Wartawan Gadungan Menjamur di Daerah

Wartawan Gadungan Menjamur di Daerah

TANYA: Lebih lues wartawan merupakan pekerjaan yang elit mapan pengetahuan dan mental yang falid saat ini banyak di daerah-daerah tkt 2 menjamur apa siapa kapan jumlah mana di mana wartawan seperti bunga bangkai satu, gimana tanggapan ASM< tentang niiiiiiiiiih gitu

Jawab:

Yang Anda “keluhkan” itu fenomena wartawan gadungan, WTS (Wartawan Tanpa Suratkabar), Muntaber (muncul tanpa berita), yaitu orang yang mengaku wartawan padahal bukan atau wartawan yang mengabaikan kode etik jurnalistik.

Saya mengistilahkan mereka sebagai “pengemis berkedok wartawan” –jika kerjaannya meliput peristiwa tapi dibarengi minta duit ke narasumber– atau “preman berkedok wartawan”— jika perimintaan duit itu disertai ancaman atau teror.

Para wartawan profesional yang taat kode etik sudah MUAK dengan mereka! Tanya saja kawan-kawan wartawan beneran….. pasti, mereka muak dengan fenomena yang merusak citra dunia pers itu.

Wartawan menjamur di daerah mungkin karena masyarakat di daerah belum paham dunia wartawan sebagaimana masyarakat kota. Sangat baik jika diadakan banyak pelatihan jurnalistik di daerah, mulai level desa hingga kecamatan dan kabupaten. Wasalam.

Related Post

Kode Etik Jurnalistik Kode Etik Jurnalistik Kode Etik Jurnalistik adalah etika profesi wartawan. Kepatuhan pada kode etik jurnalistik merupakan salah satu ciri wartawan ...
Ayat Al-Quran, Fakta atau Opini? Assalamu'alaikum Wr. Wb. Kang Romel, dari kaidah-kaidah jurnalistik yang saya pelajari, opini dalam berita “haram” hukumnya, kecuali opini narasumber....
Stop Budaya Amplop buat Wartawan! SUATU pagi, dua orang anggota panitia sebuah seminar berunding soal kalangan media massa yang akan diundang. Fokus pembicaraan adalah soal wartawan...
Tentang Wartawan yang ‘Mengganggu’ Pertanyaan Assalamualaikum. Pak Romel, saya warga Sukabumi merasa resah dengan banyak wartawan seperti sekarang ini, mohon bantuan minta alamat PWI, ...

COMMENTS (1)

  • comment-avatar
    rudi kusdianto August 17, 2011

    betul, pak. saya juga sebel melihat wartawan yg seperti itu. kalo istilah saya mereka adalah wartawan bodong. mereka mendatangi masyarakat yg dapat program pemerintah, bnyk tanya ini itu, ujung2nya minta ongkos pulang. bahkan ada yg tak tau malu menyodorkan kwitansi yg nilainya sangat besar. parah memang. bgmna cara menghadapai mereka agar jera ?