Monday, May 21st, 2012

Tenang, Ada Pers!

Published on April 25, 2010 by | 1 Views |   ·   No Comments

persERA Orde Baru akan terulang. Begitu kira-kira opini yang dibangun dan berkembang saat ini, usai Pileg dan Pilpres 2009 dan jelang pemerintahan baru. “Neo Orba di depan mata,” kata pengamat. “Presiden yang begitu berkuasa dan kuat akan kembali hadir,” kata mahasiswa. Faktanya, memang semua parpol kini merapat kepada SBY sebagai pusat utama kekuasaan (eksekutif). “PDIP sudah jadi anak manis,” kata Taufik Kiemas yang jadi Ketua MPR atas “petunjuk dan restu” SBY. Golkar pun lebih memilih Aburizal Bakrie, “orang SBY”, yang siap merapat ke SBY ketimbang memilik Surya Paloh yang cenderung “beroposisi”.

Jadi, semua parpol pemenang pemilu –PD, PG, PDIP, PKS, PPP, PAN—merapat ke SBY. Hanya menyisakan dua parpol baru: Hanura dan Gerindra. Dua parpol ini pun bisa saja turut merapat daripada hanya menjadi kekuatan kecil di parlemen.

Para pengamat menyuarakan hal yang sama: “Bahaya. Demokrasi terancam!”. Kalau semua merapat ke SBY, lalu siapa yang mengawasi pemerintahan? Jika semua menikmati kue kekuasaan, lalu siapa yang berani mengeritik dan meluruskan sang penguasa?

Ada pendapat, periode rezim SBY jilid dua ini mungkin satu-satunya periode setelah reformasi yang nyaris akan tanpa friksi atau gesekan politik. Hal ini karena hampir tidak ada satu pun partai yang menyatakan atau akan bersikap oposisi. Semuanya merapat ke SBY.

Diprediksi, sejumlah kasus yang melibatkan pusat kekuasaan akan menguap, hanya dicatat malaikat Rakib-Atid, untuk dibuka di akhirat kelak atau ada pergantian rezim yang bertekad menguak rekam jejak pemerintahan saat ini. Sebut saja kasus Bank Century yang hingga kini tidak menunjukkan tanda-tanda penyelesaian dan disebut-sebut melibatkan Boediono dan Sri Mulyani. “Suuzhan”-nya, “isu” pengebirian dan pengendalian KPK juga terkait kasus Century –biar tidak diusut!

Lalu, akankah neo-Orba benar-benar terjadi. Ya, jika kebebasan pers turut dibungkam. Ya, jika pers ikut terseret arus, merapat ke pusat kekuasaan. Ya, jika idealisme pers mati. Ya, jika insan pers tidak lagi menjalankan perannya sebagai “watch dog”, social control.

Maka, selama ada kebebasan pers dan sepanjang idealisme insan pers terjaga, jangan khawatir. Jika kekuatan pertama, kedua, dan ketiga tidak dapat diandalkan untuk membela rakyat, mengurusi masalah rakyat, bahkan “abuse of power”, korup, tenang… masih ada pers sebagai “kekuatan keempat” (the forth estate). Tenang, rakyat masih punya andalan untuk memantau dan meluruskan penguasa yang zhalim dan korup. Tenang, saya yakin, kawan-kawan wartawan bekerja secara profesional dan proporsional.

Pers, kata para ahli, adalah “natural enemy” penguasa, di negara mana pun. Pasalnya, insan pers adalah manusia-manusia “lurus” yang memiliki idealisme dan mendengarkan nurani. Insan pers lazimnya menjalani profesi wartawan sesuai dengan panggilan jiwa. Wartawan adalah profesional yang memiliki kebebasan dalam bekerja, keterampilan khusus, menaati kode etik, dan memenuhi panggilan jiwa.

Bagaimana jika pers juga merapat ke pusat kekuasaan? Saya yakin, mayoritas insan pers akan menjaga jarak dengan kekuasaan. Pers adalah teman rakyat. Insan pers harus berpihak pada kebenaran dan keadilan.

Jadi, silakan deh merapat ke Cikeas. Silakan berebut kue kekuasaan. Tapi ingat, masih ada kekuatan keempat yang terus mengawasi, mengingatkan, jika perlu menggugat jika terjadi “abuse of power”, abai aspirasi, abai kepentingan dan hak rakyat. Ingat, pers mampu menciptakan opini publik, bahkan “people power” atau parlemen jalanan. Maka, jangan korup ya…! Bangun bangsa ini. Sejahterakan negeri ini. Bukan malah menyejahterakan pribadi dan kelompok doang… ! Wallahu a’lam. (www.romeltea.com).*

No related posts.

Tags: ,

Print This Post Print This Post

About Romeltea:

Asep Syamsul M. Romli a.k.a Romel tea --akrab disapa Kang Romel-- adalah komunikator profesional -wartawan, penulis buku-buku komunikasi praktis, editor, penyiar radio, konsultan media, public speaker, dan trainer-motivator yang siap berbagi dalam pelatihan jurnalistik, menulis, siaran radio, public speaking, MC, public relation (humas), media sosial, dll. Dosen luar biasa mata kuliah ilmu komunikasi. Sering menjadi pemateri di berbagai diklat internal instansi pemerintah/swasta. Kontak saja: romeltea@yahoo.com


Tetap update berita/artikel di mana pun dari Romeltea Magazine dengan mengetikkan www.romeltea.com di browser ponsel Anda! or Subscribe to Romeltea Magazine by Email


Readers Comments (0)




Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.




POSTING TERBARU


Subscribe to Romeltea Magazine by Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

KOMENTAR

My Links



Adsense Indonesia



WEB STATS

  • 948616Total reads:
  • 148Today:
  • 1017Yesterday: