Radio berasal dari sebuah benda bernama ”Music Box” (Kotak Musik). Kotak tersebut dapat memperdengarkan lagu-lagu berkat pemancaran gelombang elektromagnetik. Karenanya, hingga kini radio identik dengan musik –gudang lagu dan tempat orang mendengarkan musik favorit mereka.
Setelah berperan lama sebagai media hiburan, radio juga menjalankan peran lain –sebagai media informasi. Manajemen stasiun radio pun mengemas program siaran berita (news program), seperti breaking news, news bulletin, talkshow, dan reportase langsung (live report). Dari program itu muncul posisi-posisi profesi baru di dunia radio: news presenter, reporter, dan news director.
Radio merupakan kekuatan kelima (fitht estate) atau ”pilar demokrasi kelima” setelah eksekutif, legislatif, yudikatif, dan pers (minus radio). Hal itu antara lain karena radio memiliki kekuatan langsung, tidak mengenal jarak dan rintangan, dan memiliki daya tarik sendiri, seperti kekuatan suara, musik, dan efek suara.
Radio merupakan media massa yang paling banyak dikonsumsi oleh publik, utamanya karena fleksibilitasnya – bisa didengarkan tanpa mengganggu aktivitas lain. (www.romeltea.com).*
Tulisan Lainnya:
Tags: Kotak Musik, News Program, Penyiar, Radio, Sejarah Radio
Print This Post
Asep Syamsul M. Romli a.k.a Romel tea --akrab disapa Kang Romel-- adalah komunikator profesional -wartawan, penulis buku-buku komunikasi praktis, editor, penyiar radio, konsultan media, public speaker, dan trainer-motivator yang siap berbagi dalam pelatihan jurnalistik, menulis, siaran radio, public speaking, MC, public relation (humas), media sosial, dll. Dosen luar biasa mata kuliah ilmu komunikasi. Sering menjadi pemateri di berbagai diklat internal instansi pemerintah/swasta. Kontak saja: romeltea@yahoo.com
Tetap update berita/artikel di mana pun dari Romeltea Magazine dengan mengetikkan www.romeltea.com di browser ponsel Anda!