Saturday, May 19th, 2012

Rileks & Terus Belajar! Kunci Sukses Siaran

Published on January 14, 2008 by | 36 Views |   ·   1 Comment

RILEKS, santai, adalah kata kunci dalam sebuah siaran radio. Kamu tidak boleh gugup, grogi, ataupun tidak “pede” ketika siaran. Berikut ini tips kilat bagi kamu yang harus siaran di studio:

· Pastikan kamu benar-benar rileks dan merasa nyaman di studio.

· Jika kamu harus menempati “kursi panas” (hot seat), yakni harus langsung tampil setelah penyiar lain, hadirlah di studio sekurang-kurangnya 15 menit sebelum kamu mengudara. Prepare lah….

· Duduklah senyaman mungkin di kursi, berusaha rileks, cari posisi duduk yang terasa nyaman banget buat kamu.

· Duduk tegak, jangan membungkuk! Ini penting banget karena cara duduk akan berpengaruh pada kualitas suara kamu. Jika kamu duduk membungkuk, hingga perut atau “diafragma” kamu tertekan, suara emasny ‘gak kan keluar tuh! Usahain dech janga pake celana ato sabuk yang superketat. Bebaskan perutmu dari tekanan!

· Pastikan semua peralatan menyala dan berfungsi, seperti mike, mixer, komputer, line telepon, de el el. Jika kamu ambil-alih kursis siaran dari penyiar lain, kamu biasanya nyangka bahwa semuanya OK –kecuali jika penyiar sebelum kamu itu iseng banget, ‘gak ngasih tau kalo ada kerusakan alat apa gitu. Jahat banget doi kalo gitu ya… (Pernah lho ada penyiar yang siaran, cuap-cuap dengan segala kecentilannya selama dua jam, pas udahan, eh… ternyata pemancarnya off ! Operator yang biasa nemeninnya tidur seeh…).

· Pastikan kamu memiliki headphone.

Terus Belajar!

KAMU yang udah jadi penyiar, jangan berpuas diri, apalagi ngerasa udah bener siarannya dan disukai semua pendengar. Belajarlah terus, baca buku-buku broadcast untuk tingkatkan wawasanmu tentang dunia siaran.

Jangan lupa, kamu juga kudu banget baca koran tiap hari, bagus tuh jika online ke cybermedia tiap jam, biar kamu tidak ketinggalan info terbaru. Penyiar akan sangat suka jika di sela-sela siaran musikmu, kamu selipkan tuh berita penting. Kamu harus lebih dulu tau sebuah berita sebelum pendengarmu.

Jangan lupa, tingkatkan terus wawasan-pengetahuanmu. Selain koran, baca juga majalah dan buku-buku, minimal majalah/ buku kegemaranmu, lalu bagi tuh wawasan sama pendengarmu.

Pernah lho ada penyiar yang nyebut, yang ngorbanin anaknya itu Nabi Muhammad! Walah… salah pisan atuh nya. Yang bener ‘kan Nabi Ibrahim! Aduh, malu deh kita dengerinnya.

Tak kalah fatal, ada lho penyiar baru yang nanya sama pasangan siarannya: “New Entry apaan sih?” Walah….. masak yang gitu aja ‘gak tahu, blo-on banget ya, polos banget, on air lagi nanyanya. Tapi, maklum deh, penyiar baru. Tapi…. denger-denger doi itu pernah dididik oleh sebuah tempat kursus siaran yang ada materi “English for Broadcaster”-nya… yang jelas bukan di Semai Broadcast.

Truz.. buat programer, jika bikin acara, jangan bagus menurut kita aja dong, harus juga bagus menurut pendengar. Sering lho programer membuat acara, menurutnya bagus, tapi pas udah disiarkan, pendengar malah ‘gak suka. Makanya, kalo bikin acara, pandanglah tuh ide dari perspektif atau sudut pandang pendengar… Programer juga harus, kudu banget, memposisikan diri sebagai pendengar…*

No related posts.

Print This Post Print This Post

About Romeltea:

Asep Syamsul M. Romli a.k.a Romel tea --akrab disapa Kang Romel-- adalah komunikator profesional -wartawan, penulis buku-buku komunikasi praktis, editor, penyiar radio, konsultan media, public speaker, dan trainer-motivator yang siap berbagi dalam pelatihan jurnalistik, menulis, siaran radio, public speaking, MC, public relation (humas), media sosial, dll. Dosen luar biasa mata kuliah ilmu komunikasi. Sering menjadi pemateri di berbagai diklat internal instansi pemerintah/swasta. Kontak saja: romeltea@yahoo.com


Tetap update berita/artikel di mana pun dari Romeltea Magazine dengan mengetikkan www.romeltea.com di browser ponsel Anda!


Readers Comments (1)

  1. Ass… Kang Romel…..

    Bener bgt apa yang di kasi Kang Romel di artikel ini, bener-bner ngebantu saya….
    apalagi saya sedang dalam masa pembelajaran untuk menjadi seorang Anouncer…
    Pa lagi saran-saran Kang Romel di Shinta Broadcasting School.. Bener-bener gampang bwt di inget….
    maksih ya Kang….
    Tetep ajarin kita bwt jadi Anouncer yang baik…ok ,,
    Makasih bnyak Kang….

    (*) OK! kamu terlalu berlebihan ah, saya biasa saja… cuma pinter and brilliant doang! (hehe . narsis ya!)




Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.




POSTING TERBARU



KOMENTAR

My Links



Adsense Indonesia



WEB STATS

  • 946128Total reads:
  • 125Today:
  • 759Yesterday: