“Keinginan saya adalah memberi informasi dan menghibur pendengar. Itu yang membuat saya tetap maju… Buat semua orang muda yang ingin meniti karier di radio: jangan pernah menyerah, jadilah diri Anda sendiri, jangan berusaha menjadi Larry King, dan bakat Anda akan keluar jika Anda orang baik!” (Larry King).
TEKNIK siaran hakikatnya adalah “seni berbicara” (art of talking) di depan mikrofon ruang siaran radio. Disebut juga ”Teknik DJ” (DJ’s technique) ketika penyiar harus memadukan pemutaran lagu dan pembicaran dalam sebuah program musik.
Dalam program musik, tugas penyiar adalah mengisi link antarlagu yang diputar, misalnya dengan obrolan, membacakan SMS, menerima telepon (ngobrol dengan pendengar), memutarkan iklan, menyampaikan informasi, dan sebagainya.
Dalam program demikian, penyiar biasanya menggunakan teknik siaran berupa ”posting your vocal”, yakni seni berbicara (the art of talking) saat lagu sudah diputar, selama intro lagu, hingga vokal penyanyi terdengar –mulai bernyanyi.
Ada dua kaidah atau prinsip dasar (basic prinsiple) siaran radio, yakni ”berbicara dengan seorang pendengar” dan ”senyum”.
1. Talk to One Person. Berbicara kepada seorang pendengar. Kaidah ini berbunyi: “Bayangkan Anda sedang berbicara pada ’seorang pendengar’ yang sekarang sedang duduk di hadapan Anda!”
2. Smile! Senyum. Kaidah ini berbunyi: “Senyumlah! Meskipun Anda tidak bisa melihat orangnya, akan tetapi dari suaranya Anda akan bisa menduga apakah ia sedang tersenyum atau tidak. Cobalah membuktikannya dengan teman!”
Teknik Siaran
Ada dua teknik siaran dan dengan teknik inilah umumnya seorang penyiar bekerja atau melaksanakan tugasnya, yakni teknik ad libitum (tanpa naskah) dan script reading (menggunakan naskah).
1. Ad Libitum. Teknik siaran dengan cara berbicara santai, enjoy, tanpa beban atau tanpa tekanan, sesuai dengan seleranya (ad libitum means to speak at pleasure, as one wishes, as one desires) dan tanpa naskah.
2. Script Reading. Teknik siaran dengan mengunakan atau membaca naskah siaran (script) yang sudah disusunnya sendiri atau dengan bantuan penulis naskah siaran (script writer).
Tulisan Lainnya:
Tags: Penyiar, Radio, Siaran, Siaran Radio, Teknik Siaran Radio, tips siaran radio
Print This Post
Asep Syamsul M. Romli a.k.a Romel tea --akrab disapa Kang Romel-- adalah komunikator profesional -wartawan, penulis buku-buku komunikasi praktis, editor, penyiar radio, konsultan media, public speaker, dan trainer-motivator yang siap berbagi dalam pelatihan jurnalistik, menulis, siaran radio, public speaking, MC, public relation (humas), media sosial, dll. Dosen luar biasa mata kuliah ilmu komunikasi. Sering menjadi pemateri di berbagai diklat internal instansi pemerintah/swasta. Kontak saja: romeltea@yahoo.com
Tetap update berita/artikel di mana pun dari Romeltea Magazine dengan mengetikkan www.romeltea.com di browser ponsel Anda! or Subscribe to Romeltea Magazine by Email
ilmu yang sangat bermanfaat, semoga bermanfaat untuk yang lainnya juga…amin
permisi, maaf saya lagi mencari buku BROADCAST JOURNALISM karangan Asep Syamsul M romli. dulu pernah punya tapi hilang saat dipinjam teman. sekarang saya sedang mencarinya lagi, di toko-tko buku terdekat nggak ada. bisakah dibantu ?
mohon jawab di email saya ya…
makasih
buat tugas
bang numpang shareee yeee