Daftar Kata Baku – Tidak Baku Bahasa Indonesia

16803 views

Daftar Kata Baku-Tidak Baku Bahasa Indonesia. Daftar Kata Baku-Tidak Baku ini saya susun berdasarkan referensi Kamus Besar-Bahasa Indonesia (KBBI).

KBBIKata baku adalah kata yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan atau standar sebagaimana tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Mudahnya, kata baku adalah kata yang benar dari segi penulisan atau ejaan.

Baku artinya pokok, utama, tolok ukur, atau standar (KBBI).

Dengan demikian, kata baku artinya kata pokok, utama, atau standar.

Penggunaan kata baku sejauh ini baru berlalu di dunia akademis atau penulisan ilmiah. Di media massa, apalagi dalam praktik penulisan sehari-hari, masih banyak orang yang menulis kata tidak baku.

Terpopuler, penggunaan kata yang tidak baku, bahkan salah, antara lain rubah (merubah), padahal yang baku/benar adalah ubah (mengubah).

Rubah itu binatang jenis anjing, bermoncong panjang, makanannya daging, ikan, dan sebagainya. Ubah artinya tukar atau ganti (mengubah = menukar, mengganti).

ubah-rubah

Contoh lain adalah imbau (mengimbau) menjadi himbau (menghimbau). Kata baku adalah imbau.

imbau-himbau

Daftar kata baku yang sering diabaikan antara lain nasihat, objek, paham, pikir, praktik, risiko, rezeki, sekadar, silakan, Anda, analisis, asas, hafal, imbau, dan andal.

Banyak yang menulis kata-kata tersebut dengan bentuk kata tidak baku: nasehat, obyek, faham, fikir, praktek, resiko, rijki, sekedar, silahkan, anda, analisa, azas, hapal, himbau, dan handal.

Berikut ini daftar kata baku-tidak baku yang penulisannya masih sering tertukar. Kata baku disebut duluan. Jadi, urutannya Baku-Tidak Baku.

Daftar Kata Baku – Tidak Baku

BAKU – TIDAK BAKU

aktif – aktip
aktivitas – aktifitas
apotek – apotik
atlet – atlit
Anda – anda

andal – handal
analisis – analisa
antre – antri
asas – azas
cendekiawan – cendikiawan

diagnosis – diagnosa
detail – detil
embus – hembus
ekstrem – ekstrim
ekstremis – ekstrimis

Februari – Pebruari
frekuensi – frekwensi
fondasi – pondasi;
hierarki – hirarki

hakikat – hakekat
hafal – hapal
ijazah – ijasah

izin – ijin
imbau – himbau
isap, mengisap – hisap, menghisap
istri – isteri
ingar-bingar — hingar-bingar

ibu kota (dipisah) – ibukota
jenazah – jenasah
justru – justeru

karier – karir
kategori – katagori
kaus – kaos
kukuh – kokoh
konferensi – konperensi

kompleks – komplek/komplex
kualifikasi – kwalifikasi
kualitatif – kwalitatif
kuantitatif – kwantitatif
kualitas – kwalitas
khotbah – khutbah

masjid – mesjid
merek – merk
meterai – meterei
miliar – milyar
misi – missi

mulia – mulya
museum – musium
metode – metoda
mungkir – pungkir

napas – nafas
narasumber – nara sumber
nasihat – nasehat
penasihat – penasehat

november – nopember
objek – obyek
objektif – obyektif
olahraga (disatukan) – olah raga

orangtua (disatukan, jika yang dimaksud “ayah-ibu”)
orang tua (dipisah, jika yang dimaksud “orang yang sudah/berusia tua”)
optimistis (sifat/sikap) – optimis (orangnya)
pesimistis (sifat/sikap) – pesimis (orangnya)

peduli – perduli
praktik – praktek
provinsi – propinsi
paham – faham

kata-baku

pelepasan – penglepasan
permukiman (tempat mukim/perumahan) – pemukiman (proses memukimkan)

putra – putera
putri – puteri
pikir – fikir

risiko – resiko
sekadar – sekedar (kata dasar: kadar = ukuran)
realitas – realita

silakan – silahkan
sistem – sistim
selebritas – selebriti
subjek – subyek
sepak bola (dipisah) – sepakbola

Sumatra – Sumatera
saraf – syaraf
subjektif – subyektif
surga – sorga, syurga
silaturahmi – silaturahim

tanda tangan (dipisah)- tandatangan
terima kasih (dipisah) – terimakasih

teknik – tehnik
teknologi – tehnologi
terampil – trampil

telanjur – terlanjur
telantar – terlantar
triliun – trilyun

ubah – rubah
mengubah – merubah
utang – hutang

wali kota (dipisah) – walikota
zaman – jaman

Kata baku embus “senasib” dengan kata baku imbau, silakan, andal, dan utang, yakni ditambah sehingga menjadi tidak baku.

  • BAKU: angin berembus, warga diimbau waspada, disilakan masuk rumah, jangan berutang, dapat diandalkan
  • TIDAK BAKU: angin berhembus, warga dihimbau waspada, disilahkan masuk rumah, jangan berhutang, dapat dihandalkan.

Tidak menemukan kata baku yang Anda cari? Coba cek di KBBI.

Daftar kata baku dan tidak baku dalam postingan ini memang sangat tidak lengkap. Daftar kata baku di atas hanya mencantumkan yang umum digunakan .

Jika tidak menemukan kata baku yang dicari, gampang…! Silakan cek/ketikkan kata yang Anda cari di KBBI Daring.

Daftar kata baku-tidak baku di atas juga merujuk ke sana. Demikian sebagian daftar kata baku dan tidak baku bahasa Indonesia. Wasalam. (www.romeltea.com).*

Sumber:  Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Ejaan Bahasa Indonesia (1989) Yus Badudu, dan Bahasa Media: Panduan Praktis Bahasa Jurnalistik karya ASM. Romli (Baticpress Bandung). 

 

Bahasa Bahasa Indonesia Baku Daftar Kata Baku EYD Kata Baku

Related Post

  1. author
    lidwina8 years agoReply

    Waah…
    enaaknya ada kamus kata sukar..
    thx bgt yaa udh d sediain..
    GBU ALL..

  2. author
    Laila8 years agoReply

    Assalamu’alaikum..
    Salam kenal semuanya..
    Alhamdulillah, artikel ini sangat bermanfaat, terutama untuk saya sebagai guru B. Indonesia tingkat SD yang berlatar belakang bukan di jurusan B.Indonesia. Ada 2 yang ingin saya tanyakan.
    1. Lebih baik mana, memakai kata “utamanya” atau “terutama”?
    2. Penulisan “di antara” itu di spasi atau tidak?
    Oya, kalau boleh, tolong buatkan artikel tentang penulisan huruf kapital yang sesuai dengan EYD dan mohon informasinya apabila ada kata atau penulisan saya yang salah dalam komentar ini. “Memberi komentar sambil belajar”.
    Terimakasih.

    (*) Wa’alaikum salam…. Alhamdulillah bermanfaat.
    1. Hemat saya, tergantung konteksnya, Bu… Utamanya = yang utama, Terutama = yang paling utama.
    2. di + tempat => dipisah, mis. di sini, di mana, di antara (ada juga pendapat “diantara” disatukan karena terjemahan dari “between”, saya memilih dipisah –> di antara).

  3. author
    fuad8 years agoReply

    izin copas yaa plentt..
    Aq ada tugas bhasa d skolah..

  4. author
    Santika8 years agoReply

    Kak,saya mau tanya.Bentuk bakunya yang mana?’syaraf/saraf,komplek/kompleks/komplex?Terima kasih.

    (*) Yang baku: saraf (tanpa Y) & kompleks (PAKE S).

  5. author
    misra8 years agoReply

    asykkk juga…..
    tgas z jd cept slesaiii

    makshhhhhh

  6. author

    indra sahroni

  7. author
    bankmur9 years agoReply

    ada yg tau kata meubelair ga?
    Kata meubelair sering digunakan untuk sinonim furnitur.
    Kedengraan asing.
    kata itu baku ga ya?
    Asalnya dari bahasa apa tu?

  8. author
    Coco9 years agoReply

    Matur suwun.laporanku g jadi salah pnulisan kata praktik nya ,

    btw,di artikelny ada kata promisi.yg baku promisi pa promosi?

  9. author
    eko9 years agoReply

    hmm.., sangat informatif. terima kasih kang Asep…
    ada beberapa kata yang saya tulis ternyata salah/tidak baku, misalnya resiko (seharusnya risiko), propinsi (seharusnya provinsi), praktek (seharusnya praktik), dan masih banyak lagi. cuma, kalau sudah terbiasa tidak baku kemudian dipaksa menjadi baku, rasanya aneh saja.. 🙂

    oya, kalau penulisan bulan November, yang benar November atau Nopember? terima kasih…

    (*) Sama-sama. Yang benar/baku… NOVEMBER, pake “V”.

1 2

Leave a reply