Desain Studio Podcast Minimalis dan Alat yang Diperlukan

Studio Podcast
Studio Podcast (Foto: WeEdit)

Sebuah lembaga akan membuat studio podcast. Mereka meminta saran kepada saya bagaimana desain studio podcast minimalis, apa saja alat yang dibutuhkan, atau harus menyiapkan apa saja.

Sejak saya bergabung dengan digital agency Katalisnet, saya sering “Googling” soal desain studio podcast untuk rekaman podcast ataupun syuting video podcast (vodcast).

Tak pernah puasa, saya masih terus cari desain studio podcast yang cocok untuk ruangan kecil. Saya sendiri bikin studio podcast dengan “menyulap” ruang kerja 2,5 x 2,5 meter. Cukup lah buat sendiri mah untuk bikin konten channel Youtube Romeltea Media.

Desain Studio Podcast Minimalis

Berikut ini  Desain Studio Podcast Minimalis yang saya koleksi dari hasil Googling di Deposit Photos dan Pinterest.

Tampak sederhana. Memang gak mesti mewah, apalagai kalau hanya untuk membuat “podcast orisinal” –yakni podcast dalam pengertian asalnya berupa rekaman audio dan dipublikasikan di platform podcast seperti Anchor, Google Podcast, atau Spotify.

Podcast asli hanya berupa audio, tanpa visual. Lain halnya dengan video podcast (vodcast) atau video podcasting alias video format podcast. Untuk membuat vodcast ini layaknya ngevlog, vlogging, alias syuting video.

Baca Juga

Karena visual, maka studio podcast untuk video alias “studio vodcast” mesti “aye catcing”, bagus, enak dilihat, layaknya studio siaran televisi.

Bisa juga sih bikin video podcast outdoor. Luar ruangan. Misalnya di taman atau bahkan di ruang publik. Asalkan kualitas audio terjaga dengan baik.

Alat Studio Podcast

Oke. Desain studio podcast minimalis sudah tergambar. Dari empat gambar di atas bisa dimodifikasi. Lalu, apa saja alat studio podcast?

Untuk membuat studio podcast yang bisa untuk podcast audio saja dan video podcast (ngevlog), berikut ini alat yang harus disiapkan:

1. Ruangan

Eh, ini mah bukan alat ya. Tepatnya sih “tempat” atau bangunan studio. Luas ruangan minimal 3×3 meter per segi. Bisa juga 2,5×2,5 meter per segi seperi punya saya di rumah (ruang kerja sih). Tentu, makin luas makin baik, tapi jangan juga terlalu luas.

Ini studio podcast pribadi saya. Ruang kerja yang didesain jadi seperti studio ­čÖé

studio podcast romeltea

2. Peredam Suara

Ruangan studio podcast harus kedap suara, minimal tidak ada pantulan suara (gaung dan gema atau echo). Agar ruangan kedap suara, Anda bisa pasangkan:

  • Karpet di lantai ruangan
  • Wallpaper foam di dinding seperlunya
  • Busa peredam suara (maksimal 70% dari seluruh dinding ruangan).

Meja, kursi, dan rak buku plus bukunya juga membantu meminimalkan pantulan suara. Makin banyak barang di ruangan, maka ruangan itu makin bagus buat rekaman audio karena pantulan suara akan menyebar.

3. Meja dan Kursi

Kedua Anda akan berdiri dalam podcasting atau vlogging, dibutuhkan saja meja dan dan kursi. Meja studio biasanya didesain khusus untuk keperluan kabel-kabel dan microphone.

4. Microphone plus Filter dan Tripod/Stand/Holder.

Microphone, mic, atau mike merupakan alat wajib dalam podcasting. Iya sih, di HP dan komputer (laptop) juga ada mic, tapi menurut para ahli, microphone eksternal akan lebih baik dalam memproduksi audio.

Harga microphone bervariasi. Mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Mic “sejuta umat” alias paling banyak dipakai podcaster pemula adalah Microphone BM 800.

Mic ini terbukti cukup bagus. Harganya 100-ribuan saja. Jika sepaket dengan stand dan holdernya, harganya di kisaran 200-ribuan.

Microphone yang digunakan di studio podcast tentu tidak dipegang tangan. Anda perlu melengkapinya dengan mic stand, tripod, dan holder agar bisa diletakkan di meja atau di depan Anda saat rekaman/syuting.  Pop filter juga diperlukan untuk menjernihkan audio.

5. Kamera

Anda tidak membutuhkan kamera jika hanya podcasting. Kamera diperlukan jika akan ngevlong atau membuat konten video, termasuk video podcast atau “podcast yang divideokan”.

Kamera “standar” untuk studio podcast minimalis menurut saya adalah Kamera Web atau Webcam ASHU HD 1080P atau Logitech yang harganya 300-ribuan. Nih, sudah saya “review”:

Kamera HP juga bagus, jika HP-nya bagus. Saya sering juga bikin video paka kamera bawaan HP. Tapi, kamera eksternal akan lebih baik. Jika kamera ponsel lebih bagus daripada webcam yang Anda beli, ya… tentu, pake kamera HP dong!

6. Lampu (Lighting)

Untuk vlogging, Anda perlu cahaya yang cukup. Studio memerlukan lighting, minimal ring light atau lampu cincin yang bulat itu lho!

Menggunakan peralatan lampu akan memastikan bahwa cahaya tidak berubah, tidak seperti mengandalkan cahaya matahari.

7. Komputer

Komputer atau laptop diperlukan untuk merekam dan mengedit. Aplikasi yang umum digunakan adalah Adobe Audition atau Audacity (untuk rekaman dan edit audio saja), OBS Studio (untuk merekam video dan audio), Adobe Premier (untuk edit video).

Demikian desain studio podcast minimalis dan peralatan diperlukan. Minimalis juga, dengan “low budget” atau bajet rendah.

Banyak juga alat yang diperlukan ya? Iya, itu belum semuanya lho! Masih ada alat lain seperti portable recorder jika diperlukan.

Minimal Tools: Laptop, HP, plus Microphone Clip On

Saya sendiri bisa bikin podcast (audio) cukup dengan HP atau komputer plus microphone clip on. Rekam dan edit pake Adobe Audition. Bisa dicek hasilnya di Podcast Seni Komunikasi.

Untuk bikin konten video, saya cukup pake laptop, mic, kamera, dan OBS studio. Sering juga hanya beralatkan Ponsel plus microphone  clip on, lalu edit.

Jangan lupa, simak perbedaan podcast dan vodcast berikut ini ya. Jangan lupa, subscribe! Wasalam.

Video: Beda Podcast vs Vodcast

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.