Jurnalistik Online: Pengertian, Prinsip, Karakteristik

3732 views

Jurnalistik Online (Online Journalism) adalah proses pengumpulan, penulisan, penyuntingan, dan penyebarluasan berita secara online di internet.

jurnalistik-online

Media publikasi karya jurnalisme online disebut media online (online media), media siber (cyber media), atau situs berita (news site).

Jurnalistik online disebut juga Jurnalisme Daring (Dalam Jaringan) –merujuk pada terjemahan kata “online” dalam bahasa Indonesia, yakni “daring“.

Menurut KBBI, daring arttinya “dalam jaringan, terhubung melalui jejaring komputer, internet, dan sebagainya”.

Dalam buku Jurnalistik Online, saya menyebutkan jurnalistik online adalah jurnalisme “generasi ketiga” setelah jurnalistik cetak (print journalism) –suratkabar, tabloid, majalah– dan jurnalistik elektronik (electronic journalism) atau jurnalisme penyiaran (broadcast journalism) –radio, televisi, dan film.

Jurnalisme online adalah “jurnalistik masa depan” (future journalism) yang terus berkembang seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Istilah Jurnalistik Online

Jurnalistik Online bukan satu-satunya istilah yang merujuk pada proses jurnalistik secara online di internet. Istilah lainnya adalah sebagai berikut:

  1. Jurnalistik Internet (Internet Journalism)
  2. Jurnalistik Website (Web Journalism)
  3. Jurnalistik Digital (Digital Journalism)
  4. Jurnalistik Siber (Cyber Journalism)
  5. Jurnalistik Judul (Headline Journalism)

Pengertian Jurnalistik Online

Jurnalisme Online adalah proses pengumpulan, penulisan, penyuntingan, dan penyebarluasan berita secara online di internet.

Jurnalisme online didefinisikan sebagai pelaporan fakta yang diproduksi dan didistribusikan melalui internet.

 

pengertian jurnalistik online

https://slideplayer.com/slide/8286134/

 

Jurnalisme online bukan hanya proses publikasi berita melalui internet (media online), tapi juga proses peliputan (news gathering, news hunting) banyak dilakukan secara online.

Observasi status update media sosial, trending topic, viral, lalu diolah menjadi sebuah berita merupakan hal baru di dunia jurnalistik atau kewartawanan.

Cabang Jurnalistik Online

Jurnalistik era internet ini bakan sudah “beranak” dengan melahirkan “cabang jurnalisme online” berupa:

  1. Jurnalisme Blog (blog journalism) – merujuk pada blog-blog pribadi ataupun kelompok dan komunitas yang berisi berita.
  2. Jurnalistik Mobil (mobile journalism) – merujuk pada aktivitas wartawan dalam peliputan dan pelaporan berita melalui smartphone (HP).
  3. Jurnalisme Media Sosial (Social Media Journalism) – merujuk pada produksi dan publikasi berita melalu akun media sosial.
  4. Jurnalisme Umpan Klik (Clickbait Journalism) – merujuk pada fenomena judul umpan klik di media-media online.

Jurnalistik daring ini juga menumbuhkembangkan konsep “jurnalisme warga” (citizen journalism) yang diperkukuh dengan perkembangan media sosial (social media) seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan Youtube.

Aktivitas warga dalam penyebarluasan berita atau informasi di media sosial memunculkan istilah baru: jurnalisme warga internet (warganet) atau netizen journalism.

Prinsip Jurnalistik Online: BASIC

Prinsip Jurnalistik Online dikemukakan guru besar jurnalisme online di Birmingham City University, Paul Bradshaw di blognya, Online Journalism Blog.

Menurut Bradshow, ada lima prinsip dasar jurnalistik online yang disingkat dengan BASIC: Brevity – Adaptabillity – Scannabillity – Interactivity – Community.

1. Brevety, keringkasan

Tulisan harus dibuat seringkas mungkin, tidak panjang dan bertele – tele. Sebaiknya, tulisan panjang diringkas menjadi beberapa tulisan pendek agar mudah dipincai, dibaca, dan dipahami. Baca: Prinsip Keep It Short and Simple (KISS).

2. Adaptabillity, adaptabilitas

Dalam menyajikan berita, jurnalis online harus bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi di bidang komunikasi. Bukan hanya terampil menulis berita (writing skills), jurnalis online juga dituntut untuk mampu menyajikan berita dengan keragaman cara penyajian.

Bukan hanya tulisan, tapi juga disertai dengan gambar, atau bisa juga disajikan dalam format video atau suara. Jurnalis harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan preferensi pembaca.

3. Scannabillity, dapat dipindai

Naskah berita di media online harus mudah dipindai. Sebagian besar pengguna melakukan pencarian secara spesifik dengan memindai halaman web.

Pembaca akan mencari informasi utama, subheading, link, untuk membantu menavigasi teks, sehingga tidak perlu melihat monitor dalam waktu yang lama. Baca: Kaidah menulis di media online.

4. Interactivity, interaktivitas

Di media online pembaca bisa memberikan tanggapan, komentar, like, share, atau berkomunikasi dengan sesama pembaca, wartawan, dan redaksi melalui laman yang dibuka.

Dengan begitu, pembaca akan merasa bahwa dirinya dilibatkan dan dihargai, sehingga mereka semakin merasa senang membaca situs tersebut.

5. Community and Conversation, komunitas dan percakapan

Pembaca media online tidak hanya bersifat pasif dalam membaca berita, seperti ketika membaca berita pada koran atau televisi.

Media Online memungkinkan pengguna untuk melakukan percakapaan pendek untuk menanggapi isi berita, misalnya melalui kolom komentar. Sebagai timbal baliknya, jurnalis juga harus menanggapi interaksi dari pembaca tersebut, sehingga tercipta komunitas dan percakapan didalamnya.

Karakteristik Jurnalistik Online

Berikut ini ciri khas jurnalistik online yang berbeda dengan jurnalistik cetak dan elektronik. Karakteristik ini sekaligus menjadi keunggulan jurnalistik digital ini.

1. Kendali Pembaca

Audience Control. Jurnalisme daring memberikan kesempatan yang lebih luas kepada para audiens untuk terlibat langsung dalam memilih dan mencari berita yang diinginkannya.

Audiens (pembaca, pengguna, atau pengunjung situs) diberi keleluasaan untuk memilih berita/ informasi yang diinginkannya sendiri.

Dengan begitu audiens dapat terlibat langsung untuk menentukan urutan bacaan dari mana lalu ke bacaan mana. Dari topik mana ke topik mana, bahkan loncat tahun. Audiens tidak hanya pasif menerima struktur/ urutan berita dari penerbit seperti pada media konvensional.

2. Non-Linearity

Informasi-infomasi dalam jurnalisme daring bersifat ‘independen’ atau dapat berdiri sendiri, sehingga audiens tidak perlu membaca urutan atau rangkaian berita lainnya untuk dapat memahami suatu masalah.

3. Tersimpan dan Akses Ulang

Storage and Retrieval. Jurnalisme daring memberikan kemudahan bagi audiens untuk menyimpan dan mengakses kembali informasi-informasi yang ada.

Media online memungkinkan karya para jurnalis online tersimpan secara “abadi” sehingga audiens dapat dengan mudah diakses kembali kapan pun mau. Pembaca juga dapat menyimpannya sendiri misalnya di blog pribadi.

4. Ruang Tanpa Batas

Unlimited Space. Dengan didukung oleh kapasitas internet yang sangat besar, jurnalisme daring dapat menyediakan informasi yang lengkap untuk audiens.

Dalam jurnalistik online, ruang bukan masalah. Halaman (page) tempat Informasi/ berita disajikan tak terbatas ukuran serta jumlah, sehingga artikel dapat dibuat sepanjang dan selengkap mungkin untuk memenuhi kebutuhan pengguna.

5. Cepat

ImmediacyInformasi dalam jurnalisme daring dapat diakses secara langsung oleh audiens tanpa perantara orang ketiga.

Setiap kali berita diposting, maka berita itu akan langsung bisa diakses atau dibaca oleh audiens dari seluruh dunia yang memiliki akses internet.

Waktu yang diperlukan untuk menyampaikan berita tersebut jauh lebih cepat dibandingkan media konvensional yang memerlukan proses pencetakan dan pengiriman. Informasi di media online dapat langsung diakses oleh penggunanya, tanpa perlu perantaraan pihak ketiga.

6. Kapabilitas Multimedia

Multimedia Capability. Jurnalisme daring memungkinkan tim redaksi untuk menyediakan berbagai bentuk informasi, seperti gambar, video, suara, dan lain-lain.

Media online memungkinkan jurnalis menggunakan berbagai cara dalam penyajian berita. Berita dapat disajikan dalam bentuk teks, suara, gambar, video, atau komponen lainnya sekaligus.

7. Interaktivitas

Interactivity. Jurnalisme daring meningkatkan level interaktivitas antara audiens dengan setiap berita atau informasi yang diakses.

Jurnalistik internet memungkinkan terjadinya interaksi langsung antar-pembaca dan antara pembaca dengan  wartawan, seperti melalui kolom komentar atau media sosial.

Keunggulan Jurnalistik Online

Selain karakteristik tersebut, jurnalistik online juga memiliki keunggulan atau kelebihan dibandingkan jurnalisme konvensional (cetak & elektronik), sebagai berikut:

  1. Produksi berita online lebih mudah dan murah ketimbang produksi berita cetak dan elektronik.
  2. Memungkinkan semua orang menjadi wartawan atau memproduksi dan menyebarluaskan informasi (everybody can be journalist).
  3. Tidak mengenal deadline. Berita dapat dipublikasikan (posting) dan diedit kapan dan di mana saja.
  4. Berita tersebar dengan cepat. Internet saat ini merupakan cara tercepat penyebaran berita (the fastest way to report news).
  5. Sirkulasi media/berita online bisa menjangkau seluruh dunia, tidak seperti di media cetak dan elektronik (radio/TV) yang terbatas.
  6. Banyak elemen yang bisa ditambahkan untuk melengkapi sebuah berita (news story), seperti video, kotak komentar, gambar bergerak (moving image), hyperlink, berita terkait (related news), dan sebagainya.
  7. Kesalahan dalam berita atau artikel dapat dengan mudah dikoreksi dan di-update.
  8. Jurnalistik Online tidak membutuhkan banyak orang (karyawan), bahkan bisa dilakukan oleh satu orang saja. Online journalism does not create a lot of jobs.

Syarat Menjadi Jurnalis Online

Kualifikasi untuk menjadi wartawan online pada dasarnya sama dengan wartawan media konvensional, yakni memiliki keahlian menulis berita, liputan, wawancara, memahami masalah yang diberitakannya, dan menaati kode etik jurnalistik.

Namun, untuk jurnalis online, ada keahlian tambahan yang harus dimiliki, seperti SEO dan gaya menulis di media online.

Berikut ini 9 keahlian yang harus dimiliki jurnalis online seperti ditulis dalam ‘Advancing The Story’:

  1. Mampu menulis dan mengedit scrip berita/ infomasi (Writing or Editing Scripts).
  2. Mampu melakukan manajemen project (Project Management).
  3. Memiliki keahlian Blogging.
  4. Mampu mendesain tampilan antarmuka laman (User Interface Design/Photo Shooting).
  5. Mampu memproduksi video (Video Production).
  6. Mampu melakukan administrasi dan organisasi staff (Staff Organization/Administration).
  7. Dapat menggabungkan cerita dalam bentuk tulisan-tulisan pendek. (Story Combining/Shortening).
  8. Dapat melaporkan dan menulis berita original (Reporting and Writing Original Stories).
  9. Dapat melakukan editing foto/ gambar (Photo/Image Editing).

Demikian pengertian, prinsip, dan karakteristik jurnalistik online. Wasalam. (www.romeltea.com).*

Sumber: James C. Foust, Online journalism: principles and practices of news for the Web. Holcomb Hathaway, 2005/ Asep Syamsul M. Romli, Jurnalistik Online: Panduan Mengelola Media Online. Nuansa, 2012.

 

Jurnalisme Jurnalisme Daring Jurnalistik Jurnalistik Online Karakteristik Jurnalistik Online Media Online Pengertian Jurnalistik Online

Related Post

Leave a reply