Penulisan Kata Terima Kasih yang Benar

terima kasihKata “terima kasih” (syukron -Arab, thank you -Inggris) termasuk salah satu “magic words” (kata sakti) yang dapat mengeratkan hubungan baik dengan sesama manusia, termasuk hubungan atasan-bawahan, orangtua-anak, kakak-adik, majikan-pekerja, dan sebagainya.

Entah berapa juta kali per hari kata terima kasih diucapkan oleh manusia di dunia ini dengan berbagai bahasa.

Kita terbiasa mengucapkan kata “terima kasih”. Namun, sudah terbiasa pulakan kita menuliskan kata “terima kasih” dengan benar? Emang penulisan kata terima kasih yang benar atau baku gimana sih? Dipisah! Penulisan kata “terima kasih” yang benar dipisah antara “terima” dan “kasih” jadi “terima kasih”, bukan disatukan –terimakasih.

Sok aja buktiin. Buka deh Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan cari kata “terimakasih“, maka yang muncul “Tidak menemukan kata yang sesuai dengan kriteria pencarian!!!” Nah loh, tanda serunya tiga pula!

Coba sekali lagi. Kali ini penulisan kata terima kasihnya dipisah deh, terima kasih, maka akan keluar:

te·ri·ma ka·sih n rasa syukur;
ber·te·ri·ma ka·sih v mengucap syukur; melahirkan rasa syukur atau membalas budi setelah menerima kebaikan dsb

Posting ini “sekadar” menjawab pertanyaan kawan yang konsultasi via inbox Facebook tentang penulisan kata terima kasih yang benar.

Jadi, jelas ya, penulisan terima kasih yang benar itu dipisah, terima kasih, tidak disatukan —terimakasih.

Bagaimana kalo dalam suasana informal? Ya… kalo komunikasi informal, misalnya antarpersonal, maka bebas sajalah menuliskan kata terima kasihnya. Yang penting bisa dimengerti, misalnya trims, thanks, thx, makasih, atau… maacih eaaa… (gaya alay ^_^).

Demikianlah “episode” penulisan kata terima kasih yang benar. Romeltea undur diri. Terima kasih…! Wasalam. (www.romeltea.com).

Next: Yang benar “nasihat”, “penasihat”, BUKAN “nasehat”, “penasehat”.

Related Post

Nulis Kata ‘dan’ Koq di Awal Kalimat! “Assalamualaikum, maaf mengganggu… Saya bingung dengan penggunaan bahasa indonesia akhir2 ini. Banyak yg menggunakan kata sambung (penghubung) "dan" d...
Kata Mubazir dan Kata Jenuh – Bahasa Jurnali... Kata Mubazir dan Kata Jenuh harus dihindari saat menulis berita atau artikel untuk media massa.  Hal itu agar tulisan menjadi ringkas, efektif, dan me...
Kisah Syahrini dan “Sesuatu”-nya Dikabarkan, Syahrini merasa senang bukan kepalang karena kata yang kerap meluncur dari bibirnya, “sesuatu”, menjadi trend. Bahkan, sempat menjadi topi...
Penyimpangan Bahasa Jurnalistik * Untuk mahasiswa : Klik Page ONLINE CLASS (d/h Materi Kuliah) BAHASA Jurnalistik adalah ”bahasa khusus” yang digunakan oleh wartawan atau media mass...

COMMENTS