Buku Tamu

Romel TeaTerima kasih atas kunjungan Anda. Silakan isi buku tamu —Kolom Paling Bawah di halaman ini. Please leave your comment. Speak Up Your Mind!

BUAT YANG IZIN COPAS:

  1. Halal, diizinkan, dibolehkan copy paste & kutip tulisan di blog ini dengan mencantumkan sumber www.romeltea.com atau permalink artikelnya.
  2. Copy Paste/kutip tulisan tanpa menyebutkan sumber = Plagiarism/Plagiat dan Penalty Google! Dapat terlacak dengan “Copyscape Tools” dan “Plagiarism Checker”.

Btw, Anda saya undang untuk kunjungi blog komunikasi praktis lainnya, Romeltea MediaKomunikasi Praktis.

Terima kasih.
Salam Hangat,

Asep Syamsul M. Romli a.k.a Romeltea
Email: romeltea@yahoo.com
Follow @romel_tea

I ACCEPT DONATION FOR THIS SITE!




  1. author
    uv_thea11 years agoReply

    assalamualaikum…
    kang romel, salam kenal…
    kumaha damang? saya uv,saya dengerin kang romel siaran d antasalam, tp skrg ga da…
    oh ya, kata tmn saya kang romel mendirikan sekolah broadcast, kebetulan saya berminat di bidang itu, blh ga ikutan? tp ksh diskon ya, klo bisa 100%, hehe…
    maaf sebelumnya…
    oh ya minal aidzin wal faidzin…
    dah dulu, wassalam…

  2. author
    fajarfajar11 years agoReply

    assalamualaikum kang rommel good work! Just keep doing what u do!
    Terima kasih sudah menulis buku “Broadcast Journalism” … buku itu jadi referensi utama saya dalam skripsi saya

    Hatur nuhun …

  3. author
    ramdan shalih11 years agoReply

    Assalamu’alaikum…

    Alhamdulilillah setelah beberapa jam meluncur sana sini akhirnya tuhan menunjukan ku ke web ini….
    coment apaan yach…. kayanya ga da yang perlu di komentarin.. semuanya bagus… mudah-mudahan web nya tambah rame serame bapak siaran di radio..

    tuh kan pak jadi kaemutan… besok saya kedah presentasi teori pers totalitarium soviet di mata kuliah bapak…
    do’akeun nya pak sing tiasa ngajelaskeun sprti yang diharapkan bapak…

    pak ngomong-ngomong bapak biasanya kalo ngambil refernsi lewat internet suka kaya gimana… perasaan saya dari tadi nyari referensi buat presentasi besok ko ga da yang cocok gitu yach.. cuma opini-opini yang ga jelas gitu..

    dah dulu akh…
    hatur thank U …
    Wassalamu’alaikum. (from romeltea.co.nr).*

  4. author
    ari setya11 years agoReply

    Assalamu’alaikum Wr. wb.
    saya warga antapani..(curhat sebentar gpp ? hehehe..) yang sering dengar radio antasalam sejak dari umur 5 th udah di kenalkan sama mamah yg namanya radio antassalam..karena ada dongengnya..yg suka di bawain sama wa kepoh.. kemudian setelah lulus sd saya udah jarang lagi dengerin antassalam karena saya mesantren di madiun selama 6 tahun, dan pulang setahun sekali. semasa liburan itu baru saya bisa mendengar kembali antassalam..sampai saya sekarang kuliah di al-azhar cairo ingin sekali bisa mendengar atau paling tidak mengetahui kabar antassalam..
    kalau nggak salah, kang romli kan mantan manager nya antassalam nya..??kalau boleh nanya..apa sih website atau e-mailnya antassalam supaya saya bisa tau..
    ditunggu sekali balasannya..
    wassalamu’alaikum wr.wb.. (from romeltea.co.nr).

  5. author
    dho11 years agoReply

    Great idea! Sebuah tulisan yang sangat bagus untuk profesionalisme wartawan. Tapi sayang…. saat ini di balik layarnya dunia jurnalistik tercoreng oleh tindakan OKNUM WARTAWAN yang mencari berita sambil mencari amplop dan saat ini hal ini masih terjadi, sehingga dapat dijamin mereka jauh dari yang namanya profesional! Dan hal ini tidak hanya dilakukan oleh wartawan tanpa suratkabar (WTS), tapi juga media yang mengaku bernaung di bawah perusahaan besar seperti MetroTV, Kompas Group dan lain sebagainya. Kalau ini tidak segera diberantas, maka profesionalisme akan menjadi, maaf, bulshit… (from romeltea.co.nr).*

  6. author
    MAMAN SURYAMAN11 years agoReply

    Salam hormat teriring hantarkan rasa ketertariakan atas segala petuah serta pembuka jendela ilmu kejurnalistikan. selangkah menapaki hakikat seorang mahasiswa yang mengenal sosok dosen nan rupawan yang tak kenal lelah mengocok perut kami dengan canda.

    Kang romel hatur nuhun salami ieu, akang atos masihan elmu dina widang jurnalistik, boh jurnalistik radio dugi ka perbandingan sistem pers. upami tiasa abdi bade ngacungkeun jempol opat hanjakal tetiasa wios dua wae eta oge sanes ngirangan kana hormat sareng reusna abdi atos di wulang ku kang romel, pokoknya kang romel hebring………..Choy.
    kang blogna meni mencrang, katohyan kang romel teh seneng nu herang sarupaning neon,lampu bohlam,cempor dugi ka anu matak meredeuy siga mahasiswa UIN Ya pa?????? (kang punten hereuy da ari urang sunda mah teu wanoh lamun teu banyol teh). eeh enya kang nepangkeun abdi Maman Suryaman Mahasiswa UIN SGD jurusan jurnalistik Semester 5, cariosnamah bade nedunan tugas ti akang. (moved from romeltea.co.nr).*

  7. author
    Rendy11 years agoReply

    kang, kebeneran saya praktisi radio juga yang saat ini benci dengan perkembangan radio di tanah kita. cerita seperti akang sering saya temui, dan itulah kenapa bekerja di radio itu tidak “aman”. yahhh…mungkin niat dan kepedulian owner yang bisa jadi salah satu permasalahan itu. saya sedang bekerja di salah satu radio terbesar di jakarta pun demikian. manajemennya seenaknya si owner. walaupun gajinya berlipat-lipat ganda di banding waktu saya di bandung, tapi sulit membentuk manajemen yang yahhhh layaknya dunia kerja profesional seperti adanya punishment dan reward. apa lagi peristiwa akang ini sudah keterlaluan menurut saya, melupakan jasa-jasa tim sebelumnya dan pertimbangan apakah itu saya tidak tahu. Tenang aja kang, mari wait and see sepak terjang satoe komunika itu bermain di bandung yang notabene “ganas” kompetisinya. yahhh paling2 mereka jadikan tempat tampung iklan dan kegiatan dari agency mereka saja. tapi lihat kang, bagaiman mereka main tergantung dari siapa pemain dna bagaimana mereka melakukan pemainnya. bravo radio-radio di bandung…..tapi sayang perlakuan owner dan banting-bantingan harga iklan, membuat agency menginjak2 kita semua dan buntutnya resah dengan kesejahteraan bagi kita semua orang radio.

  8. author
    ahmad11 years agoReply

    salam mas, mau tanya klo kita terjemah berita kemudian dibayar apa itu menyalahi kode jurnalistik. trims sblmnya

  9. author
    Life The Teen11 years agoReply

    malem gini biarpun dingin. Tetep jaln2 kesini

1 2 3 4 30

Leave a reply