Penulisan Kata “Amin” yang Benar

Penulisan Kata “Amin” yang Benar

205
3
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

aminDI banyak forum, terutama Facebook, sering muncul “protes” atas penulisan kata “amin” (Arab: آمِّينَ). Menurut mereka, penulisan kata “amin” yang benar adalah “aamiin” (= kabulkanlah doa kami) –bukan “amin”  ( = aman), “aamin” ( = meminta perlindungan), “amiin” ( = jujur, terpercaya).

Jadi, yang benar, menurut mereka, adalah “aamiin” ( = kabulkanlah doa kami). Saya tidak menyalahkan “aksi protes” itu.

Mari kita pahami, masalahnya bukan mana yang benar mana yang tidak, tapi mana yang baku dan tidak baku jika menyangkut kaidah tata bahasa atau penulisan kata yang benar menurut EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Jika rujukannya kaidah tata bahasa Indonesia, maka penulisan kata “amin” yang benar adalah “amin”. Berikut ini salinan arti kata “amin” dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI):

amin p terimalah; kabulkanlah; demikianlah hendaknya (dikatakan pd waktu berdoa atau sesudah berdoa): doa itu diakhiri dng ucapan “ – “ yg gemuruh; meng•a•mini v 1 mengucap amin ketika mengakhiri doa: serentak yg hadir ~ doa selamat yg dibacakan oleh penghulu; 2 ki mengiakan; menyetujui; membenarkan: mereka ~ saja apa yg dikatakan pemimpinnya; meng•a•min•kan v mengamini

Para pengikut aliran “aamiin” mesti konsisten juga, misalnya ketika menulis kata “Allah”, ya harusnya “Allaah” atau “Awlooh”, karena dasar penulisan sebuah kata daam bahasa Arab versi aliran ini adalah “sesuai dengan pengucapannya (pelafalannya)”.

Demikian juga jika menulis “setan”,  mestinya mereka menulisnya “syaithon”, “Al-Quran” : “Al-Qur-aan”, “Rasulullah” : “Rosuluwlooh”, “Do’a” : “Du’aa”, “Sabar” : “Shobar”, dan seterusnya. Wallahu a’lam. (www.romeltea.com).*

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY