Bahasa Tubuh dalam Public Speaking: Postur & Gestur

5195 views

Bahasa tubuh (body language) dalam Public Speaking wajib diperhatikan semua orang yang suka berbicara di depan umum. Bahasa tubuh berfungsi menambah efektivitas pembicaraan jika dilakukan dengan tepat.

 

Bahasa Tubuh

 

Saat berpidato atau presentasi, kita menggunakan dua bahasa: bahasa kata-kata (spoken language) dan bahasa tubuh (body language).

Public speaking merupakan aktivitas komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal sekaligus. Saat menggunakan bahasa tubuh, kita menampilkan posture dan gesture.

Postur adalah posisi tubuh atau badan secara keseluruhan. Gestur adalah gerakan bagian anggota tubuh, terutama tangan dan kepala.

Pengertian Bahasa Tubuh

Bahasa tubuh (body language) adalah komunikasi nonverbal (tanpa kata-kata) berupa postur dan gerak anggota tubuh.

Bahasa Tubuh: Postur dan Gestur

Bahasa tubuh merupakan proses pertukaran pikiran dan gagasan yang disampaikan berupa isyarat, ekspresi wajah, pandangan mata, sentuhan, artifak (lambang yang digunakan), diam, waktu, suara, serta postur, dan gerakan tubuh. (Richard E. Potter dan Larry A. Samoval, Intercultural Communication, 2006).

Fungsi Bahasa Tubuh

Knapp, M.L. dalam Nonverbal Communication in Human Interaction (New York: Holt, Rinehart, and Winston) mengemukakan lima fungsi bahasa tubuh:

  1. Repetisi — Mengulang kembali gagasan yang sudah disampaikan secara verbal.
  2. Subtitusi — Menggantikan lambang verbal.
  3. Kontradiksi — Menolak sebuah pesan verbal dengan memberikan makna lain menggunakan pesan nonverbal.
  4. Pelengkap — Melengkapi dan memperkaya pesan nonverbal.
  5. Aksentuasi — Menegaskan pesan nonverbal.

Macam-Macam Bahasa Tubuh

  • Senyum
  • Ekspresi Wajah.
  • Kontak Mata
  • Gerakan Tangan
  • Gerakan Kepala
  • Anggukan
  • Dll.

Bahasa Tubuh dalam Public Speaking

Bahasa tubuh memegang peran kunci dalam kesuksesan public speaking. Menurut Dr. Gery Genard dalam “Public Speaking International” , setidaknya adal lima jenis bahasa tubuh yang harus dipahami dan dilakukan oleh seorang public speaker.

1. Gerakan dan isyarat. 

Movement and gestures.  Formula yang mudah diingat dalam melakukannya guna menghindari kejenuhan hadirin adalah NODS: Neutral, Open, Defined, and Strong.

Anda harus memulai dalam posisi netral (neutral) dengan kedua tangan di samping badan. Ini membuat Anda terbuka (open) alias siap selalu secara alamiah untuk menggerakkan tangan pada kalimat tertentu (defined) untu menguatkan perkataan Anda (strong).

2. Gunakan ruang

Use of space. Stage, podium, atau mimbar tempat Anda bicara adala dunia Anda. Isi ruang yang ada senyaman mungkin.

3. Gunakan alat yang ada

Dealing with objectsMenggunakan alat yang ada di sekitar podium, seperti “remote clicker” layar slide atau hand out.

4.Ekspresi wajah

Facial expressiveness. Anda bis melatih ekspresi wajah yang tepat dan memikat di depan cermin sambil mengucapkan kata-kata.

5. Suara.

Voice. Suara merupakan alat komunikasi paling fleksibel. Gunakan ekspresi vokal yang tepat dan temukan suara sejati Anda (Find Your True Voice).

Berikut ini beberapa bahasa tubuh yang sering muncul saat seseorang sedang berbicara, termasuk dalam komunikasi public speaking:

  1. Menyentuh hidung: usaha untuk menutupi kebohongan.
  2. Menyilangkan lengan: keangkuhan, rasa marah, atau kebohongan. Tetapi jika cuaca sedang dingin, bisa hanya berarti ia sedang kedinginan
  3. Memasukkan tangan ke saku celana: gugup, cemas, bosan, atau hendak menyembunyikan sesuatu.
  4. Mengetuk-ngetukkan jari ke meja: bosan atau tidak sabar
  5. Mengangkat alis: takut atau terkejut
  6. Bola mata melebar: selain menunjukkan rasa terkejut juga dapat menunjukkan minat atau ketertarikan pada lawan bicara.
  7. Mengerucutkan bibir: cemas, tidak sabar, atau bahkan marah.
  8. Menggigit bibir: tegang, cemas, atau stres.
  9. Jarang mengedipkan mata: fokus, konsentrasi, kebosanan, atau malah rasa permusuhan.
  10. Terlalu sering mengedipkan mata: dapat menunjukkan kebohongan, tetapi juga dapat menunjukkan perasaan gembira. Bisa juga “penyakit”.
  11. Menatap langsung pada lawan bicara: jujur, tertarik.
  12. Sering menoleh: gelisah, tidak sabar.

Pantangan Bahasa Tubuh

Ada sejumlah pantangan bahasa tubuh dalam public speaking, seperti gerakan anggota tubuh atau ekpresi wajah yang bertentangan dengan kata-kata yang diucapkan.

Pantangan Bahasa Tubuh yang paling umum dilanggar seorang public speaker pemula a.l.

  1. Menyilangkan kedua tangan di depan atau belakang.
  2. Memasukkan tangan kedalam saku.
  3. Menggaruk kepala.
  4. Bola mata bergerak ke atas (melihat ke atas)
  5. Tidak melakukan kontak mata dengan hadirin.
  6. Menggaruk bagian tubuh mana saja
  7. Mencengkram podium
  8. Memegang hidung atau daun telinga.

Demikian bahasa tubuh dalam pidato atau public speaking. Wasalam. (www.romeltea.com).*

 

Bahasa Tubuh Public Speaking

Related Post

Leave a reply