Tabloid Indonesia Barokah, Media Propaganda

290 views

Tabloid Indonesia Barokah adalah media propaganda di Pilpres 2019. Isinya membentuk opini publik negatif tentang Prabowo.

tabloid indonesia barokah

Tabloid Indonesia Barokah. Foto: detik.com

Pemimpin Umum Tabloid Indonesia Barokah adalah Moch. Shaka Dzulkarnaen. Pemimpin Redaksi Tabloid Indonesia Barokah adalah Barokah Ichwanuddin. Entah nama asli atau nama fiktif. Kayaknya sih fiktif. Mana berani mencantumkan nama asli?

Alamat redaksi Tabloid Indonesia Barokah di Jalan H Kerenkemi, tepatnya di RT 007 RW 013, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi. Ternyata fiktif.

Warga Pondok Melati merasa geram karena wilayahnya dicatut untuk kampanye negatif. Ketua RT 007 RW 013, Sarsono, menegaskan alamat tabloid tersebut fiktif.

“Jadi begini, bagi saya orang yang cantumin ini (alamat) provokator, pengecut, ini fiktif. Kenapa saya bilang fiktif, karena saya dipilih warga kan jadi biar menjaga keamanan, bisa damai. Kalau tabloid ini kan pengacau negara, sudah melebihi PKI, ini mengacau doang tapi pengecut, nggak berani tampilkan alamat yang jelas,” ujar Sarsono dikutip detik.com.

Penerbitan tabloid ini membutuhkaan biaya besar. Biaya pengirimannya saja mencapai Rp1,4 miliar.

“Menurut kantor Pos ada biaya 1,4 miliar untuk pengiriman ke pondok-pondok pesantren dan masjid di seluruh Pulau Jawa,” kata anggota tim pemenangan Prabowo, Andi Syamsul Bakhri, dikutip serambinews.com.

“Berarti kalau dua orang ini nggak mungkin punya duit sebesar gitu, pasti ada aktor intelektual di belakangnya yang membiayai ini,” sambung Andi.

 

Dewan Pers menyatakan Tabloid Indonesia Barokah bukan produk pers, bukan media jurnalistik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

 

Dewan Pers pun mempersilakan pihak yang dirugikan menggunakan UU lain di luar UU Pers untuk memperkarakan Tabloid Indonesia Barokah.

“Dilihat dari sisi adminitrasi dan konten, Indonesia Barokah bukan pers,” kata Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo, dikutip kompas.com.

Yosep mengatakan, Tabloid Indonesia Barokah memuat opini yang mendiskreditkan Prabowo tanpa melakukan verifikasi, klarifikasi, ataupun konfirmasi yang merupakan kewajiban media sebagaimana disebutkan dalam kode etik jurnalistik.

Nama tabloid ini, Indonesia Barokah, sama dengan sebuah situs dengan domain dan url indonesiabarokah.com yang redaksi dan alamatnya tidak disebutkan. Tidak ada nama redaksi maupun alamat kantor, sebagaimana situs berita atau situs resmi instansi/lembaga.

Karena Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf, Ipang Wahid, diketahui pernah mengirim beberapa video di situs indonesiabarokah.com dengan konten yang berisi logo serupa Tabloid Indonesia Barokah, ia pun dituduh menjadi dalang tabloid Indonesia Barokah.

Ipang langsung membantahnya.

“Demi Allah, saya tegaskan bahwa saya bukan pembuat Tabloid Indonesia Barokah,” kata Ipang dikutip tempo.co.

Ipang mengakui dirinya pernah membuat tiga konten video berjudul ‘Islam itu Indah’, ‘Deddy Mizwar’, dan ‘Parodi Bohemian dan dimuat di situs indonesiabarokah.com.

 

Menurut saya, jika polisi benar-benar mau mengungkap dalang tabloid ini, bisa memulai penyelidikannya melalui situs indonesiabarokah.com dan Ipang, lalu ke kantor pos dengan menyelidiki orang yang membawa tabloid ke kantor pos untuk dikirimkan ke berbagai tempat. Kalu benar-benar serius ya, Pak Polisi! Ini cuma usul. Jangan menunggu Prabowo menang dulu 🙂

Media Propaganda

Tabloid Indonesia Barokah adalah media propaganda sekaligus media kampanye negatif yang membidik Prabowo. Namun, bisa juga tabloid ini menjadi “senjata makan tuan”. Alih-alih menjatuhkan Prabowo, kemunculan tabloid propaganda ini justru bisa menaikkan popularitas dan elektabilitas capres nomor urut 02 itu.

Tabloid ini juga memenuh kriteria media abal-abal: tim redaksi fiktif, alamat fiktif, penerbit fiktif, serta berisi tulisan tanpa verifikasi, klarifikasi, ataupun konfirmasi.

Istilah “propaganda” berasal dari bahasa Latin modern “propagare” yang berarti mengembangkan atau memekarkan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, propaganda berarti penerangan (paham, pendapat, dsb) yangg benar atau salah yang dikembangkan dengan tujuan meyakinkan orang agar menganut suatu aliran, sikap, atau arah tindakan tertentu.

Propaganda adalah komunikasi yang bertujuan memengaruhi pendapat dan kelakuan masyarakat.

Propaganda kadang menyampaikan pesan yang benar, namun seringkali menyesatkan. Umumnya, isi propaganda hanya menyampaikan fakta-fakta pilihan yang dapat menghasilkan pengaruh tertentu atau lebih menghasilkan reaksi emosional daripada reaksi rasional.

Menurut Jacques Ellul, pengertian propaganda adalah komunikasi yang digunakan oleh suatu kelompok terorganisasi yang ingin menciptakan partisipasi aktif atau pasif dalam tindakan-tindakan suatu massa.

Menteri Propaganda Nazi pada zaman Hitler, Jozef Goebbels, mengatakan: “Sebarkan kebohongan berulang-ulang kepada publik. Kebohongan yang diulang-ulang, akan membuat publik menjadi percaya.” Goebbels juga mengajarkan bahwa kebohongan yang paling besar ialah kebenaran yang diubah sedikit saja (Wikipedia).

Propaganda hakikatnya adalah formation of men’s attitudes (pembentukan sikap orang terhadap sesuatu) yang dilakukan oleh orang tertentu dengan tujuan tertentu (something made by certain people for certain purposes).

Komponen penting propaganda terdiri dari propagandis, tujuan, dan media. Teknik Propaganda antara lain permainan kata (word games) dan name calling (julukan buruk, labelling theory). Wasalam. (www.romeltea.com).

Referensi: Dan Nimmo. Komunikasi Politik. Rosda, Bandung, 1982; Prof. Onong Uchjana Effendy, M.A. Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi. Citra Aditya Bakti, Bandung, 2003.

 

Indonesia Barokah Media Propaganda Tabloid

Related Post

Leave a reply