Manajemen Program Siaran Radio: Program Musik

  • Whatsapp

pendengar musik radio SALAH satu karakteristik radio adalah radio identik dengan musik.

Radio itu “gudangnya” lagu. Lagu baru dari artis papan atas ataupun –apalagi– papan bawah biasanya “nongol” pertama kali di radio.

Orang (pendengar) pun umumnya menyetel radio untuk mendengarkan lagu (musik).

Lagu menjadi sajian utama radio secara umum karena pendengar pun umumnya menyetel radio untuk mendengarkan lagu. Radio pula yang berperan terbesar dalam mempopulerkan sebuah lagu atau menjadikannya hits dengan adanya acara “request lagu” dan “tangga lagu”.

Program Director (PD) , Manajer Program (Program Manager), atau programmer bahkan “harus dibantu” banyak kru lain untuk ngurusin program musik –Music Director (MD) dan Production Manager (Manajer Produksi)– agar musik (lagu) yang disiarkan enak didengarkan (audible, easy listening) dan memiliki kualitas audio yang OK.

Michael C. Keith dalam Radio Programming (1987) bahkan menempatkan siaran musik sebagai format siaran utama radio. Ia pun mengupas program siaran radio berdasarkan format musik.

Baca Juga

Jenis-Jenis Program Musik/Siaran Lagu

Music program dalam siaran radio meliputi acara:

1. Request

Request adalah program siaran berupa pemutaran lagu berdasarkan permintaan pendengar. Nama acaranya berbeda-beda di masing-masing radio, seperti Gita Shinta (Pop Indonesia, Radio Shinta), Kawih Domestik (Pop, Radio Antassalam), dan sebagainya.

Umumnya, format siaran berupa pemutaran lagu, interaktif telepon pendengar yang meminta lagu sekaligus kirim-kirim salam, menerima/membacakan SMS pendengar, dan kadang-kadang ada selingan info ringan seperti tips kesehatan atau gaya hidup.

Progam ini paling pavorit di kalangan penyiar maupun pendengar. Bagi penyiar, acara ini terbilang mudah membawakannya, ”hanya” menerima telepon, membacakan SMS, dan memutarkan lagu –disebut jenis siaran DJ Style.

Acara ini juga menyenangkan karena banyak ngobrol dengan pendengar.

Bagi pendengar, di sinilah mereka meminta dan mendegarkan lagu favorit, sekaligus kirim-kirim salam kepada banyak orang dan ngobrol dengan penyiar pujaan.

Dalam siaran program ini penyiar hendaknya:

  • Menyiapkan daftar lagu-lagu lebih banyak dari daftar lagu (playlist) yang disiapkan untuk diputar.
  • Lakukan antisipasi tidak ada atau sedikit pendengar yang masuk. Jika tidak banyak SMS atau telepon masuk, penyiar harus lebih banyak ”bicara sendiri”.
  • Agar pembicaraan berisi, sekaligus antisipasi sedikit bahkan tidak pendengar, miliki informasi atau berita-berita tentang musik dan lagu serta penyanyinya yang akan diputar.

Perusahaan-perusahaan rekaman biasanya mengirimkan rilis tentang informasi grup band atau penyanyi mereka, gunakan itu sebagai bahan referensi.

2. Chart

Siaran tangga lagu yang disusun berdasarkan kuantitas pilihan pendengar; biasanya disusun seminggu sekali (akhir pekan).

Siaran ini biasanya masuk program khusus/seminggu sekali (special program, weekly program) berupa pemutaran 10 hingga 20 lagu yang paling banyak diminta atau disukai pendengar.

Penyiar memutarkan lagu per lagu secara tidak utuh dengan gaya DJ (DJ’s Style), memainkan fade out dan fade in di mixer, dengan selingan bicara ringkas dan agak cepat sebagai pengantar.

3. Live music

Siaran langsung penyanyi bernyanyi di studio atau di luar studio.

4. Chatshow artists/Interviews

Wawancara artis yang “pasti” diselingi pemutaran lagu sang penyanyi dan/atau “live sing”.

5. DJ Mix

Muter lagu terus tanpa penyiar dengan selingan iklan, promo program (program exposure), jingle, dan “filler” atau “insert” lainnya.

6. Musik dan Informasi

Ini acara perpaduan musik dan informasi. Penyiar memutarkan lagu-lagu yang sudah disiapkan MD dan tidak menerima telepon/SMS permintaan lagu dari pendengar.

Biasanya, penyiar menyampaikan informasi tematis –misalnya renungan atau tips— yang sudah disiapkan penulis naskah (scriptwriter) di sela-sela pemutaran lagu.

Rotasi dan Jadwal Pemutaran Lagu

Ada satu “rahasia” yang tidak dimiliki semua PD/MD radio, yaitu tentang “rotasi dan penjadwalan” pemutaran lagu (music rotation and scheduling), agar program musik dapat memikat banyak pendengar.

Rahasia tersebut ada dalam prinsip dasar rotasi musik dalam program siaran radio. Saya baca dalam sebuah artikel berjudul “Basic Principles of Music Rotation“. Sayangnya, artikel tersebut sudah tidak ada di websitenya.

Saya pun tidak menyimpan salinannya. Tapi, intinya masih ingat. Rahasia tersebut adalah:

  1. Putar 1-2 lagu hits di awal acara untuk menarik pendengar.
  2. Lagu baru diputar di pertengahan acara untuk mengenalkan kepada pendengar.
  3. Putar juga 1-2 lagu hits di akhir untuk memberikan kesan baik kepada pendengar.

Karena sudah disebutkan, maka rahasia strategi rotasi dan jadwal pemutaran lagu tidak lagi rahasia ya 🙂

Prinsip Dasar Music Programming 

Satu satu prinsip dasar pemrograman siaran radio adalah penentuan gaya siaran, kepribadian di udara (on air personality) penyiar, dan pemilihan penyiar radio yang “pas” buat bawain acara yang diprogramkan.

Panduan pemrograman acara musik –Formatting Music Radio– bisa Anda dapatkan free di laman Go Music1. Anda tinggal isi “formulir” di sana dan nanti link downloadnya akan dikirim ke email Anda.

Berikut ini prinsip dasar penyusuna program musik di radio. Saya sadur dari sebuah artikel berjudul “Principles of Music Radio Formatting”.

Prinsip Pemformatan Radio Musik

  1. Mainkan musik terbaik untuk pendengar
  2. Pilih lagu dan gaya yang akan menarik bagi pendengar
  3. Seimbangkan campuran musik
  4. Tepati janjimu: konsistensi dan ketidakpastian (unpredictability)
  5. Buat perpustakaan (library) lagu saja tidak cukup
  6. Lagu apa yang paling penting?
  7. Optimalkan perpustakaan musik: mainkan lagu terbaik paling banyak; hindari pengulangan; berikan variasi.

Kalender Rotasi Musik

  1. Rotasi cepat sangat penting
  2. Waktu yang dihabiskan untuk mendengarkan sangat singkat
  3. Pengulangan biasanya merupakan fungsi dari rotasi musik yang buruk, bukan karena terlalu banyak memainkan lagu.

Mengoptimalkan Perpustakaan Musik (Music Library)

  1. Apa yang paling populer di kalangan pendengar?
  2. Jangan menghindari musik yang paling populer
  3. Langkah selanjutnya: – kategori – jam – perangkat lunak penjadwalan musik

Jenis kategori

1. Currents
– lagu terbaru
– masih dalam perjalanan ke atas

2. Berulang
– Hit terbaru
– Masih penting bagi pendengar

3. Gold
– hits lama
– 2 tahun atau lebih

Definisi Kategori

A-Hot > Hit terbesar, rotasi tertinggi
B-Medium > Lagu baru dari supertar, lagu dari “C” yang telah naik
C-Baru > Lagu baru dari artis baru, tidak semua lagu akan naik

D-Berulang > Bergerak turun dari “A”; 6 bulan – 2 tahun
E-Emas > “Emas” atau “Oldies”; dari 2-10 tahun terakhir.

Program Musik vs Pedoman Siaran KPI 

Dalam menyusun program acara, PD dan MD di radio dan televisi di Indonesia mesti memperhatikan juga Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Selama ini banyak program radio/TV yang disetop atau kena sanksi KPI karena dinilai melanggar P3SPS.

Terbaru, KPI merilis 42 lagu barat yang hanya boleh disiarkan jam 10 malam ke atas. Alasannya, lagu-lagu tersebut memiliki makna dan lirik yang bertentangan dengan norma susila.

Umumnya, lagu yang dilarang bermuatan “dewasa” (cabul), mengarah pada kekerasan, kriminalitas, atau kata-kata kasar berdasarkan norma yang berlaku di Indonesia.

Secara umum, P3SPS menyebutkan, program siaran harus:

  1. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, nilai-nilai agama, norma-norma lain yang berlaku, serta diterima masyarakat, kode etik, dan standar profesi penyiaran.
  2. Wajib menghormati perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang mencakup keberagaman budaya, usia, gender, dan/atau kehidupan sosial ekonomi.
  3. Wajib menghormati nilai dan norma kesopanan dan kesusilaan yang berlaku dalam masyarakat.

Program dan materi siaran juga harus:

  • menghormati dan menjunjung tinggi norma dan nilai agama dan budaya bangsa yang multikultural;
  • menghormati dan menjunjung tinggi etika profesi yang diakui oleh peraturan perundang-undangan;
  • menghormati dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi;
  • menghormati dan menjunjung tinggi hak asasi manusia;
  • menghormati dan menjunjung tinggi hak dan kepentingan publik;
  • menghormati dan menjunjung tinggi hak anak-anak dan remaja;
  • menghormati dan menjunjung tinggi hak orang dan/atau kelompok masyarakat tertentu;
  • menjunjung tinggi prinsip-prinsip jurnalistik.

Khusus tentang lagu dan klip video, P3SPS mengaturnya dalam “Bagian Ketiga: Muatan Seks dalam Lagu dan Klip Video” (Pasal 20) sebagai berikut:

(1) Program siaran dilarang berisi lagu dan/atau video klip yang menampilkan judul dan/atau lirik bermuatan seks, cabul, dan/atau mengesankan aktivitas seks.

(2) Program siaran yang menampilkan musik dilarang bermuatan adegan dan/atau lirik yang dapat dipandang menjadikan perempuan sebagai objek seks.

(3) Program siaran dilarang menggunakan anak-anak dan remaja sebagai model video klip dengan berpakaian tidak sopan, bergaya dengan menonjolkan bagian tubuh tertentu, dan/atau melakukan gerakan yang lazim diasosiasikan sebagai daya tarik seksual.

Itu dia prinsip manajemen programming siaran musik atau lagu di lembaga penyiaran (radio/televisi).

Dalam seleksi lagu, MD memang harus pula memperhatikan lirik lagu atau pesan yang disampaikan dalam sebuah lagu.

Manajamen Program Radio secara Umum

Saya sudah menulis buku khusus tentang Teknik Produksi dan Manajemen Program Siaran Radio. Di dalamnya sudah termasuk programming siaran msusik (lagu). Silakan order ke penerbitnya: www.nuansa.co

manajemen-program-teknik-produksi-siaran-radio

Demikian ulasan ringkas tentang Manajemen Program Siaran Radio: Program Musik. Wasalam. (www.romeltea.com).

Source:
1. http://www.youtube.com/user/Live365Broadcasting
2. http://www.soundconcepts.ltd.uk/managingradio/a26.html

Posting ini merupakan bagian dari Materi Perkuliahan “Manajemen Program Siaran Radio” di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) UIN SGD Bandung. Saya posting di sini biar “dunia” juga bisa baca ^_^ dan memberikan masukan bagi para PD dan MD radio.

 

Artikel Terkait

Leave a Reply

5 comments