Teknik Wawancara via Telepon

Oleh ASM Romli

Seorang teman lama, sesama wartawan, telefon saya dari Jakarta. Ia sedang menyusun laporan tentang Daftar Calon Sementara (DCS) untuk pemilu legislatif 2014. Rupanya ia membutuhkan narasumber untuk laporannya. Maka, ia pun kontak saya untuk wawancara soal DCS.

Langsung wawancara? Tidak! Begitu tersambung, ia menanyakan kabar saya, lalu kabar teman-teman yang ada di Bandung, dan…. ia bertanya apakan saya mendaftarkan diri menjadi caleg? Rupanya, pertanyaan terakhir itu sebagai “sinyal” atau “pemanasan” untuk bertanya tentang DCS. Maka, meluncurlah kata-kata, yang intinya ia butuh komentar saya, untuk sekitar satu-dua alinea, soal DCS.

Sang wartawan telah melakukan teknik wawancara via telefon dengan baik. Ia berbasa-basi dulu, ngobrol yang lain sebentar, lalu pelan-pelan mengarah ke topik wawancara.

Sebuah teknik wawancara via telefon yang patut ditiru dan dijadikan acuan!

Saya berpendapat, penyusunan DCS oleh parpol peserta pemilu harus terbuka, diumumkan kepada publik, membuka pendaftaran. Dengan begitu, parpol telah melakukan fungsinya dalam hal political recruitment (rekrutmen politik). Keuntungannya, parpol bisa lebih selektif untuk mendapatkan caleg berkualitas sekaligus me-list daftar kader potensial bagi kemajuan parpolnya,

Setelah DCS tersusun, kata saya, parpol harus mengumumkannya secara terbuka pula melalui media. Hal itu agar publik bisa memantau dan menilai. Parpol bisa mendapatkan masukan jika ada caleg “bermasalah” yang akan merugikannya dalam pertarungan pemilu nanti.

Kembali ke soal teknik wawancara via telefon. Berikut ini langkah-langkahnya:
1. Siapkan topik.
2. Siapkan pertanyaan.
3. Kontak narasumber.
4. Kenalkan diri.
5. Tanyakan kabar (basa-basi).
6. Pastikan nama lengkap, gelar, jabatan.
7. Baru deh wawancara.
8. Ucapkan terima kasih.
9. Sebutkan akan dimuat kapan.

Wawancara via telefon merupakan salah satu teknik wawancara jurnalistik kategori “indirect interview” (wawancara tidak langsung) vis a vis “direct interview” (wawancara langsung/face to face interview). Demikian tips sederhana tentang wawancara via telefon. (www.romeltea.com).*

UPDATE!

Ini dia hasil wawancara yang saya ceritakan di atas! (Pikiran Rakyat, 11 Maret 2013)

hasil wawancara

Related Post

Pengertian Jurnalistik dan Ruang Lingkupnya Pengertian Jurnalistik dan Ruang Lingkupnya. Jurnalistik adalah ilmu terapan yang terus berkembang.  SECARA harfiyah, jurnalistik (journalistic) ar...
Teknik Menulis Artikel Opini Artikel opini adalah jenis tulisan (karya) jurnalistik yang berisi opini subjektif penulisnya tentang suatu masalah atau peristiwa. Teknik menulis art...
Kiat Wawancara Jurnalistik BERIKUT ini tips bagi pemula yang hendak melakukan wawancara jurnalistik. Cara terbaik dalam melakukan wawancara adalah bersikap alamiah, tidak dibuat...
Gaya Jurnalistik Media Internal Untuk mengelola media internal, kalangan pengelola (jajaran redaksi) harus menguasai keterampilan jurnalistik yang mumpuni, yakni keterampilan meliput...

COMMENTS