Waktu dan Tempat Kami Persilakan (Teknik MC)

Waktu dan Tempat Kami Persilakan (Teknik MC)

teknik mc dan moderatorOleh ASM. Romli

Kita sering mendengar seorang MC (Master of Ceremony) mengatakan “waktu dan tempat kami persilakan“. Sebagai MC profesional, Anda jangan sekali-kali menggunakan kata “waktu dan tempat kami persilakan”!

Pengucapan kata-kata “waktu dan tempat kami persilakan” bisa dibilang “salah kaprah”, yaitu kesalahan yang berulang-ulang, diikuti oleh banyak orang, dan tidak ada yang mengoreksinya sehingga dianggap benar.

Kenapa ungkapan “waktu dan tempat kami persilakan” itu salah, keliru, atau tidak tepat? Ini alasannya:

Pertama, kalimat “waktu dan tempat kami persilakan” itu termasuk kalimat yang “tidak logis” alias “tidak dapat diterima akal yang sehat”. Yang mau ngasih sambutan/ngisi acara siapa? ‘Kan bukan “waktu dan tempat”? Lalu, kenapa mempersilakan “waktu dan tempat”? Jadi, ungkapan “waktu dan tempat kami persilakan” itu salah karena “mempersilakan waktu dan tempat” untuk memberi sambutan/mengisi acara.

Lucu kali ya, kalo ada orang yang dipersilakan memberi sambutan, lalu diam saja. Ketika ditanya kenapa diam saja, ia berkata: “Lho, yang dipersilakan ‘kan waktu dan tempat, bukan saya!”

Kedua, oke, semua orang ngerti, bahwa yang dipersilakan adalah pengisi acara, misalnya ketua panitia, untuk memberikan kata sambutan. Tapi, nanti jangan salahkan sang pengisi acara kalau dia duduk seenaknya, berdiri seenaknya, dan berbicara lamaaaaaa sekali…! Lho, ‘kan waktu dan tempat dipersilakan, jadi terserah dia dong? Mau bentar kek, mau lama kek, terserah dia, lha wong waktunya sudah dipersilakan kok!

Jadi, yang benar adalah… “kepada XXX, kami persilakan…!” plus “komunikasi interpersonal” kepada sang pengisi acara, dengan suara pelan, personally langsung kepada sang pengisi acara: “…silakan, Pak/Bu..!” atau “mangga, Pak/Bu…!”

Menginjak Acara

Salah kaprah lainnya adalah ungkapan “menginjak kepada acara selanjutnya”. Ini namanya Kekerasan dalam MC (KDMC) ^_^! Acara kok diinjak? Jadi, hindari penggunakan ungkapan “menginjak acara”, ganti dengan, misalnya, “acara berikutnya”, “acara selanjutnya”, “kini saatnya kita persilakan…”.

Untuk Mempersingkat Waktu

Satu lagi salah kaprah dalam teknik MC, yakni ungkapan “untuk mempersingkat waktu”. Waktu bisa disingkat gitu? Kagak bisa dong! Waktu mah mengalir alamiah, natural. Detik tidak bisa dipercepat. Pergerakan jarum jam sudah “standar” begitu, tidak bisa diubah-ubah, kecuali jamnya error!

Jadi, bagaimana dong…? Ya… hindari pengucapan “mempersingkat waktu” dan tidak usah diganti dengan ungkapan apa pun. Langsung saja ucapkan: “Baiklah hadirin, mari kita mulai acara pertama, yaitu pembukaan…” atau “Hadirin yang berbahagia, mari kita awali acara kita dengan basmalah….”

Masih adakah salah kaprah MC yang lain? Masih adakah ungkapan MC yang suka keliru? Let’s share! Wasalam. (www.romeltea.com).*

Mau belajar jadi MC? Ikuti kursus penyiar BATIC BROADCAST! Mau mendalami MC & Protokoler? Ikuti DIKLAT MC & PROTOKOLER!

Related Post

Sepuluh Tugas Pokok MC Master of Ceremony (MC, Emcee, atau Emsi) memiliki 10 tugas pokok. Anda yang minat jadi MC bisa menjadikan sepuluh tugas pokok MC ini sebagai bahan la...
Teknik MC – Tips Menjadi Pembawa Acara (e-Bo... Buku atau e-Book Teknik MC - Tips Menjadi Pembawa Acara (Master of Ceremony) ini merupakan "e-book version" dari posting kategori "Teknik MC" di www...
Tips MC: Cara Menjadi Pembawa Acara SETIAP acara memerlukan pembawa acara atau master of ceremony (MC) --Emcee, emsi. Bahkan, shalat Jumat pun ada MC, yaitu yang mengumumkan nama imam...
Tips Menjadi Pembawa Acara (MC) Tips Menjadi Pembawa Acara - Tekni MC MENJADI pembawa acara atau master of ceremony (MC) adalah sebuah kehormatan. Pasalnya, dipilih menjadi MC ...

COMMENTS (1)

  • comment-avatar

    kereeennn .. ^_^
    nice bgt artikelnya n bermanfaat buat temen2 saya yg lain..
    smga brmanfaat