Teknik Menulis Berita

Posted on 26 October 2012 by romeltea

menulis beritaOleh ASM. Romli

Sebelum ke teknik menulis berita, kita pahami dulu arti berita (news). Berita adalah laporan peristiwa terbaru. Peristiwa lama bukan lagi berita, paling-paling jadi berita basi. Peristiwa yang dilaporkan itulah berita. Berita harus selalu mengandung hal baru. Sebagaimana akar kata berita (news), yakni “new” (baru).

Unsur Berita: 5W+1H
Laporan itu berisi 5W+1H, enam unsur yang wajib ada dalam sebuah berita, yakni

  1. Apa yang terjadi (what, apa),
  2. Kenapa terjadi atau apa penyebabnya atau  (why, kenapa)
  3. Kapan kejadiannya (when)
  4. Di mana (where)
  5. Siapa yang terlibat dalam kejadian itu atau siapa aktornya (who),
  6. Bagaimana kejadiannya (how).

Jadi, sebelum dituliskan, kumpukan dulu data-data tersebut (penuhi unsur 5W+1H), cek dan ricek, tabayun, yakinkah semuanya benar dan akurat. Setelah itu, mulailah menulis berita.

Bahasa Jurnalistik: Sederhana dan Hemat Kata!
Fakta dan data yang sudah dihimpun dituliskan berdasarkan rumus 5W+1H dengan menggunakan Bahasa Jurnalistik –spesifik= hemat kata, kalimatnya pendek-pendek, baku, dan sederhana; dan komunikatif = jelas, langsung ke pokok masalah (straight to the point), mudah dipahami orang awam.

Komposisi Naskah
Komposisi naskah berita terdiri dari

  1. Head (Judul)
  2. Date Line (Baris Tanggal), yaitu nama tempat berangsungnya peristiwa atau tempat berita dibuat, plus nama media Anda
  3. Lead (Teras) atau paragraf pertama yang berisi bagian paling penting atau hal yang paling menarik
  4. Body (Isi) berupa uraian penjelasan dari yang sudah tertuang di Lead.

Teknik Menulis Berita

Judul Berita: Aktif, Ringkas, Lengkap!
Berita diawali oleh judul. Judul berita harus ringkas, menggambarkan isi, tapi berupa kalimat lengkap. Minimal terdiri dari subjek dan predikat, mubtada dan khobar.

Contoh: BATIC Gelar Pelatihan Jurnalistik. BATIC = Subjek. Gelar = Predikat. Pelatihan Jurnalistik = Objek. Salah kalau judulnya begini: Pelatihan Jurnalistik BATIC. Itu baru subjek saja; cuma mubtada, khobar-nya belum ada. Mestinya, Pelatihan Jurnalistik BATIC Meriah (atau ‘Garing’? Seru? Heboh? Rusuh?). Baiknya yang tadi itu, “BATIC Gelar Pelatihan Jurnalistik”.

Judul panjang belum tentu benar. Misal, Seminar Pendidikan Nasional di UPI. Itu belum lengkap; baru subjek. Kenapa dengan Seminar Pendidikan Nasional di UPI? Heboh? Sepi? Rusuh?

Romeltea News Formula: Tiga Rumus
Setelah itu, menulis lead atau teras berita, yakni paragraf atau alinea pertama. Rumus termudah dalam menulis kata atau kalimat awal, ikuti salah satu formula ini:

1. Who does what, siapa melalukan apa (Event)
2. Who says what, Siapa mengatakan apa (Opinion News)
3. What said by who, apa dikatakan siapa (Opinion News)

Setelah itu, teruskan dengan menuliskan unsur di mana (where), kapan (when), mengapa (why), dan bagaimana (how). Tuangkan semuanya, secara ringkas, dalam teras berita. Isi berita, body, merupakan penjelasan atau perincian dari teras berita.

1. Contoh: Who does What
Bandung (ANTARA News) — Lima kelompok mahasiswa (WHO), Kamis (WHEN), berunjuk rasa (does WHAT) di depan Gedung Sate Jalan Diponegoro Nomor 22 Kota Bandung (WHERE) untuk memperingati dua tahun kepemimpinan Presiden SBY-Boediono (WHY).

Lima kelompok mahasiswa tersebut ialah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Forum Komunikasi Gerakan Muda Jawa Barat dan Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM-ITB).

Lima kelompok mahasiswa secara bergiliran melakukan orasi di depan pintu gerbang utama Gedung SateDua barikade polisi dari Polres Bandung dan Satpol PP Jawa Barat tampak disiagakan di depan gerbang masuk utama Gedung Sate.

Dalam aksinya, lima kelompok mahasiswa tersebut memiliki cara masing-masing seperti KM-ITB membawa karangan bunga dan boneka orang-orangan. Kelompok mahasiswa dari KAMMI, HMI dan PMII membawa bendera masing-masing dan membentuk lingkaran besar saat melakukan aksinya. Untuk mengamankan aksi tersebut, dua unit mobil water canon dari Polres Bandung disiagakan di dalam Gedung Sate (HOW).

2. Contoh: Who says What
JAKARTA – Pengamat politik Indobaremeter M Qodari (WHO), menilai sosok Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie layak maju dalam bursa calon presiden pada Pemilu 2014 mendatang (says WHAT). Hal itu karena Ical, sapaan akrab Aburizal Bakrie, memiliki kriteria untuk maju dalam kontes tersebut. (WHY)

“Menurut saya wajar, asalkan beliau memiliki kapasitas dan kompetensi untuk memimpin. Pak Ical punya syarat itu karena kan dia pengusaha besar dan pernah memimpin organisasi-organisasi profesi, seperti insinyur dan Kadin. Sekarang kan dia juga di partai dan termasuk orang pemerintahan,” ujar M Qodari saat dihubungi okezone, Rabu (26/10/2011). (WHEN & WHERE)

Selain seorang pengusaha dan tokoh organisasi, lanjutnya, Ical memiliki peluang besar karena diusung oleh partai besar. Hal ini membuat langkahnya untuk memenangkan pilpres terbuka luas. “Aspek kedua adalah dukungan parpol. Dalam pilpres ini kan harus lewat parpol. Dalam pilpres parpolnya juga harus parpol yang signifikan,

Golkar kan partai besar karena itu beliau punya peluang besar juga dalam pilpres nanti,” tuturnya… dst. (HOW)

3. Contoh: What said by Who
KOMPAS.com — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diprediksi tetap akan bermain dua kaki meski satu dari tiga menteri partai itu dicopot. (WHAT) Prediksi itu dikemukakan pengamat politik Universitas Gadjah Mada, AAGN Ari Dwipayana. (said by WHO).

“PKS akan lebih berhitung pragmatis. PKS akan main dua kaki,” katanya seusai seminar di Dewan Perwakilan Daerah, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/10/2011).

Perbedaan pendapat tetap akan muncul di kalangan internal PKS. Ada yang menginginkan PKS keluar dari koalisi, ada juga yang ingin PKS tetap bertahan. Meski demikian, Ari memprediksikan, PKS akan tetap bertahan menjadi anggota koalisi pendukung pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono dengan tiga menteri yang tersisa. Apalagi, tiga menteri itu tergolong menteri yang strategis.

Sementara di sisi lain, PKS akan bertambah kritis pada kebijakan-kebijakan yang diambil Presiden. Sebab, Partai Demokrat dan PKS akan menjadi kompetitor politik dalam pemilu mendatang. “Satu kaki tetap bertahan di koalisi dengan tiga menteri, dan di sisi lain PKS akan kritis terhadap kebijakan Presiden,” tegasnya.

Teknik menulis berita di atas adalah “standar”. Bisa dikembangkan. Wartawan bisa improvisasi. Selamat berlatih! Wasalam. (www.romeltea.com).*

Dapatkan Tips Komunikasi Praktis Lainnya via Email

About romeltea
Asep Syamsul M. Romli aka Romeltea --akrab disapa Kang Romel-- adalah praktisi, trainer, dan konsultan media. Profil lengkap di menu "My Profile". Karya tulis (buku) di menu "My Books". Kontak email: romeltea@yahoo.com. Follow @romeltea

Kategori | Jurnalistik



24 Responses to “Teknik Menulis Berita”

  1. masluhj says:

    Mohon ijin bookmark dan belajar pak. Biar bertambah ilmu dan pemahaman saya tentang dunia jurnalistik yang saya dalami. Semoga menjadi amal jariyah

  2. Taufik says:

    cocok untuk referensi Komunikasi Penyiaran Islam..
    Terima kasih Pa..

  3. NOVA says:

    THANKS ILMUNYA

  4. erin nugraha says:

    request

  5. erin nugraha says:

    bapak saya butuh refensinya biay tmabahan materi tugas rangkuman karya ilmiah nanti di cakupkan alamat webnya

  6. Syahzen says:

    tulisan yang bagus…
    teruslah berkarya..

  7. Syahzen says:

    “good”

  8. anike says:

    makasih, infonya jadi banyak membantu

  9. Miju Primus says:

    sya membutuhkan tulisan ini untuk kegiatan pelatihan jurnalistik warga kampung di perbatasan NTT-Timor Leste. Thanks ya

  10. ahmad says:

    mohon izin copy untuk pembelajaran, karena saya masih baru belajar. terimakasih….



Tulis Komentar


Simpan File di Ziddu, Share, dan Dapatkan Duit!