Tips Menulis: Tema, Fokus, dan Ringkas!

Tips Menulis: Tema, Fokus, dan Ringkas!

menulisJangan menulis jika tidak tahu harus menulis apa. Demikian tips menulis pertama yang wajib diperhatikan semua (calon) penulis. Setelah itu, pilih tema, spesifik, fokus, dan ringkas.

Jangan berusaha menyampaikan “semua hal” dalam satu tulisan. Tulisan pendek lebih disukai ketimbang tulisan panjang. Jika terpaksa harus membuat tulisan panjang, gunakan bullet atau numbering, subjudul, dan paragraf pendek.

1. Have something to say.
Ada sesuatu yang mau dibicarakan (tema).  Menulis akan lebih mudah jika memang ada yang mau disampaikan. Agar selalu “have something to say”, harus banyak membaca, rajin membaca. Read widely!

2. Be specific.
Bandingkan dua kalimat ini:
– Saya menanam banyak bunga di halaman belakang rumah saya.
– Saya menanam 34 varietas bunga di halaman belakang rumah saya, termasuk mawar, melati, dan dahlia.

Mana yang lebih menarik? Mana yaang membantu Anda melihat halaman belakang rumah saya?

3. Choose simple words
Pilih kata-kata sederhana. Pilih kata “mencuri”, bukan “melakukan pencurian”; mengaku (mengemukakan pengakuan); untuk memperingati (dalam rangka memperingati).

Gunakan kata yang lebih ringkas: bila, jika (apabila), sekitar (kurang lebih), lalu (kemudian). Hindari pula kata-kata mubazir, seperti “sementara itu”, “adapun”, “selanjutnya”, dan “sebagaimana kita ketahui”.

4. Write short sentences
Gunakan kalimat dan alinea pendek agar lebih mudah dipahami. Memilih kata yang ringkas, seperti poin 3, membantu Anda dalam menyusun kalimat pendek.

Banyak kalimat tapi pendek lebih baik daripada satu kalimat tapi panjang. Contoh: Seekor kucing yang pemiliknya sedang di luar kota tidur di depan pintu. Lebih baik:  Seekor kucing tidur di depan pintu. Pemiliknya sedang di luar kota.

5. Use the active voice
Gunakan kalimat aktif. Dalam bahasa Inggris, pembaca lebih menyukai kalimat “SVO” (Subject, Verb, Object). Inilah kalimat aktif. Dalam Bahasa Indonesia pun demikian: SPOK (Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan).

Contoh: “Rooney mencetak gol” lebih baik daripada “Gol dicetak Rooney”. Memang, sesekali kalimat pasif tidak bisa dihindari, namun penulis yang baik akan lebih sering menggunakan kalimat aktif.

6. Keep paragraphs short
Gunakan paragraf pendek. Coba lihat tulisan berita di koran-koran ternama. Mereka menulis paragraf pendek agar lebih mudah dimengerti.

7. Don’t ramble
Jangan bertele-tele (rambling). “Rambling” adalah masalah besar bagi banyak penulis.

8.  Don’t be redundant or repeat yourself
Jangan menulis hal yang sama berulang-ulang. Tuliskan sekali saja.

9. Don’t over write
Jangan berlebihan. Jangan terlalu panjang.

10. Edit ruthlessly
Edit tulisan Anda. Persingkat dan hapus kata-kata yang tidak bermakna.

Sumber: “11 Smart Tips for Brilliant Writing

Related Post

Pengertian Jurnalistik: Ragam Definisi Jurnalistik Pengertian Jurnalistik. Ragam Definisi Jurnalistik APA yang terlintas di benak Anda jika mendengar kata jurnalistik? Apa itu jurnalistik (journalis...
Menulis Itu Sedekah Ilmu "Dengan menulis, kita sedekah ilmu --berbagi wawasan, pengetahuan, dan pengalaman. Insya Allah, itu pun bagian dari mengamalkan ilmu dan menjadi amal ...
Narrowcasting Journalism: Jurnalisme Media Komunit... MEDIA Komunitas (Community Media) – singkatan dari Media Komunikasi Massa Komunitas—merupakan media komunikasi antaranggota komunitas tertentu. Ia dib...
Jurnalisme Opini Mengedepankan Pendapat dan Kepent... Jurnalisme Opini adalah jurnalisme yang mengedepankan opini atau pendapat tentang suatu masalah atau peristiwa. ISTILAH Jurnalisme Opini (Opinion J...

COMMENTS (3)

  • comment-avatar

    toce sai, sifu ^_^

  • comment-avatar
    syahrir hakim April 9, 2013

    Terima kasih atas semua paparannya selama ini. Saya betul-betul banyak belajar dari Anda.