ‘Ini’ dalam Judul Berita – Trend Jurnalistik Online

KATA “ini” tengah jadi trend jurnalistik online dalam membuat judul-judul berita.

Banyak –mungkin semua– media online (media siber) gemar menulis judul berita dengan menggunakan kata “ini”, misalnya “Ini Komentar Presiden…”, “Ini Reaksi…,” “Ini tanggapan…,” dsb.

Di berbagai pelatihan jurnalistik online, saya suka bercanda, jurnalis media online kita banyak yang gak bisa move on dari pelajaran waktu SD: Ini Budi, Ini Ibu Budi, Ini Bapak Budi.

Karenanya, banyak wartawan media online –terutama wartawan Kompas.com dan Tribunnew.com– menulis judul berita dengan menggunakan kata “ini”.

Silakan simak contohnya berikut ini:

  • Mau Rumah Murah Dekat Stasiun Kereta? Ini Pilihannya (Kompas.com)
  • Ini Sejarah Toge Goreng Khas Bogor, Ternyata Meniru Spaghetti (Kompas.com)
  • Ini Titik Banjir di Jakarta Selatan dan Timur (Kompas.com)
  • Disebut sebagai Pria Idaman Lain Istri Artis Ini, Billy Syahputra (Tribunnews.com)
  • Elektabilitas Dua Pasangan Calon di Pilgub Jabar Ini Disebut (Tribunnews)
  • Sekolah Musik Ini Mampu Hemat Energi Sampai 70 Persen (Kompas.com)
  • Ini Alasan KPK Tak Hadiri Sidang Perdana Praperadilan Fredrich (Kompas.com)
  • Boaz Solossa Batal Gabung Persib Bandung, Ini Penyebabnya (Tribunnews)

Kompas.com dan Tribunnews.com memang “jagonya” membuat judul-judul seperti itu, menggunakan kata “ini” atau “begini”.

Menggunakan kata “ini” dalam judul menjadikan pembuatan judul berita menjadi begitu mudah. Wartawan gak perlu berpikir lama untuk membuat judul berita.

Begitu selesai meliput peristiwa, misalnya seminar, tinggal bikin judul “Ini hasil seminar”. Begitu usai wawancara, sang jurnalis online tinggal bikin judul “Ini komentar….”

Penggunaan kata “ini” dalam judul adalah praktik jurnalisme umpan klik (clickbait journalism). Kata”ini” menyembunyikan fakta terpenting untuk membuat penasaran pembaca dan mengeklik judul berita.

Media-media online penganut jurnalisme umpan klik ini masuk kategori koran kuning (yellow paper) penganut jurnalisme kuning (yellow journalism). David Pogue dari Yahoo menyebutkan jurnalisme umpan klik bukan jurnalisme yang baik.

Dalam postingan lain, Pogue mengatakan ” jangan buang-buang waktu dengan klik judul berita umpan klik“.

Trend menulis judul dengan menggunakan kata “ini” juga diikuti oleh banyak media siber abal-abal atau media online amatiran.

Selain buang waktu, klik judul berita umpan klik juga buang-buang kuota, karena isi judul umpan klik sering juga disajikan dalam dua-tiga halaman (multiple pages) untuk meningkatkan pageviews.

Jadi, jangan pernah tergoba untuk klik dan baca judul berita umpan klik, termasuk yang menggunakan kata “ini” dalam judul beritanya. Wasalam. (www.romeltea.com).*

 

Related Post

Hoax, Media Abal-Abal, dan Ancaman Pidana UU ITE Hoax, Media Abal-Abal, dan Ancaman Pidana UU ITE. "Sebar Hoax, Pimpred Media Abal-Abal Ditangkap Polisi," demikian dikabarkan Liputan6. Koreksi ...
Media Online Kian Menyiksa Pembacanya MEDIA Online (situs berita, portal berita) kian menyiksa pembacanya. Bukan saja dengan judul-judul umpan klik (clickbait) nan alay bin lebay, tapi jug...
Teknik Menulis Efektif di Media Online Menulis di media online harus beda dengan menulis di media cetak apalagi elektronik (radio/TV). Karakter media online dan perilaku pembaca media onlin...
Jurnalistik Online – Sejarah, Prinsip, dan Keunggu... Pengertian Jurnalistik Online Jurnalistik Online adalah aktivitas jurnalistik yang memanfaatkan internet sebagai medianya sehingga dapat diakses seca...

COMMENTS