Nada Tulisan Cermin Kepribadian Penulis

2400 views

nada tulisanNada tulisan (tone of writing, tone in writing) adalah “intonasi” kata atau kalimat yang ditulis dalam naskah tulisan.

Dalam bahasa percakapan, intonasi yang berbeda dalam mengucapkan satu kata, akan memikiki makna yang berbeda pula.

Contoh, ucapan kata “aduh” atau “bagus” akan berbeda makna seiring perbedaan intonasi dalam pengucapannya.

Dalam bahasa tulis atau dalam tulisan, nada tulisan misalnya “terasa” dalam pemilihan huruf dan tanda baca. Kata-kata di bawah ini memiliki nada tulisan yang berbeda:

  1. Aduh.
  2. Aduh….
  3. Aduh!
  4. Aduh?
  5. ADUHHHH!!!!!
  6. Bagus.
  7. Bagus….
  8. Bagus!
  9. Bagus?
  10. BAGUS!!!!

Satu tanda baca akan memberikan nada dan makna yang berbeda. Ketika menulis SMS, tulisan “Datang aja….” akan berbeda makna dan rasanya dengan “Datang aja!” atau “Datang aja” (tanpa tanda baca apa pun). Tanda titik-titik mengandung nada “datar” atau “lembut”. Tanda seru mengandung nada “perintah” atau “keras” (volume). Kalimat tanpa tanda baca apa pun mengandung nada “tidak mood” atau “tanpa ekspresi”.

Pengertian Nada Tulisan

Nada tulisan dipahami sebagai sikap penulis (the writer’s attitude) terhadap pembaca atau materi yang ditulisnya. Nada tulisan bisa serius atau main-main.

Nada tulisan dipahami juga sebagai “the author’s personality expressed in writing” (kepribadian penulis yang diekspresikan dalam tulisan).

 

nada tulisan tone writing

Nada tulisan bisa menggambarkan keramahan, amarah, formal, atau gambaran perasaan penulis lainnya.

The tone in a story can be joyful, serious, humorous, sad, threatening, formal, informal, pessimistic, and optimistic. Your tone in writing will be reflective of your mood as you are writing. (examples.yourdictionary.com)

Nada tulisan di surat resmi lembaga akan berbeda dengan nada surat cinta atau surat pribadi. Nada tulisan di makalah atau skripsi yang formal akan berbeda dengan nada tulisan di blog dan media sosial seperti facebook dan twitter.

Jadi, nada tulisan adalah cara atau gaya dalam menyampaikan pesan secara tertulis. Nada tulisan yang paling kita kenal adalah nada formal dan nada informal. “Kami mengundang Saudara…” adalah kalimat bernada formal. “Saya mengundang kamu…” adalah nada informal, terlebih lagi “Gue undang loe… dateng ye…”.

Nada tulisan ini “super-informal” gaya “anak layangan” (alay): “Dateng ea… Klo g dtg q gk mo lgi ktm km, wkwkwk….” Wasalam. (www.romeltea.com).*

 

Menulis nada tulisan tone in writing

Author: 
author
Asep Syamsul M. Romli aka Romeltea --akrab disapa Kang Romel-- adalah praktisi media, trainer komunikasi praktis, konsultan media, blogger. Profil lengkap: "My Profile". Karya tulis (buku): "My Books". Kontak email: romeltea@yahoo.com. Follow @romel_tea untuk update tulisan terbaru!

Related Post

Leave a reply